Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Girivirya

Penulis Buku Inspirasi bersama Hj.Sulastri,Lc.,M.Pd.I "Main-main dengan MIND, Kekuatan Meditasi dan Djikir"; Dosen, Mindtechnology_Coaching dan selengkapnya

Pencopet di Geneva,Swiss: 4 Negara Eropa Hanya dengan USD 95

REP | 14 September 2013 | 02:59 Dibaca: 568   Komentar: 2   1

13791019941668539860

Awas Copet (dok.Pribadi)

Melalui film, kita tahu Nagabonarnya Indonesia, bukan? Nah.. Apakah kepiawaian dari Nagabonar? Betul, Mencopet! Perjalanan hari ini dihiasi dengan cerita nyata keahlian dari sang pencopet.
Dari kota Lyon, Perancis, trip berikutnya menuju ke Negara Swiss. Tahu kan kota Genava, di Negara Swiss atau yang kita kenal dengan nama Jenewa dalam catatan cerita sejarah. Negara yang konon tidak pernah di jajah. Swiss baru saja bergabung dengan persekutuan Eropa, padahal Negara Swiss terletak ditengah Eropa. Perjalanan dari kota Lyon menuju kota Geneva memakan waktu sekitar tiga jam setengah. Pemandangan disepanjang perjalanan dihiasi indahnya gunung dan perkebunan yang tertata rapih. Penduduk setempat lebih banyak menggunakan bahasa Perancis.

Selain sebagai kota keempat termahal didunia, Geneva adalah kota dengan julukan “Kota Tertata dan Aman” pada tahun 2009 dan 2011. Cius miyapaaa! Bagi seorang diantara kami ini tidak benar-benar aman. Dari atas bus saya memandang dengan serius seorang pemuda dengan berewoknya yang baru muncul kepermukaan kulitnya mendekati seseorang dari group kami.

Kejadiannya begitu cepat. Secepat tangannya si Nagabonar. Sebut saja Bapak “J” awalnya saya melihat mereka saling menyapa dan Bapak J’ sempat diajari tarian kaki ala Spanyol yang pernah saya lihat di TV. Tampaknya asiikk.. Bapak J’ sempat mengangkat kaki seperti sedang diajarkan tarian kaki dan berdekatan dengan si pemuda ini. Sang sopir turun dari Bus dengan raut muka yang berubah.

Pemuda itu langsung agak menjauh sambil berkata beberapa kata, berbalik badan dan mengambil uang didompet yang telah berhasil diambil dari saku celana belakang Bapak J’. Bapak J’ merasa tidak nyaman dan baru sadar ketika melihat raut muka Bapak sopir ini sambil memegang kantong belakangnya. Berteriak! Copet.. Pencopet melemparkan dompet yang telah kosong. Sambil melambaikan kedua tangannya dengan air muka yang puas tampak terlihat negenyek (mungkin dia berkata” rasain loh.. gua copet”) , si Pencopet itu kabur! Wkwkk.. ada-ada saja. Eitsss…… Jangan menyalahkan hipnotis yah sela saya didalam bus. Hehehe..

Bukannya kami berbahagia diatas penderitaan Pak J’ namun sungguh pengalaman yang lucu dan menyedihkan. Wah.. Pak J’ hebat yah kursus menari “kaki” sebentar saja 300 euro lebih sorak kami di dalam bus. Pokoknya banyak candaan dari kejadian hari ini. Untungnya hari ini bonus BV sudah ditransfer ujar salah seorang dari kami sambil diikuti gelak tawa meriah. Pelajarannya adalah buanglah sampah pada tempatnya. ‘Gak nyambung bangget! Wkwkk.. Sambil teringat cerita “PICK POCKET” yang kami bacakan dikelas Reading saat kuliah dulu. PICK POKET-nya tertipu dengan ucapan “selamat Anda dapatkan ikan asin di dompet saya”.

13791021411897806046

Jet dEau (dok.Pribadi)

Diawal kita sudah diperingatkan. HATI-HATI DI EROPA PENCOPETNYA “PROFESIONALEHE SEKALEHE”! (dibaca aksen spanyol). Kenangan ini tidak akan terlupakan oleh kami. Judul kenangannya  PICKPOCKET AT JET d’Eau atau Water Jet.  Water Jet ini adalah air mancur raksasa dikota Geneva. Air mancur terbesar di dunia ini  adalah lambang dari kota Geneva. Dengan pompa sekitar 500 kW dan 2400 volt, dengan tenaga listrik sebesar satu megawatt.  Sekali semburan ke angkasa, air sebanyak 7000 liter mengudara. Good bye Geneva, setelah makan di restoran dengan masakan cina lanjut menuju ke kota Zurich, Swiss.

Di Zurich, sempat mampir ke danau Zurich yang juga ciamikkkkkkk. Sempat foto di jam taman dan menuju ke rumah makan menu cina lagi. Untung menuju ke menu cina, ‘gak nahan makan makanan eropa. Ehm.. Siap-siap dulu yah untuk persiapan mendaki gunung  es besok. Tidur dulu ah.. Trimakasih untuk hari ini esok dan seterusnya. Inget terus bermimpi yah..  (BG: 14September2013)

13791022481958757865

Lake Zurich (dok.pribadi)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluarga Pejabat dan Visa Haji Non Kuota …

Rumahkayu | | 30 September 2014 | 19:11

Me-“Judicial Review” Buku Kurikulum …

Khoeri Abdul Muid | | 29 September 2014 | 22:27

Spongebob dalam Benak Saya …

Ire Rosana Ullail | | 30 September 2014 | 16:48

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | | 30 September 2014 | 15:58

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 9 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 11 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 13 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 14 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Smartphone dan Pribadi Boros Energi …

Dian Savitri | 8 jam lalu

Gerakan Indonesia Menulis; Mencari Nilai …

Rendra Manaba | 8 jam lalu

Pegawai BRI Beraksi Bak Debt Collector …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Tradisi dan Teknologi …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Pisah Sambut Kejari Singaparna …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: