Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Yoshepin Lim

i am programmer 18F

Klenteng Kong Miao, Cermin Budaya China di Indonesia

REP | 10 June 2013 | 15:59 Dibaca: 10454   Komentar: 5   3

13708538361517405119

Bagian depan klenteng yang megah -sumber: detik travel-

Mendengar kata Etnis Cina membuat kita teringat akan nama-nama tempat yang sudah cukup popular di Ibukota Indonesia, seperti Bidara Cina dan Kuburan Cina ataupun nama makanan seperti Petai Cina dan tumbuhan Pacar Cina. Tapi tahukah kalian bahwa etnis yang kini lebih sering disebut sebagai Etnis Tionghoa pertama kali datang ke Indonesia pada abad ke-7 tetapi baru menyebar ke pelosok nusantara empat abad kemudian?

Hal itu dikarenakan adanya pengaruh dari zaman penjajahan Belanda yang mengistimewakan Etnis Cina sehingga timbul kebencian di hati masyarakat pribumi. Etnis Cina yang saat itu dianggap bersekutu dengan para penjajah sangat dilarang dan tidak diakui keberadaannya bahkan pada masa-masa Orde Baru sekalipun.

Tapi itu dulu, sekarang Etnis Cina atau Etnis Tionghoa memiliki koloni sendiri yaitu kampung Cina. Agama dan hari-hari besar mereka pun telah diakui oleh negara. Terbukti dengan dibangunnya Klenteng Kong Miao di salah satu tempat wisata di Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah, membuat seolah Etnis Tionghoa sudah menjadi bagian dari ke-bhineka tunggal ika-an Indonesia.

Klenteng merupakan tempat ibadah Konghuchu. Biasanya pada hari-hari besar seperti Imlek dan Cap Go Meh, Etnis Cina akan merayakannya dan beribadah di sana. Salah satu hal yang paling menarik bagi masyarakat awam ketika Tahun Baru Cina datang adalah mereka-Etnis Cina-akan memunculkan tarian Barongsai.

13708540201123546547

Tarian Barongsai yang atraktif (YF)

Mitosnya, tarian Barongsai bertujuan untuk menghindari aura jahat yang sudah sejak zaman Dinasti Qing membuat keonaran di tanah Cina. Itu sebabnya setiap menjelang hari Imlek, tarian berkostum singa itu tidak pernah luput dari perayaan mereka.

Klenteng Kong Miao yang resmi dibuka oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Desember 2010 lalu, memiliki arsitektur yang menarik. Berbagai warna menghiasi dinding bangunan meski warna merah lebih mendominasi. Tapi justru warna merah itulah yang membuat Klenteng Kong Miao terlihat cantik dan anggun.

1370854296217443867

Diantara tiang berornamen naga (YF)

13708544332023316832

Balkon Da Cheng Dian (YF)

Tarian Barongsai juga hadir di tengah-tengah keramaian pengunjung, meski belum masuk hari Imlek, para penari Barongsai tetap melakukan atraksinya sebagai hiburan.

13708545901673248731

Tarian Barongsai (YF)

Oh iya, walaupun Klenteng yang letaknya tak jauh dari bangunan IMAX Keong Mas itu adalah tempat ibadah, para pengunjung non-Kongwuchu tetap boleh masuk ke sana kecuali ruangan ibadahnya.

——————-

Salam UG,

Nama : Yoshepin Febri Yanti

Kelas : 1IA15

NPM : 57412871

Tema : Manusia dan Kebudayaan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sensasi Mudik Melintasi Jalan Daendels yang …

Hendra Wardhana | | 23 July 2014 | 16:32

10 Keunikan Ramadhan di Turki …

Wardatul Ula | | 23 July 2014 | 15:32

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 6 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 7 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 11 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 11 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: