Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Isra Rifadillah

Mahasiswa Universitas Gunadarma jurusan IT

Keajaiban Dunia di Kota Bukittinggi

OPINI | 07 May 2013 | 09:31 Dibaca: 478   Komentar: 2   2

Keajaiban dunia di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat

1367890075818263943

Membaca postingan rekan saya Ibnu Zamratul Iman yang membahas tentang Janjang Kota Gadang menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini.

Jika ada di Indonesia, kenapa harus keluar negeri.

Anda pernah datang berwisata ke kota Bukittinggi, Sumatera Barat?

Jika pernah, apakah anda pernah mengunjungi salah satu dari gambar diatas?

Jawabannya tentu saja pernah, apalagi Jam Gadang.

Tentu anda pernah mengunjunginya.

Rata-rata wisatawan yang berkunjung kekota Bukittinggi pasti tidak akan melewatkan setiap wisata yang di suguhkan.

Jam Gadang, tahu kah anda bahwa di dunia ini hanya 3 negara yang mempunyai jam besar seperti ini. pertama yaitu Big Ben yang ada di Inggris, yang kedua Jam Gadang di Indonesia dan yang terakhir terdapat di kota Mekkah.

Jam Gadang terletak di jantung kota Bukittinggi, merupakan pusat kota kecil ini. Keunikan dari Jam Gadang ini adalah pada angka romawi nya, dimana jika pada angka romawi biasa angka 4 adalah IV maka di Jam Gadang angka 4 adalah IIII.

13678904141440031787

Ini disaat saya bersama teman-teman berjalan-jalan di sekitar Jam Gadang.  Satu lagi yang menarik, di sekitar Jam Gadang kita bisa menjumpai banyak boneka-boneka dengan berbagai karakter kartun. Cukup membayar dengan Rp. 5000,- kita bisa berfoto sepuasnya dengan sang boneka.

Bukan hanya Jam Gadang menjadi hal menarik di kota ini, Kota Bukittinggi juga punya Ngarai Sianok yang tak kalah indah nya dengan Green Canyon di Amerika.

Jika ke kota Bukittinggi pasti mengunjungi ke Jam Gadang, maka ke kota Bukittinggi anda harus mengunjungi Ngarai Sianok. Melihat Ngarai Sianok bisa dari Panorama dimana kita bisa melihat pemandangan indahnya dari atas, dan jika anda ingin menikmati setiap lekukan tebing, anda bisa turun kebawah. Saat anda sampai dibawah anda akan menemukan Sungai Batang Sianok yang merupakan pembatas antara Kota Bukittinggi dengan Kabupaten Agam.

1367890657387793514

Ini adalah salah satu sudut di dari ngarai sianok, foto ini diambil saat saya bersama teman-teman melakukan pemotretan untuk Buku Tahunan SMA setahun yang lalu.

Apakah anda tahu bukit kecil yang berada di belakang saya dan teman-teman. Bukit itu merupakan salah satu lokasi shooting sebuah film berjudul “Anak Kaki Gunung.”

Dari Ngarai Sianok kita juga bisa meneruskan perjalanan ke Koto Gadang dengan menaiki Janjang Koto Gadang yang dikenal dengan nama “Great Wall of Koto Gadang.”

Seperti yang saya tulis di awal, mungkin saya tidak akan membahas secara rinci tentang setiap sudut dari Janjang Koto Gadang, karena telah di bahas oleh rekan Ibnu Zamratul Iman. Jadi disini saya hanya berbagi cerita tentang perjalanan saya bersama keluarga berwisata ke Janjang Koto Gadang tepat saat saya pulang ke kampung halaman di Bukittinggi.

Jika kita ingin menaiki Janjang Koto Gadang, anda harus menyiapkan sedikit tenaga ekstra karena begitu banyak tangga yang anda naikuk bisa sampai di dasar Janjang Koto Gadang.

Pertama kali kita harus melewati jembatan Layang  untuk bisa sampai di dasar Janjang Koto Gadang.

13678911661490726546

Untuk menyebrangi jembatan kita harus bergantian, karena jembatan hanya mampu menampung maksimal 10 orang, dan kita juga harus hati-hati.

1367891847370920080

Nah ini saat di sampai di separuh perjalanan.

13678924651359843723

Baru setengah saja, kita sudah bisa langsung menikmati keindahan dan hijau nya Ngarai Sianok.

13678935421774068581

Fungsi utama Janjang Koto Gadang ini sebenarnya adalah sebagai sarana masyarakat Koto Gadang yang ingin membawa hasil usaha mereka ke Kota Bukittinggi untuk berjualan. Karena sejak dulu Janjang Koto Gadang ini sudah ada, hanya saja masih berupa tangga tradisional yang menggunakan bamboo.

Sekian dari cerita saya, terima kasih telah membaca.

Semoga ini dapat menjadi sebagai salah satu tujuan wisata anda di saat berlibur nanti.

Courtesy gambar : Facebook dan dokumentasi pribadi.

Isra Rifadillah

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 6 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 9 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 11 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 11 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Perempuan Berkabut Musim …

Budhi Wiryawan | 7 jam lalu

Kado Berwarna Biru Dari Alex …

Agustina | 7 jam lalu

Cerita dari Kotamobagu, Kota Terkecil di …

Ferdinand Mokodompi... | 7 jam lalu

Rakyat Miskin Tidak Boleh Sakit …

Emilia . | 8 jam lalu

Tak Ada Tionghoa Kristen atau Islam, Semua …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: