Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Sitti Marlina

Senin, ketika suara bayi perempuan memecah kesunyian di pagi hari. Lina, sapaan akrabnya.Lahir di daerah selengkapnya

Menaklukkan Puncak Gunung Bulusaraung

REP | 22 May 2013 | 11:16 Dibaca: 292   Komentar: 0   0

Menaklukkan Puncak Gunung Bulusaraung

Terik matahari membakar kulit. Jarum jam menunjukkan pukul 12.36 WITA ketika saya melangkah keluar dari kamar kos menuju daerah perbatasan Makassar-Gowa. Ya… Hari ini Sabtu 11 Mei 2013, aku bersama sahabat terdekatku, Hasbullah  akan berkunjung ke Gunung Bulusaraung. Tak hanya kami berdua, tapi dengan teman-teman Pecinta Alam Lapawawoi Bone. Kami berlima, saya, Hasbullah, Edo, Agung, dan Edi  akan menaklukkan terjalnya daerah pegunungan. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di daerah pengunungan yang terletak di Kabupaten Pangkep ini.

Untuk mencapai Kabupaten Pangkep kami menggunakan kendaraan roda dua dan harus berangkat secepat mungkin, mengingat jarak Makassar-Pangkep lumayan jauh, ditambah lagi kami tidak bisa mendaki jika matahari sudah tidur. Saya sangat mengerti kala itu, karena ada saya yang notabenenya seorang perempuan. Mereka mungkin sangat menyadari bahwa stamina dan energi saya lebih sedikit jika dibandingkan mereka yang sudah beberapa kali mendaki.

Kami berangkat dari Makassar Jl. Minasa Upa Blok B9 No.2 sekitar pukul 13.15 WITA. Kami harus melewati jalan Makassar yang ramai untuk mencapai Kabupaten Maros. Dari Kabupaten Maros kami melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Pangkep. Saat tiba di Kawasan Gunung Bulusaraung  kami disambut dengan jalanan menanjak dan berkelok-kelok. Suasana yang alami sangat menentramkan jika dibandingkan dengan Kota Makassar yang suhunya mencapai 31 derajat Celsius. Kesejukan dan limpahan udara bersih ditambah pemandangan hijau bagaikan mencuci paru-paru dan mata. Sekitar pukul 15.43 WITA akhirnya kami tiba di jalan menuju Desa Tompo Bulu Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep.

Pendakian kami mulai setelah berdoa bersama, memohon kelancaran dan kemudahan dalam perjalanan ini. Pukul 16.00 WITA kami start. Sebelumnya kami telah membayar sebesar Rp 3.000/orang untuk memasuki kawasan wisata Bulusaraung dan sewa parkir per motor sebesar Rp 3.000/motor. Track yang harus dilewati cenderung lebih mudah, sangat bagus untuk pendaki pemula, apatah lagi seperti saya yang baru menggelutinya.  Track ini akan semakin mudah jika hujan tidak mengguyur kawasan ini. Namun jika hujan datang harus ekstra hati-hati karena jalan yang dilewati licin.

Untuk mencapai tempat berkemah harus melewati 9 pos dan mencapai puncak harus mengerahkan energi dan stamina lebih karena pendakian cukup terjal menuju puncak (Pos 10). Jarak antar pos cukup pendek. Track yang cukup panjang dan terjal terdapat dipos 3 menuju pos 4, pos 7 sampai pos 8, dan pos 9 menuju pos 10 (puncak). Sisanya cukup landai meski sesekali masih cukup terjal. Untuk mencapai tempat mendirikan tenda kami membutuhkan waktu 2 jam lebih. Sesampainya disana sudah banyak tenda-tenda yang berdiri. Menurut keterangan petugas waktu registrasi, pendaki sudah mencapai 200 orang yang akan camp di pegunungan Bulusaraung. Setelah mendirikan tenda, kami langsung menuju sumber air, untuk mencapainya harus berjalan kearah barat. Sesudah mengerjakan kewajiban kami sebagai muslim kami bersiap untuk makan malam. Menu yang sederhana, mie instan, nasi, telur dadar dan racca-racca mangga cukup membuat perut tenang.

Suasana malam cukup dingin. Kami tidak bisa melihat bintang karena tertutup rimbunnya pohon. Jelang tengah malam, hujan mengguyur dan membuat para pendaki larut dalam keheningan malam di dalam tenda.

***

Kakiku yang basah karena air yang merembes masuk ke tenda membangunkanku. Belum lagi suara ramai oleh pendaki lain turut membangunkanku. Kami sepakat untuk ke puncak melihat matahari terbit. Untuk mencapai pos 10 (puncak) kami harus melewati track terjal. Seingatku selama perjalanan ini, pos 9 menuju pos 10 adalah yang paling terjal.

Puncak tertinggi di terletak pada ketinggian 1.565 m.dpl di sebelah Utara Pegunungan Bulusaraung. Puncak Gunung Bulusaraung sendiri terletak pada ketinggian 1.353 m.dpl. Sisi ini dicirikan oleh kenampakan topografi relief tinggi, bentuk lereng yang terjal dan tekstur topografi yang kasar. Jika Anda sedang beruntung, anda bisa menyaksikan pemandangan gugusan perbukitan dan bebatuan sejauh mata memandang. Namun sayang, saat saya mencapai puncak, kabut menyelimuti puncak pengunungan Bulusaraung. Tak hanya itu angin bertiup kencang mengharuskan pendaki ekstra hati-hati. Kami harus menunggu cukup lama agar kabut dibawa pergi oleh angin. Satu lagi, kebiasaan para pendaki biasanya menunggu moment yang paling ditunggu dipagi hari, yakni sunrise tapi kami harus kecewa karena awan menutupinya sehingga tidak bisa melihatnya kali ini.

Setelah puas berbincang dengan alam, kami sepakat untuk kembali ke tenda yang berada di Pos 9 dan menikmati sarapan sebelum kami berkemas untuk kembali ke Makassar. Perjalanan menuruni pegunungan lebih cepat kali ini dibandingkan saat mendaki. Apatah lagi sekembalinya kami tanpa istirahat. Perjalanan kami ini lancar walaupun saya sempat keseleo tapi tidak mengganggu perjalan saya kembali ke Kota Anginmammiri.

Teimakasih buat referensinya :

http://27centimeter.blogspot.com/2013/05/keanggunan-gunung-bulusaraung-1353-mdpl.html

http://www.tn-babul.org/index.php?option=com_content&view=article&id=156&Itemid=206

Makassar, 22 Mei 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 5 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 13 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 13 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 16 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: