Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Teguh Hariawan

Guru Fisika Pecinta Sejarah. Menyurat yang Silam, Menggurat yang Menjelang : (Nancy K Florida)

Atraksi Kebal Pemain Debus Dalam Festival Bantengan

REP | 13 May 2013 | 21:29 Dibaca: 743   Komentar: 17   10

13684543701234056498

Banteng Ketaton (dok pribadi)

Mula-mula para pesilat saling berlaga. Jurus-jurus cantik mereka peragakan. Saling pukul saling tangkis dan saling tendang.  Diiringi bunyi tabuhan Demung yang bersahutan ditingkahi 2 kendang yang rancak. Jidor (sejenis bedug) bertindak sebagai pemutus iringan. Tak tung tak dor.. tak tung tak dor. Lalu, pesilat mundur dari arena. Diganti dengan munculnya  rupa-rupa hewan hutan di arena. Adegan ini  disebut Buron Alas (Buruan Hutan).  Ada Harimau, Naga, Monyet dan Ayam Hutan. Mereka menari  dan menonjolkan kegagahan serta  kelincahan. Tak lama, 2 Banteng Besar muncul menerjang. Terjadi perang tanding tak seimbang. Dua Banteng dikerubuti Buron Alas. Akhirnya, sang Banteng pun memenangkan pertempurannya.

1368454423211240393

Ciaaattttt… seni beladiri pencak silat (dok pribadi)

13684544611825045343

Buron Alas sedang bertarung melawan Banteng (dok pribadi)

Itu salah satu adegan yang diperagakan dalam Festival Bantengan dan Bulan Purnama Mojopahit 2013, di Trawas, Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu. Melihat antusiasme pserta dan penonton tak berlebihan jika Bantengan layak disematkan sebagai ikon Kabupaten Mojokerto.   Peserta datang dari setiap penjuru Kabupaten Mojokerto mewakili masing-masing kecamatan. Tak kurang dari 12 grup Bantengan tampil untuk memperebutkan Trophy Bupati Mojokerto.  Ini masih ditambah tampilan eksibisi dari grup-grup pendamping dari wilayah  Kecamatan Trawas. Tentu saja, Lapangan Trawas yang biasanya hening, maka dua hari itu penuh dengan lautan manusia.

1368454690323605029

Grup Bantengan Roda Jaya dari Trawas (dok pribadi)

1368454491445756494

Pengirin Musik Bantengan sedang beraksi (dok pribadi)

Bantengan merupakan salah satu seni tradisional  asli masyarakat Kabupaten Mojokerto. Disebut Bantengan, karena unsur utama kesenian ini adalah berupa Kepala Banteng, yang dibuat dari tanduk Sapi yang dibuatkan kepala dari kayu. Kemudian, Kepala Banteng itu dilengkapi dengan selubung kain panjang hitam menyerupai penutup. Diperlukan 2 orang untuk memainkan  Bantengan ini. Seorang bertugas sebagai pemegang Kepala Banteng, sekaligus sebagai bagian kaki depan Bantengan. Orang yang lain, bertugas sebagai ekor, sekaligus kaki belakang Banteng.

Festival Bantengan

Festival Bantengan ini merupakan salah satu upaya pelestarian Seni Tradisional Bernuansa Majapahit. Di dalamnya terkandung unsur Seni Beladiri Pencak Silat. Secara umum, tiap grup memiliki ciri yang sama. Baik dari segi peralatan Bantengan mupun musik pengiringnya. Termasuk pula pakem skenario (jalan cerita) yang ditampilkan dalam Festival Bantengan banyak  kemiripan. Hanya berbeda judul dan pemerannya saja.

Sebuah grup Bantengan pasti memiliki 2 Banteng atau lebih. Ditambah dengan 2 Topeng Harimau. Kadang ada yang melengkapi dengan topeng Monyet. Dalam festival kali ini, ada peserta yang kreatif menampilkan Naga dan Ayam Hutan. Musik pengiring juga hampir seragam. Dua buah kendang  dilengkapi 2 demung dan satu buah Jidor. Namun ada juga grup yang membawa 1 set Drum sehingga musik terdengar makin rancak. Lalu ada satu orang yang bertugas sebagai Pranatacara. Tugasnya memberikan sambutan, perkenalan dan membawakan jalan cerita sepanjang pertunjukan.

Atraksi Bantengan yang paling ditunggu oleh penonton adalah  setelah Adegan Buron Alas.  Saat itu di arena terjadi perang tanding antara hewan-hewan hutan (buruan hutan) dengan 2 banteng yang jadi ikon utama. Setelah cemeti besar berkali-kali disabetkan, entah karena ada unsur magis atau hanya halusinasi, pada akhirnya semua pemain (baik Buron Alas dan peraga Banteng) dilanda In Trance. Kesurupan!  Saat itu semua pemain menanggalkan topengnya. Bergerak kesana kemari mengikuti alunan musik. Gerakannya mirip dengan gerakan hewan yang topengya tadi dipakai. Mata mereka mendelik. Korneanya kelihatan bagian putih saja. Bahkan pemain banteng tak segan-segan memakan rumput di lapangan. Langsung dengan mulutnya. Dikunyah-kunyah sampai habis. Lalu ambil lagi seperti Banteng beneran. Seru!

13684545351818722392

Dua banteng sedang beradu (dok pribadi)

13684545771192628518

Buron Alas diseruduk banteng (dok pribadi)

13684546601453859366

Penyadaran dari kesurupan (dok pribadi)

Tak dinyana, ada segerombol penoton usil yang melambai-lambaikan tanganya. Dikibarkan kain (saputangan) sambil bersuit-suit, keras.  Dampaknya, pemain bantengan yang sedang kesurupan di tengah arena seakan mendapat tantangan. Tetap dengan lagak lagunya mereka menatap tajam pada penonton yang bersuit-suit. Tiba-tiba……   pemain yang In Trance berlari mendekati penonton tersebut. Sebagian penoton buyar sebelum pemain tiba. Tapi, crew pendamping dari grup Bantengan sudah siaga. Begitu ada pemain yang hilang kendali mereka segera mengamankannya. Agar tak sampai terjadi keributan.

1368454736530694855

In Trance.. enjoy saja makan rumput.. ganyang sampai habis! (dok pribadi)

Atraksi Ilmu Kebal Pemain Debus

Festival Bantengan di Trawas Mojokerto juga menyajikan tampilan eksibisi yang tak kalah serunya. Atraksi Sulap  Debus. Disebut eksibisi karena Debus bukanlah bagian yang pakem dari Seni Tradisional Bantengan. Tapi, ini juga mampu menghipnotis penonton karena tampilannya yang luar biasa.

Di awal memang sempat terjadi insiden. Pemain utama Debus yang menyemburkan cmpuran minyak tanah dan (bensin?)  ke sebuah Obor. Terjadi kecelakaan. Api membesar tak terkendali. Jilatannya sempat memanaskan sebagian wajah. Otomatis wajahpun melepuh. Tapi sang pemain pantang mundur apalagi menyerah. Atraksi tetap dilanjutkan.

1368454779546825021

Sebelum Atraksi sembur api (dok pribadi)

13684548311886635396

Ilmu kebal.. menancap tanpa luka dan tetesan darah (dok pribadi)

Dimulai dengan sulap membengkokkan sendok dengan tangan kosong.  Dilanjutkan dengan unjuk Ilmu Kebal. Sebuah pedang besar dan panjang, tampak sangat tajam karena mampu memotong batang-batang pisang sekali tebas. Tapi pedang tersebut ternyata tak menimbulkan luka saat digerakkan di leher dan tangan sang pemain. Luar Biasa!

13684549401109091940

Ilmu Kebal …Pedang pun jadi tumpul (dok pribadi)

Begitu juga saat pemain debus memasukkan batang-batang logam ke lengan dan dadanya. Tak ada luka maupun tetesan darah. Kemampuan untuk menjaga keseimbangan dengan menggantungkan dan memutar badan di sebuah Lampu Neon yang menyala juga menjadi bagian dari atraksi debus ini. Akhirnya pertunjukkan diakhiri dengan atraksi berdiri  di atas gelas kaca tanpa pecah.

Sungguh seru dan luar biasa Festival Bantengan di Mojokerto kali ini. Sebuah festival yang patut diapresiasi karena mampu mengakomodasi dan memberi motivasi pada masyarakat untuk tetap melestarikan seni tradisional yang ada di daerahnya. Ke depan, diharapkan selain seni itu sendiri tetap lestari, dampak pariwisata juga akan muncul dan tumbuh dengan sendirinya. Tentu terjadi sinergi dan peningkatan ekonomi yang luar biasa. Salut untuk Festival Bantengan 2013.

13684549843597271

Berdiri atas gelas kaca tanpa pecah (dok pribadi)

13684550161225164288

Salam dari Sang Banteng (dok pribadi)

Catatan:

Foto dokumentasi Ottes

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 8 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 8 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Rayhaneh Jabbari Membunuh Intelejen Coba …

Febrialdi | 7 jam lalu

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | 7 jam lalu

Enam Belas Tahun yang Lalu …

Muhakam -laugi | 8 jam lalu

Ada Cinta di Minggu Ke-13 …

Rian Johanes | 8 jam lalu

Ayo Muliakan Petani Indonesia …

Robert Parlaungan S... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: