Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Teguh Hariawan

Guru Fisika Pecinta Sejarah. Menyurat yang Silam, Menggurat yang Menjelang : (Nancy K Florida)

Cantiknya Air Terjun Kakek Bodo Tretes

REP | 20 May 2013 | 10:34 Dibaca: 2970   Komentar: 47   13

1369020357974166236

Menghilangkan kepenatan dan suntuk setelah bekerja rutin sangat diperlukan agar  pikiran kembali jernih dan tubuh kembali siap melakukan aktifitas. Nah, cara yang pas untuk me-refresh tubuh adalah menikmati hijaunya pemandangan atau jalan-jalan di alam bebas mendengar suara alam. Termasuk mungkin merasakan segarnya air gunung di sungai-sungai dan air terjun.

Nah, ada objek wisata cantik  terletak di Lereng Utara Gunung Welirang yang cocok untuk aktifitas refreshing itu. Namanya Air Terjun Kakek Bodo. Ada yang menyebut Wana Wisata Kakek Bodo.  Objek ini berada di kawasan Wisata Tretes, diketinggian 850 meter dpl. Hawanya sejuk.   Hutan tempat air terjun ini berada termasuk dalam kawasan hutan lindung RPH Prigen, BKPH Lawang Barat, KPH Pasuruan.

Kakek Yang Bodoh

Berkunjung ke Air Terjun Kakek Bodo Tretes, sangat mudah. Tinggal naik Bus yang ongkosnya 5000 rupiah dari arah Surabaya atau dari arah Malang. Turun di Terminal Pandaan. Lalu, naik angkutan (Colt L-300) jurusan Tretes.  Turun di Pertigaan Kedung Biru Tretes. Tinggal menyeberang jalan menuju loket masuk kawasan Wana Wisata Kakek Bodo. Jadi, hanya sekitar 50 Km dari Surabaya atau Malang. Tidak terlalu jauh.

13690204111217537438

1369020461265392765

Jembatan dan Cungkup Makam didekatnya (dok priabdi)

Air Terjun Kakek Bodo tidak sekedar menyajikan air yang terjun dari ketinggian punggung bukit. Tapi di lokasi ini tersedia sarana bermain yang cukup memadai. Ada kolam renang dan arena bermain anak-anak. Tiket masuk murah meriah. Tidak sampai 10.000 rupiah. Begitu masuk lokasi, Anda akan dimanjakan dengan nuansa hijau khas pegunungan. Pemandangannya elok menawan.

Air Terjun Kakek Bodo jatuh dari punggang bukit setinggi kurang lebih 40 meter. Airnya jernih. Segar dan cenderung dingin. Untuk  mencapai lokasi air terjun, Anda perlu berjalan sekitar 800 meter. Melewati jalan setapak yang layak. Banyak kelokan tapi tidak terlalu menanjak.  Di kiri kanan ada taman-taman asri. Setelah berjalan kira-kira  10 menit Anda akan tiba di sebuah pelataran bukit kecil. Pohon-pohon Pinus usia puluhan tahun kokoh menanungi pelataran. Teduh. Sepanjang mata memandang… hijau dimana-mana.

Jika perjalanan dilanjutkan, akan makin terasa segarnya udara pegunungan. Tak heran, Air Terjun ini sudah dikenal oleh orang Eropa (Belanda) di jaman Pra Kemerdekaan. Setelah melewati jembatan kecil yang melintas diatas sungai berbatu berair jernih, Anda akan mejumpai sebuah cungkup makam. Konon disitulah bersemayam seorang tua yang bernama Kakek Bodo.

1369020633199431888

Jernih, Segar dan dingin khas pegunungan (dok pribadi)

Menurut cerita, dulu saat Belanda menguasai Indonesia, Tretes menjadi kawasan hunian para pegawai Eropa (Belanda). Banyak Villa/ Loji dibangun di kawasan ini. Nah, di salah satu rumah Belanda itu ada seorang laki-laki tua yang santun, sholeh dan cekatan  dalam  bekerja. Dia  sebagai pembantu rumah tangga. Namun  akhirnya, sang pembantu  memilih untuk menyepi. Tapa brata di hutan meninggalkan tuannya. Tentu saja sang tuan  merasa sangat kehilangan. Dibujuknya mantan pembantunya untuk kembali ke rumah. Tapi bujuk rayunya sia-sia. Sang pembantu tetap ingin tinggal sendiri di hutan yang sepi dekat air terjun. Akhirnya, majikan Belanda pun marah-marah dan menyebut mantan pembantunya sebagai KAKEK BODOH. Orangtua yang Bodoh! Sampai sekarang nama itu melekat menjadi sebutan bagi air terjun yang cantik ini.

13690205031654930381

Rajutan Alam di kakek Bodo (dok pribadi)

1369020526710503815

Hijau … hijau hijau.. dan gemercik air (dok pribadi)

Sepeninggal lokasi makam Kakek Bodo, nuansa alami dan cenderung mistis makin menggelayuti perjalanan. Pohon-pohon tua ada di kanan kiri jalan. Akar-akar berusia puluhan (mungkin ada yang ratusan tahun) kadang dijumpai  melintang di tengah jalan. Canopy pohon-pohon hutan itu menanungi sepanjang jalan. Teduh dan tak membuat lelah saat melangkah. Hmm… di kiri ada sungai jernih. Air berkecipak merdu disahuti suara burung liar. Benar-benar suasana yang pas untuk merefresh jiwa. Apalagi  warna hijau juga mendominasi  di setiap penjuru.

Akhirnya, di ujung sebuah cekungan bukit. Terhamparlah pemandangan eksotik. Air meluncur jatuh  tanpa terhalang ke sebuah kolam.  Tidak gemericik tapi deras. Sungguh nikmat  rasanya mandi di kolam di bawah pancuran Air Terjun Kakek Bodo. Anak-anak kecil cukuplah bermain air di sela-sela bebatuan. Wow… pastinya mereka akan riang gembira. Sungguh!

13690206011143045940

Air Terjun Kakek Bodo (dok pribadi)

13690205481814768964

Sebenarnya, ke- elokan  kawasan Air terjun Kakek Bodo tidak hanya sampai disitu. Jika Anda masih suka jalan-jalan, lanjutkan naik ke bukit di kanan Air Terjun. Tracking melintasi jalan setapak akan mampu mengharmonisasi tubuh dengan energi alam. Anda akan tiba di bukit penuh dengan pohon Pinus Merkusii. Namanya Bumi Perkemahan Kakek Bodo. Ini  adalah  lokasi ideal untuk berkemah. Tapi, jika tidak berminat berkemah, terus saja berjalan menuju arah hutan. Susuri sungai kecil.  Pada ujungnya kita  akan menjumpai curahan air dari tebing-tebing. Wujudnya berupa Air Terjun bertingkat yang disebut Air Terjun Alap-alap. Air terjun ini tak kalah indah dengan Air Terjun Kakek Bodo yang ada di bawah. Sayangnya untuk menuju ke sana perlu tenaga ekstra. Mungkin hanya anak-anak muda dan yang punya jiwa petualang bisa menakhlukannya.

Tretes (bagian dari Kelurahan Prigen)  sebagai daerah wisata tidak hanya menyajikan Air Terjun Kakek Bodo dan Alap-alap saja. Ada Air Terjun Puthuk Truno dan Air Terjun Kebo Glundung. Terbaru ada  Air Terjun Centhong. Selain wisata alam, di kawasan Prigen ini juga banyak ada wisata andalan. Sebelum sampai di kawasan Tretes, ada Candi Jawi yang arstistik. Taman Safari II Prigen juga termasuk destinasi yang patut untuk dikunjungi.

Bila Anda ingin bermalam, selain tersedia hotel berbintang, di Tretes juga banyak homestay yang murah. Bisa digunakan melepas lelah. Keluar dari hiruk pikuk kota. Kuliner di depan Hotel Surya berupa Sate Khas Tretes, Wedang Ronde, sangat cocok dinikmati untuk menemani dinginnya malam udara Tretes. Pagi hari sempatkan jalan-jalan ke Pasar Indah Tretes. Bisa berburu tanaman hias. Tersedia aneka buah. Jangan lupa mencicipi Jongkong serta Tetel (Ketan) dan Tape Ketan Hitamnya.

1369020698934265594

Tretes terletak di Lereng G Welirang (dok pribadi)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lebaran Sederhana ala TKI Qatar …

Sugeng Bralink | | 30 July 2014 | 22:22

Ternyata Kompasiana Juga Ada Dalam Bidikan …

Febrialdi | | 30 July 2014 | 04:30

Indonesia Termasuk Negara yang Tertinggal …

Syaiful W. Harahap | | 30 July 2014 | 14:23

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 5 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 7 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 9 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 11 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: