Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Hendra Wardhana

menyukai Anggrek Alam Indonesia | tidak suka rokok dan masakan pedas | @_hendrawardhana | wardhanahendra.blogspot.com

PASTY, Wajah Lain Pasar Satwa di Yogyakarta

HL | 04 May 2013 | 11:51 Dibaca: 1589   Komentar: 6   1

Saya bukanlah seorang penggemar satwa, tapi saya perlu mengatakan jika tempat ini cukup menarik untuk dikunjungi bahkan oleh mereka yang tidak hobi memelihara binatang.

1367637912450737488

Jika selama ini kita memandang pasar satwa sebagai tempat yang kumuh, sesak dan cenderung jorok, hal itu boleh jadi karena memang banyak pasar satwa di Indonesia kondisinya demikian. Tapi jika anda berkunjung ke tempat ini, segala kesan kumuh dari sebuah pasar satwa seketika hilang.

PASTY, nama yang terdengar trendi untuk sebuah pasar apalagi pasar yang memperjualbelikan aneka satwa. Terletak di tepi Jalan Raya Bantul km. 1, PASTY adalah singkatan dari Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta. Namun pada akhirnya tempat ini lebih dikenal sebagai pasar satwa karena sebagian kompleks yang menjadi zona tanaman hias hanya dihuni oleh sedikit kios nursery tanaman dan lebih banyak digunakan sebagai tempat parkir. Di sisi lain area yang menjadi zona satwa tak pernah sepi pengunjung. Ratusan kios penjual aneka jenis satwa berjajar rapi di dalamnya.

13676381131985459042

136763831436755883

1367643654119160109

zona satwa PASTY yang tertata rapi

Diresmikan pada tahun 2010, PASTY adalah pasar modern yang menyediakan ruang publik bagi para penggemar satwa. Pasar ini juga menjadi pengganti dari pasar burung legendaris Ngasem yang terletak di dalam komplek benteng Keraton Yogyakarta. Tak heran jika banyak penjual di sini adalah penjual lama yang sebelumnya berjualan di Ngasem.

Menyusuri kompleks PASTY, pengunjung serasa berjalan di dalam sebuah pasar yang separuh wajahnya seperti kebun binatang. Beberapa kios penjual ditata rapi menurut kelompok satwa. Tak usah khawatir akan melalui jalanan yang sempit dan becek karena kompleks PASTY cukup lega dengan jalan setapak yang dibuat dengan baik menghubungkan antar kios. Saluran pembuangan air dengan beberapa kran air di beberapa sudut juga tersedia dengan baik. Pepohonan yang menjadi peneduh tempat ini mengantarkan pengunjung betah menjelajahi tempat ini tanpa khawatir akan kepanasan.

13676410681183269379

13676389611057671577

1367639316102471674kios burung

1367640360290042613kios ikan

1367640815160855326kios kelinci

13676426711198066943seorang penjual melayani pembeli di kios miliknya yang menjual aneka jenis tupai

Layaknya pasar satwa, PASTY memiliki koleksi yang cukup beragam. Satwa peliharaan utama seperti burung, ikan hias, hamster, kelinci, kucing dan anjing akan sangat mudah dijumpai di tempat ini. Banyak kios pedagang memamerkan beragam jenis satwa tersebut. Lalu ada berbagai jenis ular, kadal dan kura-kura. Penggemar iguana, landak, kelelawar hingga tupai terbang juga dapat melihat ragam dari satwa-satwa tersebut di tempat ini. Berbagai kebutuhan satwa mulai dari kandang, makanan dan aksesoris untuk setiap jenis satwa juga ikut melengkapi.

13676414561358386580

1367641792831732327tak hanya pengunjung lokal, turis asing pun lazim dijumpai di PASTY

1367642045429468696turis mancanegara dan kameranya

Sebagai pasar satwa modern, PASTY mampu menampilkan wajah lain dari sebuah pasar satwa yang nyaman dan asyik untuk dikunjungi. Keramahan padagangnya membuat pengunjung bisa leluasa bercengkerama dengan aneka binatang kesukaanya tanpa khawatir akan dipaksa untuk membeli. Di beberapa kios kucing dan kelinci anak-anak bahkan bisa bermain dengan binatang-binatang itu untuk beberapa menit karena penjual akan dengan senang hati mengeluarkan binatang-binatang itu dari kandang. Sementara beberapa orang tua lainnya mengajak anaknya berkeliling sambil memperkenalkan aneka jenis satwa. Bagi pegiat hobi fotografi, tempat ini boleh dijadikan alternatif tempat untuk berburu gambar.

13676422171098147497landak

13676423441685022278burung hantu

Namun meski tempatnya rapi dan nyaman, saya tidak menyarankan untuk jajan di kantin di dalam area PASTY karena warung-warung di sini letaknya masih terlalu dekat dengan kios-kios dan kandang satwa di sekitarnya. Pemerintah Yogyakarta dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) juga perlu melakukan pengawasan rutin secara lebih ketat lagi terhadap pasar satwa dan tanaman hias ini karena beberapa satwa unik dan langka yang semestinya tidak diperjualbelikan secara bebas dapat ditemukan di tempat ini. Selebihnya PASTY bisa menjadi tujuan wisata alternatif yang asyik untuk sekedar menghabiskan satu atau dua jam waktu anda di Yogyakarta.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 4 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 5 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya yang Berjalan Cepat, Atau Mahasiswa …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Membaca Konsep Revolusi Mental Gagasan …

Ahmad Faisal | 7 jam lalu

Konstitusionalitas Pemilukada: Paradoks …

Armansyah Arman | 7 jam lalu

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: