Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Widia Devi Kumala Sari

*Ich liebe Deutsch :) *Kuliah Pendidikan Bahasa Jerman di Unesa '09-'13 *Belajar nulis *Ingin jadi orang yang hebat, selengkapnya

Kawan, di Sekitar Taman inilah dulu Brigjen A.W.S Mallaby tewas

REP | 24 April 2013 | 07:30 Dibaca: 679   Komentar: 6   1

Jayengrono Park

Taman Jayengrono berlokasi di kompleks Jembatan Merah. Dinamakan taman Jayengrono karena sesuai dengan lokasinya yaitu di jalan Taman Jayengrono. Taman ini dibuat untuk mengenang semangat perjuangan arek-arek Suroboyo pada pertempuran dashyat di kawasan Jembatan Merah, yang diresmikan pada tanggal 31 Desember 2012 oleh walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Taman yang tersusun dari berbagai macam jenis tumbuhan ini dibangun di atas lahan seluas 5.300 meter persegi. Di antara taman tersebut terdapat elemen bambu runcing sebagai simbol alat perjuangan arek-arek Suroboyo.

Taman ini dapat dimanfaatkan bagi semua kalangan, termasuk anak-anak. Untuk itu, terdapat area bermain anak-anak yang terletak di sudut taman yang dipenuhi pasir dan diatasnya terdapat alat-alat bermain perosotan yang berbentuk separuh bundaran.

Selain taman bermain anak-anak, terdapat juga fasilitas lain, diantaranya tempat duduk, kolam dan air mancur yang menambah kesan sejuk dan segar. Salah satu ikon Taman Jayengrono lainnya adalah panggung. Istimewanya, masyarakat dapat menikmati pertunjukan seni pada sore sampai malam hari dengan latar belakang Gedung Internatio yang sangat bersejarah. Seperti pada saat itu, terdapat pertunjukan reog di panggung tersebut, puluhan orang memadati pertunjukan reog di taman kota yang padat aktivitas pada sore hari. Apalagi pertunjukan tersebut digelar menyambut peserta APEC (Asia Pacific Economic Cooperation). Dengan adanya tarian-tarian yang membingkai pertunjukan reog dan salah satu peserta APEC digendong diatas reog, acara pertunjukan pun berakhir dengan tepuk tangan yang meriah.

Di taman tersebut juga terdapat dua tempat terapi kesehatan yang disusun dari batu-batu kali dan sangat cocok untuk relaksasi. Taman Jayengrono memang terbuka dari berbagai sudut, masyarakat bisa masuk taman tersebut dari berbagai arah, arah selatan dan utara yang berbatasan langsung dengan lahan parkir taman. Selain itu di sisi utara terdapat JMP (Jembatan Merah Plaza) dan jika kita foto dari sisi selatan, maka JMP termasuk salah satu background yang sangat menarik. Sementara disisi barat berbatasan langsung dengan Gedung Internatio. Sebagai pembatas antara Gedung Internatio dengan Taman Jayengrono, dipasang serangkaian air mancur diantara kolom-kolom taman. Dan disisi selatan berbatasan langsung dengan Gedung Cerutu yang begitu megah.

Dengan kesegaran dan kesejukan taman yang berada di samping lalu lalang padatnya lalu lintas kota tua, taman Jayengrono patut untuk dikunjungi. Selain taman ini merupakan saksi bisu pertempuran arek-arek Suroboyo, area taman ini juga merupakan lokasi tewasnya Brigjend A.W.S Mallaby dalam peristiwa baku tembak yang terjadi pada 30 Oktober 1945.

Taman Jayengrono terbuka untuk umum, sangat ramai di sore sampai malam hari apalagi jika pertunjukan seni berlangsung. Harga parkir motor Rp2.000,00.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: