Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Jelajah Nesia

Penikmat wisata dan perjalanan yang tinggal di Kota Tuban - Jawa Timur. Artikel2 perjalanan saya yang selengkapnya

Jejak Senjata Pertempuran di Jambore Sejarah Militer

REP | 30 June 2013 | 21:52 Dibaca: 436   Komentar: 0   0

Dua orang remaja pada siang itu  tampak mengamati sebuah senjata tempur kuno. Sedangkan remaja lainnya sedang serius mengamati bentuk selongsong peluru.

Pada bagian lainnya, seorang pria sedang asyik mengamati  sebuah teropong kuno. Setelah menyimaknya selama beberapa saat, dengan penuh rasa penasaran, mereka kemudian beralih melihat koleksi benda-benda bersejarah yang menarik yang dipamerkan di stand lainnya.

Stand-stand itu sendiri berada dalam naungan tenda raksasa yang biasa digunakan oleh militer sebagai bentuk perhatian dan dukungan dari  Batalyon Arhanudse-8 Gedangan di Sidoarjo.

Begitulah gambaran suasana dalam Jambore Sejarah Militer yang diadakan di kawasan wisata sejarah dan perjuangan Monumen Tugu Pahlawan - Surabaya pada hari Minggu tgl 23 Juni 2013.Tentu acara itu  sangat menarik bagi siapa saja , utamanya bagi mereka yang minat dengan  kegiatan  dan tema sejarah, militer dan perjuangan.

Dalam kegiatan itu memamerkan benda benda bersejarah berupa  Peninggalan WW I (World War 1 / perang dunia 1)  dan  WW II (World War 2 / Perang dunia 2 ) .

Koleksi itu terdiri dari Seragam dan perlengkapan militer US, Germany, Uni So­viet, Korea dan sebagainya, serta Seragam dan perlengkapan Era kemerdekaan Indonesia 1945.

Selain itu juga ada  Seragam dan perlengkapan Era setelah kemerdekaan Indonesia 1945 “ non TNI/Polri aktif ,dan  Koleksi museum tugu pahlawan Surabaya  yang  berupa senjata SMB & SMR era kemerdekaan 1945.

Di acara itu saya menjumpai bayonet Mannlicher  yang merupakan bagian dari senapan  milik tentara KNIL Hindia Belanda. Ada juga beberapa tas dalam berbagai bentuk yang dulunya digunakan oleh pasukan-pasukan yang berperang baik dari Inggris, Belanda , Jepang , dan sebagainya.

Beberapa diantara tas itu juga dilengkapi dengan tempat minum yang terbuat dari aluminium, besi dan sebagainya. Yang menarik, ada juga tempat minum milik tentara Indonesia yaitu PETA yang terbuat dari batok kelapa utuh dan berlubang di bagian atasnya.

Pada stan lainnya tampak deretan helm yang tampak kusam. Helm-helm yang cukup berat karena terbuat dari besi  itu juga merupakan jejak pertempuran akrena dulu digunakan oleh  pasukan tentara  dari berbagai negara.

Di stand ini terlihat banyak remaja yang berfoto ria dengan berpose mengenakan helm-helm kuno itu.

Stand dari Paguyuban Pengumpul Gombal Amoh ( PPGA ) juga tak kalah menariknya. Stand ini menampilkan koleksi berupa emblem, brevet, baret dan sebagainya dari berbagai korps  militer di dunia.

Banyak diantara koleksinya itu yang merupakan barang langka dan susah untuk mendapatkannya.

Menurut Meneer Rifky dari Roode Brug Soerabaia, dalam  kegiatan ini,diharapkan  mampu bersinergi dalam mengumpulkan rekan-rekan semua dalam suatu wadah kegiatan positif terhadap kecintaan hobby militer dunia .

Sehingga  kegiatan ini bermanfaat dengan berbagi wawasan dan pengetahuan mengenai peninggalan-pen­inggalan benda sejarah militer terhadap masyarakat luas.

Sebelum acara Jambore Sejarah Militer ini, di kawasan ini juga ditampilkan aksi teatrikal Surabaya Teritori Suci yang dimainkan oleh Roode Brug Soerabaia yang dibantu oleh komunitas sejarah dan perjuangan lainnya di Surabaya.

Sedangkan usai jam 12 siang, acara kemudian dilanjutkan dengan wisata sejarah napak tilas ke Benteng Kedung Cowek yang legendaris.
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Food Truck - Konsep Warung Berjalan yang Tak …

Casmogo | | 23 April 2014 | 01:00

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 6 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 8 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 8 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 9 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: