Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Deniesse Indah

Journal-of-Traveller! Accept the person you have become thus far in your journey, because you are selengkapnya

“Love-Padlock” Gembok Lambang Cinta Abadi di Paris

OPINI | 04 August 2013 | 02:49 Dibaca: 248   Komentar: 0   2

13982337081870607456

Jika anda berkempatan mengunjungi Paris, mampir deh… ke jembatan Pont des Art yang melintasi Sungai Seine yang menghubungkan antara Institut de France dan sebuah lokasi di Palais du Louvre di Paris. Kenapa memangnya? Ya, jembatan ini penuh dengan gembok yang dikunci dan pada masing-masing gembok terukir nama-nama pasangan yang sedang jatuh cinta sebagai lambang keabadian cinta. Setelah memasang gembok, kunci dibuang ke Sungai Seine.

Menarik juga! Namun saya sempat terpikir, bagaimana seandainya pasangan tersebut berpisah? Apakah pasangan itu harus menyelam ke dasar sungai untuk mengambil kunci gembok itu kembali? Well, tentunya tidak mungkin, bukan? Jadi, biasanya pasangan “Parisein” – sebutan untuk warga kota Paris – akan kembali ke tempat tersebut untuk mencari gembok mereka dan membukanya dengan bantuan alat tertentu. Bahkan kata teman saya, ada pasangan yang menyimpan kunci cadangan. Walau kedengarannya menjadi tidak romantis lagi karena sekan-akan pasangan tersebut sudah memiliki rencana untuk putus. Repot juga ya!

Memang pemerintah kota Paris sendiri nampaknya memahami bahwa padlock merupakan sesuatu yang unik dan menarik yang memiliki daya pikat seperti magnet yang mengikat pasangan-pasangan itu untuk sekali-sekali datang kembali untuk mengecek gembok cinta mereka. Dan bukan hanya Parisien namun juga pasangan dari negara-negara lain banyak yang melakukan hal yang sama, sehingga meguntungkan Paris dari sisi ekonomi dan wisata.

Tak seorangpun mengetahui awal mula “ritual” ini sejak kapan menjadi semacam tradisi di Paris. Hanya saja hal ini dirasa mengkhawatirkan karena menurut pemerintah setempat akan memungkinkan terganggunya jembatan sebagai fasilitas umum, menjadi rusak karena gembok yang sudah mencapai ribuan itu jumlahnya semakin lama semakin banyak akan menambah beban jembatan. Namun walau demikian, pemerintah bertoleransi untuk tidak membuka paksa dan mebuang gembok-gembok cinta tersebut dan memikirkan solusi untuk mengalihkan atau menyediakan tempat lain yang lebih aman demi keselamatan bersama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 10 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 12 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 12 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: