Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Verena Patricia

Komunikasi Jurnalisme FISIP UAJY..

Panorama Puncakdi Ketep Pass, Magelang

REP | 14 June 2013 | 01:19 Dibaca: 471   Komentar: 3   1

Ketep Pass salah satu kawasan wisata yang terletak di Desa Blabak, kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, 30 km dari Kota Magelang khususnya di kawasan Solo – Selo Borobudur (SSB). Selain Candi Borobudur, Taman Kyai Langgeng dan Kopeng di Salatiga, Ketep Pass merupakan obyek wisata yang termasuk dalam alternatif untuk berwisata di Magelang. Dapat diketahui bahwa lokasi ini merupakan puncak tertinggi di Ketep Pass.

Untuk dapat sampai ke lokasi, bisa melewati Kawasan Wisata Kopeng atau dari Kota Magelang selama kurang lebih 45 menit. Perjalanan menuju Ketep Pass ini tidak bisa dilupakan, dengan jalan yang berliku dan naik turun serta ditemani dengan pemandangan Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo. Selain itu, tampak perkebunan dan ladang yang berada di pinggir jalan.

Obyek Wisata Ketep Pass terletak pada ketingggian 1200 m dpl. Luas area sekitar 8000 m persegi, berjarak 17 km dari Blabak Magelang ke arah timur, 30 km dari Kota Magelang dan 35 km dari Boyolalai. Dari kota Salatiga yang berjarak sekitar 32 km, dapat melalaui Kopeng dan Desa Kaponan dan 30 km dari Candi Borobudur. Lokasi Obyek mudah dijangkau baik dengan sepeda motor, mobil, mini bus bahkan bus besar.

Obyek wisata Ketep Pass yang belum begitu lama diresmikan, yakni pada 17 Oktober 2002 oleh Presiden RI Megawati Sukarno Putri, sudah bisa menyita perhatian wisatawan dengan keindahan dan kesejukan hawa pegunungan. Selain itu, obyek pemandangan yang lepas membuat banyak pengunjung datang ke tempat ini. Halaman yang cukup luas di lokasi ini, bisa memuat kendaraan pengunjung mulai dari bus, mobil, dan motor. Tiket masuk yang ditawarkan untuk satu orang tanpa dipatok waktu sebesar Rp 7.000,-, Parkir kendaraan roda dua sebesar Rp 2.000,-.

Lokasi wisata yang diprakarsai Gubernur Jawa Tengah H. Mardiyanto, tampak dengan sangat mempesona bagi para pengunjung yang terlihat dari kesibukan pengunjung yang dengan antusias mengabadikan puncak Gunung Merbabu, yang berada di sebelah kiri dan Gunung Merapi di sebelah kanan dari arah Ketep Pass. Selain menyaksikan keindahan puncak Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang jelas terlihat, keindahan lain tampak dari Gunung Sindoro dan Sumbing yang bisa terlihat dari Ketep Pass.

Pengunjung yang datang di Ketep Pass tidak selalu dari wisatawan lokal saja, tetapi juga dipadati wisatawan dari mancanegara. Pada bagian atas, pengunjung juga bisa menyewa teropong pada Gardu Pandang dan Panca Arga untuk melihat aktivitas gunung merapi secara lebih jelas dengan harga Rp 5.000,- sepuasnya. Selain itu, pengunjung dipuaskan menerawang secara lebih dekat lereng gunung yang akan terlihat lebih eksotik dengan jalan setapak yang ada di setiap lereng gunungnya. Pada pelataran Panca Arga yang berarti lima gunung, pengunjung bisa melihat 5 gunung dari tempat ini, yaitu Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Slamet.

Tidak sedikit pengunjung yang datang bersama dengan keluarga maupun pasangannya dan sekaligus mengabadikan momen di Ketep Pass ini. Latar belakang gunung yang eksotis dan penuh dengan nuansa alam ini, mampu membuang rasa penat dari aktivitas sehari-hari. Keindahan dan aroma alam yang dihadirkan di lokasi ini, dirasa juga sangat dibutuhkan terutama bagi orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan yang sarat akan polusi.

Berbagai fasilitas pendukung juga terdapat di lokasi ini, yakni adanya wisata Vulkanologi Gunung Merapi yang di dalamnya terdapat miniatur Gunung Merapi, batu-batuan letusan merapi, foto dan poster yang berkaitan dengan Gunung Merapi serta data-data yang ada di computer interaktif. Selain itu, juga terdapat bioskop mini dengan kursi sebanyak 78 buah. Pengunjung bisa menyaksikan gambaran tentang aktivitas gunung merapi di Volcano Theatre dengan biaya yang tidak begitu mahal. Film yang berdurasi 30 menit ini merupakan bioskop mini, sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan mengenai profil dan sejarah gunung berapi serta sejarah meletusnya kepada pengunjung. Untuk wisatawan yang sudah berada di lokasi teratas Ketep Pass dan ingin kembali ke tempat parkir, anda bisa menggunakan flaying fox yang disediakan. Selain cepat, pengunjung juga bisa melihat dan merasakan suasana sejuk ditemani pohon-pohon selama perjalanan outbound tersebut.

Setelah puas berkeliling dan melihat-lihat, pengunjung juga disediakan tempat untuk beristirahat. Pada bagian bawah terdapat tempat singgah yang berjejer dan dilengkapi dengan minuman hangat, berbagai makanan ringan dan makanan berat serta jagung bakar. Meskipun harga yang ditawarkan di tempat singgah ini, tidak menutup kemungkinan pengunjung enggan mampir. Karena cuaca dingin yang diciptakan oleh tempat ini bisa teratasi dengan panganan dan jajanan hangat yang disediakan. Selain tempat untuk bersinggah, bagi pengunjung yang ingin beribadah, lokasi ini juga menyediakan tempa dan dilengkapi dengan kamar mandi di sebelahnya.

Pemandangan eksotis lagi, bisa pengunjung dapatkan pada saat matahari terbenam. Sinar matahari yang memantul di badan Gunung Merapi maupun Gunung Merbabu tampak terlihat dengan warna oren cerah. Lokasi yang bebas dikunjungi wisatawan selain dari segi Negara tapi juga dari segi waktu kunjungan, memungkinkan wisatawan untuk mengabadikan momen tersebut dalam kamera kapanpun ia mau. Bagi para pecinta alam, tidak salah untuk mengunjungi lokasi ini untuk sekadar menghilangkan penat dari kegiatan sehari-hari
http://atmajayanews.files.wordpress.com/2013/06/img_9016.jpg

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=DMOeuiYP1Qk

http://atmajayanews.files.wordpress.com/2013/06/img_9026.jpg

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 10 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 10 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 12 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Donor Darah di Perancis …

Bayu Teguh | 8 jam lalu

Magnus Carlsen Tetap Juara Dunia 2014! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 9 jam lalu

Mitos-mitos Seputar Kenaikan Harga BBM …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Menggali Potensi Diri dengan Travelling …

Detha Arya Tifada | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: