Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Hendra Wardhana

menyukai Anggrek Alam Indonesia | tidak suka rokok dan masakan pedas | @_hendrawardhana | wardhanahendra.blogspot.com

Embung Nglanggeran, Surga Kecil di Atap Langit Yogyakarta

REP | 22 June 2013 | 08:04 Dibaca: 2462   Komentar: 1   2

Gunung Kidul, daerah ini secara umum dikenal sebagai tempat berhawa panas dengan barisan pegunungan karst  kering yang membentang hingga menyambung ke arah Pacitan di Jawa Timur. Di Gunung Kidul pula barisan pantai eksotik membentuk sabuk keindahan yang membuat Yogyakarta terasa kontras di sisi utara dan selatannya. Namun keliru jika menganggap Gunung Kidul hanya cantik karena sabuk pantainya saja. Gunung Kidul juga menyimpan banyak pesona dari sudut lainnya termasuk jika dipandang dari sebuah tempat di bawah ini.

13718586031873606179

Salah jika mengira pemandangan-pemandangan cantik di atas adalah milik sebuah pantai. Tempat ini bahkan bukan lautan. Sebaliknya hamparan air beratapkan langit berawan tersebut berada di sebuah barisan perbukitan pada ketinggian hampir 700 meter di atas permukaan laut.

137185889457707247

Embung Nglanggeran, itulah nama tempat di Gunung Kidul yang menawarkan pemandangan-pemandangan indah tersebut. Dibuat dengan “memenggal” sebuah bukit yang bersisian dengan Gunung Api Purba Nglanggeran, embung atau telaga buatan ini mengkonservasi air dari berbagai sumber seperti mata air dan air hujan dengan menampungnya di atas perbukitan Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul. Ketika melihat proses pemenggalannya tahun lalu saya sempat menyimpan tanya untuk apa nantinya tempat ini. Dan ternyata beginilah hasil dari pemenggalan bukit itu.

13718590949710935681371859276944250237

sebuah cawan air raksasa yang eksotik

13718600551220183094proses pemenggalan bukit untuk membuat embung yang dilakukan pada Desember 2012 dilihat dari puncak Gunung Api Purba

Dibuka dan diresmikan pada 19 Februari 2013 oleh Sultan Hamengku Buwono X, tempat ini sebenarnya bernama resmi “Kebun Buah Nglanggeran” karena diproyeksikan sebagai kebun buah. Durian, kelengkeng, rambutan adalah sebagian jenis buah yang rencananya akan dikembangkan di area ini. Namun keberadaan kolam air raksasa di puncaknya membuat nama Embung Nglanggeran lebih dikenal. Petunjuk arah menuju tempat ini pun menggunakan nama Embung Nglanggeran dibanding nama sebenarnya.

1371859486796225498

1371859680594213114

Embung Nglanggeran dapat ditempuh selama 1 jam perjalanan dari kota Jogja. Jika kesulitan menemukannya maka tujulah Gunung Api Purba Nglanggeran yang lebih dulu populer sebagai destinasi utama wisata Gunung Kidul. Embung Nglanggeran hanya berjarak sekitar 1,5 km dari Gunung Api Purba.

1371860262577530159

jalan menuju embung

1371860379478965561

Menuju lokasi embung dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan meski jalan ke tempat ini masih berupa bebatuan dan tanah yang ditata membentuk setapak. Lebar jalannya pun tak cukup untuk 2 mobil melaju secara bersamaan. Oleh karena itu berjalan kaki dari Gunung Api Purba bisa menjadi pilihan asyik untuk mencapai lokasi ini.

1371862452146781789badan embung

13718613071963911735

tangga menuju embung

1371861524811124994Embung Nglanggeran di puncak bukit

Seberapa cantik tempat ini?. Menurut saya embung lebih dari sekedar cantik. Bentuk kolamnya yang lonjong dan lebar serta pesona keindahan alam yang dapat disaksikan di atasnya membuat Embung Nglanggeran layak menjadi pintu gerbang wisata Gunung Kidul.

13718617131488266561

Embung Nglanggeran dengan Latar Gunung Api Purba

13718618501740574451Pemandangan dari sisi yang lain

13718627242018590143hijau persawahan dan gunung api purba tampak dari sisi atas embung

Setelah menaiki anak tangga yang cukup tinggi, Embung Nglanggeran akan menyajikan “dua lukisan” yang sangat kontras. Di satu sisi ini memiliki “tembok” berupa barisan bongkah batu berukuran raksasa yang menjadi bagian dari Gunung Api Purba Nglanggeran. Sementara di sisi lainnya tempat ini seperti berada tepat di bawah atap langit. Awan-awan yang menggantung  di atasnya membuat pemandangan di tempat ini menjadi tak biasa untuk sebuah puncak bukit yang kering. Hamparan tanah berbatu dengan pepohonan hijau yang mulai tumbuh seakan mengajak mata membaca sebuah harapan akan kehidupan baru di beberapa sudut Gunung Kidul yang dahulu kering.

13718621351941022983Embung Nglanggeran, kecantikan atap langit Gunung Kidul

Bagaikan cawan air raksasa, embung yang berukuran sekitar 60×60 meter ini bagaikan keajaiban kecil dari sebuah bukit berbatu yang dulu dianggap mati menjadi sebuah tempat yang menyenangkan hati. Cantik dan eksotik, itulah Embung Nglanggeran.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 17 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 21 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 22 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: