Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Jelajah Nesia

Penikmat wisata dan perjalanan yang tinggal di Kota Tuban - Jawa Timur. Artikel2 perjalanan saya yang selengkapnya

Menyimak Kawasan Makam Kuno di Kota Gresik

REP | 08 July 2013 | 23:46 Dibaca: 271   Komentar: 1   0

Ada hal yang menarik di kawasan sekitar alun-alun kota Gresik - Jawa Timur. Pada sisi timurnya dengan berjarak sekitar 300 meter terdapat sebuah situs bersejarah dengan banyak makam kuno.

Makam-makam itu berada dalam kompleks Makam Kyai Toemenggoeng Poespo Negoro I yang merupakan Bupati Gresik yang pertama.Selain makam utama Bupati Gresik itu, ada juga makam-makam lainnya yang merupakan makam dari para kerabatnya.

Memasuki kawasannya berdampingan dengan makam Syeh Maulana Malik Ibrahim yang menjadi salah satu destinasi wisata religi dan ziarah Walisongo. Pembatasnya hanya dipisahkan oleh sebuah gapura yang juga berbentuk kuno.

Cukup menarik memasuki kawasan itu dan menyimak makam-makamnya  karena  memiliki bentuk bangunan dan gerbang yang cukup khas dan unik. Selain itu ornamennya juga kental dengan nuansa budaya Jawa.

Karena merupakan makam kuno, mayoritas makam-makam itu keadaannya banyak yang berwarna kehitaman atau kehijauan akibat ditumbuhi oleh lumut atau kerak yang cukup tebal.Pepohonan jenis kamboja dengan rerumputan dan semak belukar yang cukup lebat seolah menjadi penghias di sekitarnya.

Suasana mistis dan sakral tentu sangat terasa disana. Apalagi ketika senja dan malam hari.Gapura setinggi 7 meter itu berbentuk Paduraksa yang khas.Pada bagian atas gapura terdapat hiasan bertuliskan dalam huruf Arab dan huruf Jawa .

Tertulis juga disana bahwa gapura itu merupakan penanda Makam Bupati Gresik yang pertama dan bernama Kyai Toemenggoeng Poespo Negoro I.

Setelah melewati gapura pertama yang berbentuk Paduraksa itu, berjarak sekitar 100 meter terdapat gapura Paduraksa dengan tulisan dalam huruf Arab dan huruf Jawa.
Di depan gapura Paduraksa ini pada sisi kanannya terdapat sebuah tiang setinggi 1,5 m dengan hiasan motif ukir-ukiran.  Sedangkan pada sisi kirinya terdapat batu yang bentuknya menyerupai hewan kodok. Batu yang disebut Batu Kodok itu tampaknya dikeramatkan karena banyak terdapat tumpukan bunga setaman di sekitarnya.
Di belakang gapura itu terdapat cungkup makam yang berbentuk Joglo. Cungkup makam itu memiliki pintu masuk yang kecil dan rendah dengan bertirai kain putih.Sehingga pengunjung harus menundukkan tubuh dan kepalanya ketika memasukinya sebagai bentuk salam dan penghormatan kepada almarhum.
Pada bagian atas gapura terdapat hiasan tulisan Arab dan hiasan ukir-ukiran pada bagian kanan dan kiri pintu masuk. Pada sisi kanan dinding bagian depan cungkup makam terdapat ornament bermotif Surya Majapahit dengan tulisan Arab berlafalz Allah dan Muhhammad dan tulisan lainya .
Sedangkan pada sisi kiri terdapat ornemn bebrbentuk bulan sabit dengan tulisan Arab berlafalz kalimat Tauhid.
Di dalam cungkup terdapat makam Kyai Toemenggoeng Poespo Negoro I. Makam itu cukup unik karena ukurannya yang tidak biasa dengan tinggi sekitar 2 meter dan panjang 6 meter dan lebar 2 meter.Batu nisannya terbuat dari batu putih dengan hiasan bermotif ukir-ukiran .
Pada bagian atas makam terdapat tumpukan bunga dari para peziarah. Suasana di dalam makam cukup sempit dan pengap karena bentuk bagian dalam cukup makam seperti limas dengan atapnya yang meruncing.  Di sebelah makam yang berlantai keramik warna merah tua ini juga terdapat benda kuno lainnya yang berbentuk batu Yoni.
Di sebelah kanan dan kiri bagian luar cungkup makam terdapat makam-makam kuno lainnya dari para kerabat Poespo Negoro I.  Tampak beberapa botol plastik berisi air yang biasa dibawa dan menjadi oleh-oleh bagi peziarah untuk berbagai maksud dan keperluan tertentu.
Makam ini banyak didatangi oleh berbagai kalangan. Utamanya mereka yang sedang mengincar dan berburu karier, pangkat atau jabatan.
Menurut juru kunci makam, sutradara kondang Hanung Bramantyo beberapa waktu lalu juga cukup sering berkunjung ke makam ini untuk menyelesaikan proyek sebuah buku yang ditulisnya. Juru kunci itu juga mengaku pernah diberi 5 buku yang cukup tebal oleh sutradara film-film kontroversial itu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 7 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 8 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 9 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Manajemen Konflik di Negeri Angkara Murka …

Yudhi Hertanto | 7 jam lalu

99,9% Arema Dibantu Wasit? …

Id Law | 7 jam lalu

For You …

Ahmad Maulana Jazul... | 7 jam lalu

Sejatinya Pemimpin…!!! …

Alex Palit | 7 jam lalu

Penggunaan Air Susu Ibu (ASI) …

Zainab Hikmawati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: