Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Jelajah Nesia

Penikmat wisata dan perjalanan yang tinggal di Kota Tuban - Jawa Timur. Artikel2 perjalanan saya yang selengkapnya

Penjual Bunga Edelweis di Gunung Bromo

REP | 09 September 2013 | 20:00 Dibaca: 581   Komentar: 1   1

Ada hal yang menarik di kawasan wisata Gunung Bromo. Di sana di antara keindahan panorama alamnya yang menawarkan selaksa pesonanya , ada beberapa pria penjual bunga.
Tidak sembarang bunga, karena bunga itu adalah  Edelweiss yang  eksotis dan  khas daerah pegunungan. Bunga Edelweiss itu juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang terus berkembang tiada hentinya.

Para penjual bunga yang umumnya warga yang tinggal sekitar Gunung Bromo itu mengenakan pakaiannya yang cukup khas .

Mereka senantiasa mengenakan epatu boot, kacamata, balaklava ( pentup kepala ) dan sarung yang menyelubungi tubuhnya.

Penjual bunga edelweiss yang pertama saya jumpai di dekat tempat parker yang tak jauh dari lokasi Pura Luhur Poten di lautan Pasir Gunung Bromo. Kepada wisatawan, dia menawarkan harga Rp 15.000 untuk setiap ikat yang terdiri dari bunga Edelweiss dan bunga kering lainnya.

Bunga Edelweiss itu ada yang dalam warna alaminya dan ada juga yang telah diberi pewarna buatan. Semula penjual bunga itu  tidak keberatan ketika saya memotretnya. Namun sikapnya  berubah menjadi tak ramah ketika saya hanya memotretnya tanpa membeli bunga yang dia tawarkan.

Saya pun melanjutkan perjalanan menuju ke kawah Gunung Bromo. Ketika sampai di bagian bawah dekat tangga untuk menuju ke kawah, saya menjumpai penjual bunga edelweiss lainnya.

Penjual bunga yang satu ini cukup ramah. Dia tidak keberatan ketika saya memotretnya beberapa kali. Bahkan dia juga berkenan ketika saya mengarahkannya untuk berpose ketika saya memotretnya.

Penjual bunga yang berikutnya saya jumpai tepat di ujung tangga yang berada di dekat kawah. Dengan bersandar pada pagar pembatas kawah, penjual itu menjajakan daganganya. Dia juga cukup ramah untuk difoto.Beberapa wisatawan baik dari nusantara maupun mancanegara tampak antusias membeli bunga-bunga itu.
Para penjual bunga itu mengaku sebenarnya  tahu kalau bunga jenis ini termasuk jenis tanaman yang dilindungi agar tidak punah.

Namun karena mereka beralasan bahwa bunga itu merupakan tanaman liar yang senantiasa tumbuh secara alami di kawasan Gunung Bromo, aktifitas pengambilan dan penjualan bunga Edelweiss itu tetap saja mereka lakukan sampai saat ini. Tentu saja ada motif ekonomi yang melatar belakanginya.

Sebuah kisah dan keindahan di Gunung Bromo yang menyimpan ironi tentang Bunga Edelweiss dan para penjualnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 9 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 10 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: