Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Iwan Permadi

a freelance tv creative

Air Terjun dan Air Panas di Sentul

REP | 27 May 2013 | 08:59 Dibaca: 3846   Komentar: 0   0

13696198241734503429Wisata alternatif keluar dari kepenatan Jakarta tidak perlu jauh-jauh ternyata, apalagi dengan kemacetan luar biasa pada saat weekend terutama ke Puncak atau Anyer.  Air Terjun Bidadari atau Curug Bojongkoneng dan Kolam Mandi Matahari di Sentul Paradise Park-Bojong Koneng-Sentul City, setengah jam dari jalan tol Jagorawi bisa sedikit melupakan kejenuhan dan kebosanan melihat padat dan ruwetnya Jakarta. Lokasi ini bisa dicapai setelah melewati pintul tol Sentul Selatan (Sentul City) ke arah Rainbow Hill dengan jarak tempuh sekitar 7km.

Air terjun yang cukup deras ini  punya tinggi 40 meter  dan lebar 70 meter ini memang sangat memukau karena bisa dicapai dan didekati - cukup aman - dan bagi mereka yang doyan air - siapkan celana pendek dan telanjang dada bagi pria , sedangkan bagi kaum wanita siapkan baju seperlunya, langsung nyebur dan bisa berfoto bersama. Ada banyak tukang foto beroperasi bila anda memang ingin difoto, cukup keluar kocek Rp.20.000/photo atau anda juga bisa bawa kamera sendiri dan berfoto disana.  Yang unik sensasinya buih dan muncratan air itulah yang asyik.

Karena jalannya menurun, siapkan kondisi mobil anda dengan sempurna karena bukan hanya turun saja, kelak pulangnya mobil harus kuat nanjak, kalau nggak kuat juga banyak anak-anak remaja setempat yang membantu mendorong mobil keatas-jangan lupa uang receh buat bantuan mereka. Tiket masuk untuk weekend Rp.25 ribu per orang, kalau weekday Rp.20.000, sedangkan hari libur besar,Rp.30.000 per orang. Parkir mobil : Rp.10.000/mobil, kalau motor Rp.5.000.

Di sekitar air terjun ada kolam mandi Matahari , tidak dalam-cocok untuk anak-anak dan orang tua yang sekadar berendam. Ada perangkat berenang yang disiapkan seperti ban karet untuk satu orang dan dua orang dengan harga Rp.15.000-Rp.20.000. Bagi rombongan keluarga siapkan juga  tikar untuk duduk-duduk bersama disana karena ketersediaan tempat untuk bercengkerama disaat padat pengunjung terasa kurang.  Ada juga warung yang melayani selera makan anda-bagi anda yang berkocek cekak disarankan tidak menikmati warung di dekat kolam karena harga makanan dan minumannya dua kali lipat dari warung-warung di bagian atasnya.  Souvenir semacam kaos dan pernik-pernik lainnya bisa dibeli disini.

Kebalikan dari Air Terjun Bojongkoneng ini adalah Taman Air Panas Gunung Pancar. Kalau Lokasi Air Terjung menurun makan Lokasi Air Panas ini menanjak. Cuma dalam pengelolaannya Air Panas Gunung Pancar ini tidak cukup “well-maintenance” pengelolaannya. Selain tempatnya terlihat “kusam” juga perawatannya kurang sehingga tidak cukup mengundang orang untuk berendam disana, tapi bagi mereka yang hobi berendam dengan air panas, tidak ada masalah, selain bisa “berhangat-hangat ria” ternyata air yang ada disini bukan dari belerang sehingga tidak ada bau belerang tapi air mineral/panas bumi.

Harga untuk masuk ke lokasi ini cukup murah, Rp.10.000 per orang ditambah parkir mobil. Disamping itu ada juga penginapan disini. Lokasinya memang cukup “eksotis” karena dikelilingi pohon pinus yang masih lebat dan terjaga-maklum masih dikelola PT Perhutani. Selamat berjalan-jalan di lokasi alam yang asri dan tidak jauh dari Jakarta.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 4 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 4 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 5 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 7 jam lalu

Pak Jokowi Tolong Fokus pada Potensi, Sambil …

Thomson Cyrus | 7 jam lalu

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | 7 jam lalu

Transjakarta VS Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | 8 jam lalu

Kasus MA, Pornografi dan Siapa Para …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: