Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Deniesse Indah

Journal-of-Traveller! Accept the person you have become thus far in your journey, because you are selengkapnya

“Love-Padlock” Gembok Lambang Cinta Abadi di Paris

OPINI | 04 August 2013 | 02:49 Dibaca: 222   Komentar: 0   1

13982337081870607456

Jika anda berkempatan mengunjungi Paris, mampir deh… ke jembatan Pont des Art yang melintasi Sungai Seine yang menghubungkan antara Institut de France dan sebuah lokasi di Palais du Louvre di Paris. Kenapa memangnya? Ya, jembatan ini penuh dengan gembok yang dikunci dan pada masing-masing gembok terukir nama-nama pasangan yang sedang jatuh cinta sebagai lambang keabadian cinta. Setelah memasang gembok, kunci dibuang ke Sungai Seine.

Menarik juga! Namun saya sempat terpikir, bagaimana seandainya pasangan tersebut berpisah? Apakah pasangan itu harus menyelam ke dasar sungai untuk mengambil kunci gembok itu kembali? Well, tentunya tidak mungkin, bukan? Jadi, biasanya pasangan “Parisein” – sebutan untuk warga kota Paris – akan kembali ke tempat tersebut untuk mencari gembok mereka dan membukanya dengan bantuan alat tertentu. Bahkan kata teman saya, ada pasangan yang menyimpan kunci cadangan. Walau kedengarannya menjadi tidak romantis lagi karena sekan-akan pasangan tersebut sudah memiliki rencana untuk putus. Repot juga ya!

Memang pemerintah kota Paris sendiri nampaknya memahami bahwa padlock merupakan sesuatu yang unik dan menarik yang memiliki daya pikat seperti magnet yang mengikat pasangan-pasangan itu untuk sekali-sekali datang kembali untuk mengecek gembok cinta mereka. Dan bukan hanya Parisien namun juga pasangan dari negara-negara lain banyak yang melakukan hal yang sama, sehingga meguntungkan Paris dari sisi ekonomi dan wisata.

Tak seorangpun mengetahui awal mula “ritual” ini sejak kapan menjadi semacam tradisi di Paris. Hanya saja hal ini dirasa mengkhawatirkan karena menurut pemerintah setempat akan memungkinkan terganggunya jembatan sebagai fasilitas umum, menjadi rusak karena gembok yang sudah mencapai ribuan itu jumlahnya semakin lama semakin banyak akan menambah beban jembatan. Namun walau demikian, pemerintah bertoleransi untuk tidak membuka paksa dan mebuang gembok-gembok cinta tersebut dan memikirkan solusi untuk mengalihkan atau menyediakan tempat lain yang lebih aman demi keselamatan bersama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Food Truck - Konsep Warung Berjalan yang Tak …

Casmogo | | 23 April 2014 | 01:00

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 6 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 8 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 8 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 9 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: