Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Agoeng Widodo

Seseorang yang sedang belajar, dan sangat memimpikan Indonesia yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem karto selengkapnya

Mengintip Koleksi “Museum Gajah”

HL | 04 June 2013 | 15:56 Dibaca: 3660   Komentar: 44   17

Anda pernah ke kota Jakarta? Apa icon kota Jakarta yang paling anda ingat? Mendapat pertanyaan tersebut, pasti banyak diantara kita yang menjawab Monas sebagai icon kota Jakarta. Tak salah, karena Monumen Nasional yang puncaknya berlapiskan emas tersebut memang sangat familiar sebagai icon kota Jakarta. Terlebih keberadaannya yang konon berada di tengah kota menjadikan monumen ini mudah dijangkau dari arah mana saja. Lantas tahukah anda dengan Museum Nasional? Dan dimana letak museum nasional?

137033286478659354

Halaman Depan Museum Nasional (dok. pribadi)

Museum Nasional terletak di Jalan Merdeka Barat Jakarta, atau tepatnya berada disebelah barat dari tugu monas (monumen nasional).  Museum ini juga sering disebut dengan Museum Gajah. Hal ini disebabkan adanya patung gajah pada bagian depan museum.  Patung gajah berbahan perunggu ini merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn dari Kerajaan Thailand (th 1871). Selain patung gajah, pada halaman gedung museum juga terdapat beberapa meriam kuno yang tertata rapi.

1370333531620437567

Meriam di Depan Museum Nasional (dok. pribadi)

Museum yang buka setiap hari ini (kecuali hari Senin dan libur nasional/keagamaan) juga sering disebut Gedung Arca. Hal itu disebabkan karena banyaknya koleksi arca  dari berbagai jaman ada di gedung ini. Meskipun memiliki berbagai macam koleksi arca, namun ada 1 arca yang begitu terkenal disini, yakni Arca Bhairawa. Arca setinggi lebih dari 4 meter ini begitu mencolok berdiri kokoh diantara arca-arca lain yang berukuran lebih kecil.

13703341881091810580

Arca Bhairawa (paling kanan) dan arca lain (dok. pribadi)

Pada bagian dalam museum nasional juga terdapat Taman Arca.  Sesuai dengan namanya, taman berumput hijau ini juga dipenuhi dengan arca-arca berbagai bentuk dan ukuran, serta lumpang-lumpang kuno (yoni) yang terbuat dari batu andesit. Salah satu yang mencolok di taman arca yakni arca Nandiswara yang berbentuk lembu (sapi).

1370334633792819464

Taman Arca Museum Nasional (dok. pribadi)

Selain arca, museum nasional (yang merupakan museum terlengkap di Indonesia) ini juga memiliki Ruang Miniatur Rumah Adat. Di ruangan ini kita bisa menyaksikan berbagai miniatur rumah adat berbagai suku di Indonesia (dari Sabang sampai Merauke). Di sinilah kita bisa belajar dan mengenal berbagai rumah tradisional berbagai suku di negara kita. Bahkan ada juga ruang Gamelan. Sesuai namanya, ruangan ini berisi berbagai perangkat gamelan yang merupakan salah satu alat musik tradisional kita.

13703349471116177318

Gamelan dan miniatur rumah adat (dok. pribadi)

Bahkan berbagai nekara perunggu hingga berbagai koleksi keramik dari berbagai jaman juga melengkapi koleksi museum nasional. Semuanya tertata rapi dalam ruangan masing-masing. Untuk koleksi keramik dipajang pada lemari-lemari kaca sehingga pengunjung bisa melihatnya dengan jelas meski tanpa harus memegangnya. Tentu saja hal ini dimaksudkan agar tidak merusak koleksi-koleksi keramik yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.

13703354001388788994

Nekara perunggu, koleksi keramik (dok. pribadi)

Koleksi yang tak kalah bagusnya yakni Galeri tekstil di sayap selatan. Berbagai tekstil khas Indonesia ada di sini. Kebanyakan disimpan dalam lemari kaca, sehingga kita hanya bisa melihat tanpa bisa memegangnya. Sungguh beragam bukan koleksi museum nasional? Bukan itu saja, museum ini juga memiliki galeri arkeologi, galeri prasejarah, berbagai koleksi perhiasan, dan lain-lain yang konon jumlahnya mencapai lebih dari 140 ribu macam koleksi.

1370335693495983327

Galeri tekstil (dok. pribadi)

13703357231136201096

Galeri tekstil (dok. pribadi)

Dengan jumlah koleksinya yang beragam tersebut, museum bukan saja merupakan tempat untuk menyimpan benda-benda kuno saja. Lebih dari itu museum juga bisa memberikan informasi visual melalui benda-benda koleksi yang ada. Selain itu museum juga berfungsi sebagai sarana  edukasi  yang bisa menceritakan keadaan dari berbagai jaman. Tentu saja selain itu museum juga berfungsi sebagai sarana hiburan yang menarik. Bagaimana tidak, dengan tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- (untuk dewasa) dan Rp. 2.000,- (untuk anak-anak) kita bisa tahu dan belajar banyak tentang sejarah bangsa melalui benda-benda yang ada di sana. Jadi masih ragu untuk berkunjung ke museum?

1370336094887264331

Museum nasional (dok. pribadi)

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 3 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 4 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 6 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 7 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 7 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: