Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Syukri Muhammad Syukri

Orang biasa yang ingin memberi sesuatu yang bermanfaat kepada yang lain…. tinggal di kota kecil Takengon selengkapnya

Takengon Surganya Mawar dan Kopi

REP | 18 April 2013 | 20:53 Dibaca: 777   Komentar: 4   1

13662930051481348903

Taman mawar, tempat nyeruput kopi paling sensasional di Takengon…

Bunga mawar (tanaman semak dari genus Rosa), di Indonesia sering ditemukan tumbuh didaerah yang berhawa sejuk, atau di daerah yang berada pada ketinggian diatas 800 meter dari permukaan laut. Salah satu daerah yang banyak ditumbuhi oleh bunga mawar adalah Takengon, Aceh Tengah. Di daerah penghasil kopi arabika terluas di Indonesia, hampir setiap rumah menanam mawar sebagai tanaman hiasnya.

Selain menjadi tanaman hias favorit di rumah-rumah warga, sebagai tanaman semak, bunga mawar juga berkembang biak dipinggir jalan, termasuk dalam semak-semak. Disamping bunga mawar, dalam semak-semak itu juga mencuat bunga dahlia beraneka warna yang membuat kita terkesima seolah-olah berada di alam nirwana.

1366293081605481293

Mawar merah, harumnya aduhai…

Mawar yang tumbuh disemak-semak itu adalah mawar liar. Bunga yang mengeluarkan aroma harum itu tidak ditanam secara khusus, tetapi tumbuh sendiri. Karena tidak ada yang mengganggunya, makin lama rumpun bunga mawar itu makin luas. Bunganya juga berkembang saban waktu, yang tua gugur yang muda muncul. Sepertinya bunga itu tidak pernah istirahat untuk menyediakan warna dan aroma kepada manusia dan kumbang disekitarnya.

Salah satu lokasi yang dipenuhi mawar jenis Zepherine Drouhin itu terletak di sekitar Bukit Menjangan (sekitar 6 Km sebelum memasuki Kota Takengon). Wisatawan yang berkunjung ke Takengon, biasanya menyempatkan diri untuk menikmati semak-semak yang berisi mawar berwarna merah itu sekaligus berfoto ria ditengah tanaman mawar. Sering juga, mereka memetik sekuntum mawar merah untuk mengharumkan kabin mobilnya.

Bagi warga Aceh Tengah, mawar bukanlah sebuah bunga yang aneh. Mereka sudah terbiasa tinggal dalam surga mawar. Di pinggir jalan mereka temukan tanaman mawar, di halaman rumahnya juga menyeruak bunga mawar diantara aneka warna bunga dahlia yang setiap waktu bersemi. Mereka hidup berdampingan dengan aneka kembang, segar dan sensasional.

Bisa dibayangkan, bagaimana rasanya menikmati secangkir kopi arabika gayo sambil memandangi kuntum-kuntum mawar yang sedang mekar. Disamping aroma kopi yang menyentak-nyentak seluruh saraf pembau kita, dipicu lagi oleh harumnya aroma bunga mawar. Benar-benar seperti berada di surga mawar dan surga kopi.

1366293144440920027

Mawar berwarna pink muda, waaawww….

Kompasianer yang ingin mencoba sensasi ngopi diantara tanaman mawar, silahkan mengunjungi Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Salah satu tempat nyeruput kopi arabika gayo di Takengon yang dikelilingi tanaman bunga mawar dan bunga dahlia adalah Kantin Batas Kota. Cafe ini terletak sekitar 4 Km sebelum memasuki Kota Takengon, tepat berada dipinggir jalan protokol.

Nyeruput kopi di cafe itu, kita tinggal memilih tempat. Mau didalam ruangan, atau di taman. Apabila ingin menikmati secangkir espresso sambil memandangi mawar yang sedang mekar, maka tempat yang paling cocok adalah di taman sebelah timur dari cafe itu. Ingin mencoba, yuk ke Takengon…..

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Yuks Jadi Tongsis Reporter… …

Imam Suwandi | | 23 December 2014 | 00:56

Apakah yang Lebih Baik daripada …

Ade Hermawan | | 23 December 2014 | 06:03

Belajar Setia dari Tentara Suriah atau Lebih …

Abanggeutanyo | | 23 December 2014 | 05:27

Empat Modal PSSI Berprestasi di 2015… …

Achmad Suwefi | | 23 December 2014 | 07:07

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 10 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 12 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 13 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 14 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: