Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Ngubek Setu di Situgede

REP | 23 June 2013 | 23:57 Dibaca: 226   Komentar: 2   1

1372002695784330041

Ratusan warga membanjiri danau Situgede, di kelurahan Situ Gede, kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Ahad pagi (23/6). Mereka yang tua, muda hingga anak-anak berebut menangkap aneka ikan yang sengaja disebar ke situ atau danau. Kabarnya ada sebanyak 2 ton ikan yang disebar ke dalam situ.

Ngubek setu merupakan kegiatan menceburkan diri ke situ sambil menangkap ikan beramai-ramai. Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang bulan puasa. Dan kali ini merupakan rangkaian kegiatan hari jadi Kota Bogor yang ke-531. Tak heran jika acara ini menyedot perhatian warga. Bukan hanya warga sekitar, melainkan juga para pengunjung lokal yang sering piknik di kawasan Situgede. Apalagi bertepatan dengan hari Minggu.

13720030342047175045 1372003241578397424

Meski hanya berlangsung sehari, acara tersebut sangat meriah. Para peserta ngubek setu bahkan sudah membuat rakit dari bambu agar dapat menjaring ikan hingga ke tengah situ. Tak ubahnya nelayan dadakan, mereka membekali diri dengan alat tangkap ikan. Sementara warga yang tak ikut menjeburkan diri, asyik menonton di pinggir danau.

Tak hanya menikmati aksi warga dalam acara ngubek setu, di kawasan Situgede kita juga bisa trekking di Hutan Penelitian Dramaga. Meski luasnya hanya seujung kuku jika dibandingkan dengan hutan di Taman Nasional Gede Pangrango, kita masih bisa merasakan nuansa rimbanya.

13720033921788564897 13720035122019224493

13720036631695140920 13720038841788228244

Yang istimewa, saat pagi hari kita akan disuguhi pemandangan sinar matahari ketika menembus kanopi pepohonan. Moment seperti ini sering dicari oleh para fotografer. Kadang mereka foto-foto untuk pre-wedding di sini.

Selain itu, di tengah hutan juga ada penangkaran rusa. Rusa-rusa di sini adalah jenis rusa Timorensis atau rusa Jawa. Sayangnya rusa yang bernama latin Cervus timorensis ini tak dilepas bebas seperti rusa tutul di Istana Bogor, meski begitu mereka dapat dinikmati dari luar kandang. Selain rusa di areal penangkaran juga ada beberapa trenggiling yang dikandang.

1372004032353624418 1372004185125776961

Agak ke utara di pinggir kawasan Hutan Penelitian Dramaga terdapat budidaya ulat sutera. Namun, waktu kita berkunjung ke sana budidayanya sedang tak beroperasi. Sudah tiga bulan berhenti beroperasi. Kata istri pegawai yang mengurus ulat sutera. Akhirnya kami hanya jalan-jalan di kebun murbei. Tanaman yang menjadi pakan ulat sutera.

S.S.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 5 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 7 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 8 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 8 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: