Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Sunita Yani

penyair dari gunung serindit Aku cinta Indonesia..Kalau tidak bisa memperbaikinya paling tidak kita tidak turut serta selengkapnya

English Camp di Kampung Inggris Pare

REP | 03 May 2013 | 23:12 Dibaca: 856   Komentar: 0   3

Musim liburan tiba, Isi liburan yang bermanfaat. Desa pelem (e dibaca seperti kata Enam) dan tulung rejo kecamatan pare kabupaten Kediri bisa di jadikan tujuan untuk kegiatan mengisi liburan. Orang bilang kampung ini sebagaiu kiampung ingrris. Begitulah julukan terkenal buat kedua kampung ini.  Bukan berarti bahwa disitu bermukim orang-orang inggris sisa jaman penjajahan inggris dulu, seperti juylukan belanda depok karena disitu bermukim orang-orang belanda atau juga kampung portugis tempat tinggal para orang portugis. Bukan puloa kampung arab atau nkampung cina yang dikaitkan dengan banyaknya etnis yang berdiam di situ.

Kampung inggris ini penduduknya asli orang jawa. Selama berkeliling di kampung itu dan bertanya ke penduduk asli setrempat memang tidak ada satupun orang asli inggris yang bermukim di situ. Kampung ingris sebagai julukan di berikan karena begitu banyaknya tempat kusrsus bahasa inggris di sekitar kedua kampung itu. Mungkin sampai puluhan atau ratusan jumlahnya. Tempat kursus itu menawarkan berbagai macam program belajar bahasa inggris seperti grammar, speaking, writing,listening, TOEFL. Paket belajarnya bervariasi mulai dari dua minggu sampai sembilan bulan. Paket mingguan atau sebulan biasanya diminati oleh mereka yang, mengisi liburan. Biasanya ini dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Namun bukan hanya para pelajar dan mahasiswa saja yang belajar dan meng UP GRADE kemampuan inggrisnya. Saya sempat bewrtemu dengan peserta yang berumur hampir 60 tahun yang berasal dari bogor. alasanya belajar bahasa inggris di sini karena beliau akan dikirim oleh sebuah LSM untuk berangkat ke amerika. Kebetulan si bapak kamarnya berada di sebelah kamar saya, sehingga sesekali terdengar sibapak sedang di kursus oleh instrutuknya. Meski sudah tua tapi semangatnya boleh juga. Dengan bahasa inggris aksen sunda sibapak terusa belajar. Ada juga peserta dosen dari indonesia tengah, belajar inggris di pare karena akan mengambil gelar doktor di australia.

Para peserta kusrsus bukan hanya penduduk seputar jawa timur. Peserta banyak dari luar daerah seperti bali, kalimantan, sulawesi, sumatra, Nusa tenggara bahkan ada yang dari malaysiadan brunei. Pada  bulan mei seperti saat sekarang ini peserta kursus mulai berdatangan, sambil menunggu pengumuman hasil ujian nasional banyak peserta yang sudah tamat SMP atau SMU mengambil kesempatan belajar di pare. Menurut penduduk setempat pada bulan seperti bulan juni dan juli peserta kursus bisa mencapai 15000 orang. Namun pada bulan mei seperti sekarang ini di perkirakan baru mencapai 5000 orang saja.

Awal mula sebutan kampung ini tak lepas dari sejarah pendiri kusrus pertama di tulung rejo yaitu Bapak Kalen O. Pemilik dan pendiri kursus BEC-basic English course. Namanya sekilas mirip orang barat namun bukan, Beliua sesungguhnya orang kalimantan yang telah lama bermukim di desa tulung rejo. Beliau inilah cikal bakal berdirinya tempat kusrsus di Pare ini. Para murid beliau yang telah mampu dan mumpuni bahasa inggrisnya kemudian ikut mendirikan kursus juyga di sekitar desa tersebut. Namun pada perkembanganya kini pendiri kursus bukan lagi di dominasi oleh murid pak Kalen O. Menurut penduduk setempat mulai banyak lembaga kursus yang didirikian oleh orang dari daerah luar desa pelem dan tulung rejo.

Bangunan-bangunan baru tampak sedang terus bertumbuhan di kampung inggris ini. biasanya bangunan ini selain menjadi tempat kursus juga sebagai tempat kos dan camp. Beda tempat kos dan kem adalah bila di tempat kos anda seperti berada di kos-kosan biasa. Tapi di camp, anda wajib berbahasa inggris  kepada semua penghuni camp. Bila tidak anda akan didenda sesuai dengan peratruran yang di tetrapkan di ceamp tersebut. Jadi camp memberlakukan english area. Makwsudnya semua wajib pakai bahasa inggris di termpat tersebut. Dengan begini manfaatnya akan segera memacu kemampuan bahasa inggris peserta kusrsus, kalau tidak mau didenda ya harus berbahasa inggris. Jadi semua terpaksa berbahasa inggris menskipun masih berantakan. Namun jangan khawatir di camp biasanya ditempatkan instruktur camp yang khusus membiumbing dan mengawasi pelaksanaan aktifitas bahasa i8nggris di camp. Mereka inilah yang akan memandu peserta camp untuk berbahasaa inggris lebih baik.

Belajar bahasa inggris di pare terhiotung hemat. Bikaya kos  dan camp bervariasi namun rata-rata 180ribu per bulan. Makanan juga sangat murah. Kedai makanan ahampir berjajar sepanjang jalan seputar tempat kusrsus. Harganyapun sangat murah. Anda bisa menikmati ayam bakar seharga 5000 rupiah. Di jamin kenyang. Mengenai rasa, tentu saja tidak senikmat masakan chef di restoran atau hotel. Biaya kursus biasanya berkisar 150 ribu per bulan. Namun itu tergantung dengan kontrak kursus yang akan diambil. Bila private biasanya 30rb untuk sekali pertemuan. Khusus di BEC kursus dilakukan selama enam bulan dan bisa di tambah selama tiga bulan lagi untuk mendapatkan lisensi menjadi seorang instruktur bersertivikat dari BEC.

Ada yang beda dari tempat kursus di tempat lain. DI pare ini suasana inggrisnya sangat terasa. Bangun tidur sampai malam hari anda akan mendengar orang latihan berbahasaa inggris. Tuia muda semua belajar inggris. Jadi tidak perlu malu meskipun sudah kakek-kakek atau nenek-nenk belajar ionggris di pare. Selain itu juga sangat terlihat ‘ruh’ semangat belajar inggris yang tidak akan kita jumpai di daerah lain. Hanya sayangnya penduduk lokal kurang terkondisi dengan bahasa inggris. Para pedagang dan penduduk setempat masih sering berbahasa jawa. Mungkin masih perlu perhatrian pemerintah setempat khususnya kabupaten Kediri untuk benar-benar meng-inggriskan masrakat yang ada di kedua desa tersebut. Ini adalah aset daerah yang unik yang tidak dimiliki oleh daerahg lain dimanapun. selamat belajar. Ai lap yu ol.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: