Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Mawan Sidarta

Saya suka travelling, alam dan lingkungan. Sudah menikah punya satu anak. Sekarang usaha kecil-kecilan di selengkapnya

Keren ! Pintu Air “Anti Banjir” Warisan Tentara “Tar-Tar” Hanya Ada Di Surabaya

REP | 08 May 2013 | 22:25 Dibaca: 949   Komentar: 3   1

13680220291083818565

Pintu Air Jagir Surabaya

Sisa-sisa musim hujan masih kita rasakan. Di Jakarta beberapa waktu lalu dilanda banjir lagi. Hanya hujan beberapa jam saja, ibu kota negara tercinta ini sudah tenggelam.

Keberadaan pintu air Manggarai di Jakarta dan Katulampa di Bogor ternyata tidak mampu mengatasi air yang tiba-tiba turun dari langit dalam jumlah besar atau banjir kiriman dari daerah penyangga seperti Bogor. Sehingga beberapa kawasan di Jakarta kemarin diberitakan tergenang air setinggi satu sampai dua meter.

13680223091860023902

Pintu Air Jagir dari samping

Bicara soal banjir dan pintu air mengingatkan saya pada sebuah bangunan bendung (dam) yang ada di Surabaya. Tepatnya berada di Sungai Jagir, Jalan Jagir, Wonokromo-Surabaya. Sungai Jagir sendiri merupakan anak Sungai Brantas.

Sebagian orang, mungkin termasuk warga Surabaya sendiri menganggap bangunan Pintu Air Jagir ini sebagai bangunan dam air biasa. Warga yang lalu-lalang berkendara melewati jalan di depan Sungai Jagir seolah acuh saja. Bangunan tua ini terlampaui begitu saja.

13680225392024766674

Keterangan tentang Pintu Air jagir

Padahal siapa sangka dibalik gaya arsitektur bangunan bendung yang bersahaja ini ada sebuah kisah sejarah masa silam. Pintu Air Jagir sebenarnya sudah ada sejak masa penjajahan Belanda di Surabaya.

Para sejarahwan berpendapat bahwa dulu ketika pasukan “Tar-Tar” yang merupakan bala tentara Raja Kubi Lai Kan dari Kerajaan Mongolia hendak menyerang Kediri. Di sekitar pintu air inilah kapal-kapal perang tentara Tar-Tar ditambatkan (bersauh) sebelum menghancurkan kerajaan Kediri.

1368022778736910920

Taman bunga yang cantik menambah pesona Pintu Air Jagir Surabaya

Kerajaan Kediri kala itu diperintah oleh Prabu Jayakatwang. Perasaan dendam kesumat dan sakit hati yang begitu mendalam Raja Kubi Lai Kan terhadap Kertanegara belum terbalaskan. Lalu dilakukanlah penyerangan kembali ke Jawa.

Sejarah sudah berubah. Kertanegara yang merupakan raja terakhir Kerajaan Singosari itu jauh-jauh hari sebelum kedatangan bala tentara Tar-Tar ternyata sudah tewas ditangan Jayakatwang. Sementara Kubi Lai Kan mengira Kertanegara masih hidup.

13680230361733792193

Pintu Air Jagir lebih dekat

Pertempuran pasukan Tar-Tar dengan Jayakatwang dari Kediri tak terelakkan lagi hingga akhirnya Jayakatwang tewas. Dalam pertempuran itu bala tentara Tar-Tar kehilangan banyak pasukan.

Kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Raden Wijaya dengan bantuan Arya Wiraraja dari Madura untuk balik menggempur pasukan Tar-Tar yang sudah kocar-kacir itu.

Akhirnya pasukan Tar-Tar dipukul mundur dan sebagian lagi diusir kembali ke negaranya. Maka kemudian berdirilah Kerajaan Majapahit dengan Raden Wijaya sebagai raja pertamanya.

13680510181668296437

Ini dia pintu air di Bangunan Air Jagir yang bisa dibuka tutup sesuai keperluan

Di masa pemerintahan Belanda di Surabaya, Pintu Air Jagir digunakan untuk mengendalikan debit air di kawasan Jagir dan sekitarnya.

Sampai sekarang pintu air ini masih berfungsi sebagai pengendali banjir di Surabaya. Bangunannya yang kuno tetap terawat dengan baik. Pemerintah Kota Surabaya menjadikan bangunan warisan Belanda ini sebagai benda cagar budaya yang banyak dikunjungi wisatawan.

13680238381584297701

Asyik memancing di dekat Pintu Air Jagir

Keberadaan Pintu Air jagir menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat di sekitarnya. Kawasan di sekitar Sungai Jagir sering dimanfaatkan pengunjung untuk memancing ikan. Tak pelak lagi peluang ini dimanfaatkan sebagian orang untuk mendirikan toko alat-alat pancing dan perlengkapan memancing lainnya.

1368024780114086137

Berjualan pancing dan perlengkapannya di tepi Sungai Jagir

Sebagian pengunjung nekat untuk berenang, meski sudah ada rambu-rambu larangan berenang, sebab saat musim hujan tiba, air Sungai Jagir derasnya minta ampun.

13680241211802246868

Himbauan untuk berhati-hati di sekitar bangunan Pintu Air Jagir

Cerita dari mulut ke mulut yang berkembang hingga saat ini, dulu di sungai ini sering terjadi korban orang tenggelam. Cerita mengerikan ini dikaitkan dengan keberadaan siluman buaya putih yang ada di pintu air yang konon angker itu.

Terlepas dari benar tidaknya cerita tersebut yang pasti hingga saat ini bangunan Pintu Air Jagir tetap berdiri dengan kokohnya meski terendam air selama ratusan tahun.

13680243331493494475

Seorang ibu sedang menjual sejenis ganggang yang diperoleh dari pintu air di Sungai Jagir

Secara ekologi, lokasi di sekitar pintu air ini cocok bagi habitat semacam ganggang air. Ada sebagian penduduk setempat yang berprofesi sebagai pencari ganggang air ini untuk makanan ikan hias. Alhasil pendapatan menjadi bertambah dengan potensi ganggang air yang ada di sekitar pintu air.

13680245151482152912

Kepala kereta api yang sedang melintas di atas Sungai Jagir, lokomotif ini berasal dari Stasiun Kereta Api Wonokromo tidak jauh dari pintu air

Bagi Anda atau traveler lainnya yang kebetulan berkunjung ke Surabaya tidak ada salahnya meluangkan waktu sejenak untuk menikmati cantiknya bangunan bendung warisan Belanda ini sekaligus menelusuri lebih jauh relung-relung kehidupan masyarakat sekitar Pintu Air Jagir.

Pintu Air Jagir berada tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Wonokromo. Juga tidak jauh dari terminal angkutan kota Joyoboyo. Anda bisa berjalan kaki atau naik becak untuk bisa sampai ke lokasi ini.

1368051382886281785

Pintu Air Jagir terbukti handal mengendalikan banjir di Surabaya

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Catat, Bawaslu Tidak Pernah Merekomendasikan …

Revaputra Sugito | | 23 July 2014 | 08:29

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Jejak Digital, Perlukah Mewariskannya? …

Cucum Suminar | | 23 July 2014 | 10:58

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat anda? …

Robert O. Aruan | 3 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 6 jam lalu

Membaca Efek Keputusan Prabowo …

Zulfikar Akbar | 6 jam lalu

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 16 jam lalu

Kalah Karena Dicurangi? Belajarlah pada …

Ipul Gassing | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: