Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Nurdin Al-azies

Pengsisi Tetap "Ruang Inspirasi Muda" di RRI, Founder and Creative Motivation Trainer di Creative Motivation, selengkapnya

Observasi Misteri Goa Godawang

REP | 29 May 2013 | 11:54 Dibaca: 810   Komentar: 0   0

Beberapa minggu kebelang aku diundang untuk mengisi acara di sebuah pondok pesantren yang ada di Kabupaten bogor, tepatnya di daerah cigudeg Bogor jawabarat.

Nama daerah yang belum pernah aku dengar sebelumnya bahkan tak tau dimana lokasinya. saking penasarannya dengan daerah tersebut, saya membuka laptop dan mencoba menelusuri dimana letak cigudeg itu  dengan bertanya ke Mbah Google. Map, dan akhirnya saya menemukan tempat dimana ponpres yang akan saya kunjungi ternyata lumayan cukup jauh.

tapi yang menarik adalah, saya menemukan disekitar lokasi yang tidak jauh dari ponpresnya ada sebuah wana wisata yang cukup menarik untuk di kunjungi, wana wisata itu dinamakan GOWA GODAWANG, nah dari sinilah sebenarnya saya merasa penasaran, seperti apa sih goa godawang itu dan bagaimana keadaanya, sehingga saya putuskan menerima panggilan tersebut dan merencanakan akan singgah di wana wisata yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, lumayan kan sekali melintas 2 aktivitas kita lakukan hehe..

berangkat….

betul saja jalan yang aku tempuh, ternyata diluar prakiraan, lokasinya cukup jauh dan memakan waktu yang lama, padahal agenda yang ada di undangan adalah pukul 9.00 WIB, alhasil kami telat sekitar 1 jam, tapi alhamdullilah ketelatan kami membawa keberkahan, hehe.. kami diminta ngisi acara setelah istirahat siang, jadi audien sudah solat dan sudah makan siang dan bisa fokus pada penyampaian, waktu berjalan dan kamipun mengisi acara dengan sukses, alhamdullilah..

tak sabar, kamipun  bergegas ke tempat misteri ingin melakukan penelusuran dan berobservasi ke tempat yang membuat penasaran.

GOA GODAWANG..! BERANGKAT PA…!

dengan menggunakan Mobil isuzu Fanter Putih, kami melaju menelusurih hutan yang cukup rimba, tak terlihat jejak-jejak wisata, kamipun memutuskan tetap meneruskan perjalanan, ternyata lokasi dari jalan raya tidaklah begitu jauh dan kamipun berhasil sampai di tempat tujuan.

Mulut Gowa Godawang simasigit
Mulut Gowa Godawang simasigit

Lokasi GOA.

Sulit untuk mengetahui secara pasti sejarah goa Gudawang. Kapan ditemukan, siapa yang menemukan dan kenapa dinamakan Gudawang.

MENURUT Petugas yang ada dilokasi dan pemandu wisata Goa Gudawang mengatakan, Gudawang berarti kosong gorowong artinya goa yang kosong, hanya air, stalaktit dan stalakmit di dalamnya. Ada juga yang mengatakan Gudawang berarti Gudang Uang, karena dulu banyak sarang burung walet di sana yang harganya mahal. Versi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor,Gudawang berasal dari kata “Kuda Lawang” yang artinya buntut/ekor kuda yang dikepang. Semua goa yang ada dilokasi ini dialiri sungai yang bersumber dari Bukit Rengganis. Berikut ini adalah cerita tentang goa-goa dikawasan Goa Gudawang menurut bapak, yang aku lupa mencatat siapa namanya,

kali ini kami akan menuju goa pertama, yang jaraknya dari pintumasuk paling dekat, inilah dia Goa Simasigit :

Suasana dalam Goa SIMASIGIT
Suasana dalam Goa SIMASIGIT

Situasi dalam Goa

Situasi dalam Goa

Di antara 3 goa yang ada di sekitar Goa Gudawang, Goa Simasigit adalah goa yang paling pendek. Panjangnya sekitar 30 meter dan selalu digenangi air. Menurut pemandu wisata, asal mula penamaan Goa Simasigit adalah karena goa tersebut sering dijadikan tempat persinggahan bukan hanya untuk beristirahat tapi juga untuk melakukan sholat. Simasigit diambil dari kata Masigit yang berarti Masjid/Musholah atau langgar. Konon Sultan Hasanudin sebelum menjadi Sultan, sempat singgah di sana dalam perjalanan menuju Banten. Di goa ini dulunya terdapat banyak sarang burung walet dan kelelawar, Wow…, menarik bukan, setelah puas di goa simasigit, lanjut yu ke goa berikutnya .

nah inilah ga Goa Simenteng :

suasana dalam Goa
suasana dalam Goa Simenteng

Goa Simenteng terletak sekitar 50 meter dari goa Simasigit. Panjang goa Simenteng sekitar 250 meter. Goa ini sudah dilengkapi dengan penerangan listrik yang membantu pengunjung untuk dapat melihat bagian dalam gua dengan baik.Didalam goa pengunjung bisa melihat staklaktit, stalakmit dan gourdam yaitu kolam bertingkat-tingkat yang terbentuk karena pengendapan kalsit di stalakmit. Di dalam goa ini juga terdapat aliran sungai yang sumbernya berasal dari Bukit Rengganis. Dinamakan goa Simenteng, konon karena di sekitar goa dahulunya banyak ditumbuhi pohon menteng. Sayangnya sekarang pohon menteng tersebut tidak ada lagi, coba aja masih ada mentenggnya, lumayan kan bisa ngilangin haus, maklum ternyata menyusuri goa  simenteng, bikin kerongkongan kehabisan air, hehe, nah disini kalian bisa melihat betapa azippnya gowa ini, karena sudah memiliki fasilitas penerangan, ini dia dokumentasinya, cecedottt.

Suasana Dalam GOA

Suasana Dalam GOA

Kontur Goa, licin banyak air dan penug dengan stalakmit

Kontur Goa, licin banyak air dan penug dengan stalakmit

Puas dengan goa simenteng, tinggal satu goa lagi yang akan kita kunjungi, yaitu Goa Sipahang :

Goa Sipahang adalah goa yang paling panjang. Jarak dengan Goa Simenteng sekitar 500 meter. Panjang goa sekitar 750 meter. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat kelelawar yang bersarang. Menurut pa pemandu kami, kelelawar akan keluar sekitar pukul 6 sore. Banyaknya kelelawar menimbulkan bau yang tidak sedap. Bau yang ditimbulkan seperti bau urine yang menyengat. Itulah sebabnya goa ini dinamakan Sipahang. Pahang dalam bahasa Sunda berarti bau yang menyengat  seperti bau urine atau air seni.

Goa ini dialiri sungai yang cukup lebar sekitar 4 meter. Pada saat musim hujan lokasi ini dilarang untuk dimasuki. Menurut bapak pemandu kami, pada tahun 2004 ada 2 orang mahasiswa pecinta alam yang tewas tenggelam di goa Sipahang, serem juga ya . Mereka nekat masuk saat musim hujan  meski sudah diperingati oleh petugas. Mayat keduanya baru bisa dievakuasi keesokan harinya setelah banjir surut. hehe… mendengar cerita tersebut kamipun cepat-cepat bergegas keluar…

heheh… penakut.. , eit bukan , memang kondisinya hampir sama, cuaca pada waktu itu sedikit medung.. karena sudah puas, mending kami pulang aja ah..

Suasana GoA Godawang Jawabarat
Suasana GoA Godawang Jawabarat

nah menarik bukan!, perjalanan kami kali ini mendapatkan banyak manfaat, disamping bisa bersilaturahmi dengan adik-adik di pondok pesantren darunajjah cipining, kamipun bisa berwisata murah meriah dengan berkunjung ke lokasi yang azip..yaitu goa godawang..

ok sob, semoga bermanfaat dan kapan kalian berkunjung ke sana…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 9 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 12 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 14 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kompasianer Dian Kelana Nulis Novel …

Thamrin Sonata | 9 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | 10 jam lalu

Semua Anak Kreatif? …

Khoeri Abdul Muid | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: