Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Yoshepin Lim

i am programmer 18F

Klenteng Kong Miao, Cermin Budaya China di Indonesia

REP | 10 June 2013 | 15:59 Dibaca: 10487   Komentar: 5   3

13708538361517405119

Bagian depan klenteng yang megah -sumber: detik travel-

Mendengar kata Etnis Cina membuat kita teringat akan nama-nama tempat yang sudah cukup popular di Ibukota Indonesia, seperti Bidara Cina dan Kuburan Cina ataupun nama makanan seperti Petai Cina dan tumbuhan Pacar Cina. Tapi tahukah kalian bahwa etnis yang kini lebih sering disebut sebagai Etnis Tionghoa pertama kali datang ke Indonesia pada abad ke-7 tetapi baru menyebar ke pelosok nusantara empat abad kemudian?

Hal itu dikarenakan adanya pengaruh dari zaman penjajahan Belanda yang mengistimewakan Etnis Cina sehingga timbul kebencian di hati masyarakat pribumi. Etnis Cina yang saat itu dianggap bersekutu dengan para penjajah sangat dilarang dan tidak diakui keberadaannya bahkan pada masa-masa Orde Baru sekalipun.

Tapi itu dulu, sekarang Etnis Cina atau Etnis Tionghoa memiliki koloni sendiri yaitu kampung Cina. Agama dan hari-hari besar mereka pun telah diakui oleh negara. Terbukti dengan dibangunnya Klenteng Kong Miao di salah satu tempat wisata di Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah, membuat seolah Etnis Tionghoa sudah menjadi bagian dari ke-bhineka tunggal ika-an Indonesia.

Klenteng merupakan tempat ibadah Konghuchu. Biasanya pada hari-hari besar seperti Imlek dan Cap Go Meh, Etnis Cina akan merayakannya dan beribadah di sana. Salah satu hal yang paling menarik bagi masyarakat awam ketika Tahun Baru Cina datang adalah mereka-Etnis Cina-akan memunculkan tarian Barongsai.

13708540201123546547

Tarian Barongsai yang atraktif (YF)

Mitosnya, tarian Barongsai bertujuan untuk menghindari aura jahat yang sudah sejak zaman Dinasti Qing membuat keonaran di tanah Cina. Itu sebabnya setiap menjelang hari Imlek, tarian berkostum singa itu tidak pernah luput dari perayaan mereka.

Klenteng Kong Miao yang resmi dibuka oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Desember 2010 lalu, memiliki arsitektur yang menarik. Berbagai warna menghiasi dinding bangunan meski warna merah lebih mendominasi. Tapi justru warna merah itulah yang membuat Klenteng Kong Miao terlihat cantik dan anggun.

1370854296217443867

Diantara tiang berornamen naga (YF)

13708544332023316832

Balkon Da Cheng Dian (YF)

Tarian Barongsai juga hadir di tengah-tengah keramaian pengunjung, meski belum masuk hari Imlek, para penari Barongsai tetap melakukan atraksinya sebagai hiburan.

13708545901673248731

Tarian Barongsai (YF)

Oh iya, walaupun Klenteng yang letaknya tak jauh dari bangunan IMAX Keong Mas itu adalah tempat ibadah, para pengunjung non-Kongwuchu tetap boleh masuk ke sana kecuali ruangan ibadahnya.

——————-

Salam UG,

Nama : Yoshepin Febri Yanti

Kelas : 1IA15

NPM : 57412871

Tema : Manusia dan Kebudayaan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 13 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 16 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 16 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 17 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Malaysia Juga Naikan Harga BBM …

Sowi Muhammad | 8 jam lalu

Salam Kompasianival Saudara …

Rahab Ganendra | 9 jam lalu

Menulis bagi Guru, Itu Keniscayaan …

Indria Salim | 9 jam lalu

Gerdema, Mentari Indonesia Dari Ufuk Desa …

Emanuel Dapa Loka | 9 jam lalu

Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan …

Herman Wahyudhi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: