Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Mfahmi

Mahasiswa UI

Mudahnya Menggunakan Transportasi Umum ke Grand Palace di Bangkok, Thailand

HL | 18 June 2013 | 23:51 Dibaca: 1285   Komentar: 2   1

Assalamualaikum. Sawasdee Krup!

Beberapa bulan lalu, saya memiliki kesempatan pergi ke Bangkok. Saya mengunjungi beberapa tempat menarik di sana. Berikut ini adalah salah satu tempat menarik versi saya.

Grand Palace.

Grand Palace telah menjadi objek wisata utama di Bangkok. Di tempat ini, terdapat banyak bangunan dan candi yang memiliki arsitektur bernilai seni tinggi. Hampir semua bangunan di sini berwarna emas. Cuaca di tempat ini cukup panas dan lembap, sama seperti di Jakarta. Teman-teman dapat menggunakan pakaian yang nyaman, tetapi tetap sopan. Untuk memasuki tempat tertentu di Grand Palace, turis harus melepaskan sepatu, tidak menggunakan kamera, dan berpakaian sopan. Harga tiket masuk ke Grand Palace adalah Baht 400.

image

image

image

Untuk menuju Grand Palace di Bangkok, Thailand, teman-teman dapat menaiki:

1. Chao Phraya Boat berbendera oranye dengan ongkos Baht 15, turun di Tha Chang Pier/Dermaga Tha Chang (No. 9).

Untuk mencapai Grand Palace dari Bandara Suvarnabhumi, teman-teman dapat menaiki Airport Link City Line atau Express Line tujuan Stasiun Phaya Thai. Setelah sampai di Stasiun Phaya Thai, keluar menuju BTS Station yang lokasinya berdampingan dengan Airport Link Station. Di Phaya Thai BTS Station, teman-teman dapat membeli tiket untuk menuju ke Saphan Taksin BTS Station. Setelah sampai di Saphan Taksin BTS Station, lalu ke luar dan menuruni tangga. setelah itu, jalan hanya beberapa langkah dan sampailah di Sathorn Pier atau dermaga pusat dari transportasi sungai yang ada di Bangkok. Lalu, teman-teman cari boat atau perahu yang berbendera oranye. Cara agar dapat menaiki perahu Chao Phraya yang berbendera oranye, teman-teman langsung naik ke perahunya dan langsung membayar di dalam perahu. Nanti, akan ada orang yang akan meminta uang sebesar Baht 15 kepada Anda dan akan diberikan karcis. Untuk catatan, pos penjualan tiket yang ada di Sathorn Pier atau Dermaga Pusat Chao Phraya River  untuk menjual tiket perahu wisata dengan harga yang bervariasi. Setelah teman-teman sudah ada di dalam perahu atau Chao Phraya Boat berbendera oranye, teman-teman harus turun di Tha Chang Pier (No. 9). Setelah itu, jalan melewati tempat, seperti pasar, dan teman-teman segera melihat kompleks Grand Palace yang megah.

2. Taksi.

Jika ingin menggunakan taksi, harap teman-teman meminta supir untuk menggunakan argo atau sesuai kesepakatan agar tidak dirugikan dari segi biaya. Biaya taksi di Bangkok tidak mahal. Hampir sama seperti di Jakarta.

3. Tuktuk.

Hati-hati berpergian menggunakan tuktuk di Bangkok. Banyak penipuan yang dilakukan supir tuktuk kepada turis asing. Mereka suka mengajak turis asing pergi ke suatu tempat yang sepi pengunjung dan menyuruh Anda membayar atau membeli sesuatu dengan harga yang sangat mahal dan tidak masuk akal. Anda harus benar-benar yakin bahwa supir tuk-tuk akan mengantarkan Anda ke tempat yang Anda tuju, bukan ke tempat lain yang merugikan Anda.

Tips:

- Gunakan baju yang nyaman dan tetap sopan

- Cuaca panas dan lembap. Anda dapat beristirahat sejenak di beberapa pendopo yang dapat digunakan untuk duduk

- Terdapat toilet di dalam kawasan Grand Palace

- Jangan buang sampah sembarangan

- Bawa payung atau jas hujan karena cuaca di Bangkok juga tidak menentu. Dari cuaca yang sangat panas, tiba-tiba mendung dan turun hujan.

- Untuk Anda yang haus, terdapat penjual minuman di dalam kawasan Grand Palace. Baht 10 untuk air mineral dan Baht 25 untuk minuman rasa mangga.

Untuk informasi selanjutnya, akan segera diusahakan untuk di-posting. Teman-teman dapat mengunjungi website saya ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 5 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 7 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 8 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 8 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: