Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Muhamad Irsyad

Mencoba hal baru tuk menambah wawasan akan ketidak tahuanku

Pulau OSI, Terpencil dari Hunian

REP | 20 September 2013 | 19:58 Dibaca: 806   Komentar: 2   2

1379675287999694024

pulau terpencil

Indahnya kepulauan Indonesia tidak diragukan lagi. Banyaknya kepulauan yang ada di dalamnya, membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang kaya akan tempat-tempat wisata wilayah pesisir pantai. Nah, Pulau OSI inilah salah satunya.

Pulau yang berada di kawasan Indonesia bagian timur, tepatnya di wilayah Ambon kepulauan Seram Bagian Barat ini, menjadi sebuah tempat pariwisata yang banyak dikunjungi oleh penduduk, terutama kala liburan. Pulau OSI ini merupakan sebuah tempat pariwisata dengan beberapa pulau tak berpenghuni yang masih asri. Menjadikan pulau ini tampak beda dari yang lainnya. Terdiri dari beberapa pulau kecil dengan luas hanya beberapa hektare saja sebelum mencapai pulau terakhir (tempat yang dituju)

1379676140772302155

Pintu gerbang Pulau OSI

1379678241651276655

Foto bareng di tengah perjalanan

Dalam perjalanan saya menuju pulau OSI, jarak perjalanan ditempuh hanya dengan 1 jam perjalanan dari kota kabupaten, Perjalanan ini tidak terlalu lama, hanya saja perjalanan mulai dari pintu gerbang Pulau OSI (gambar di atas) hingga menuju tempat terakhir memakan waktu yang cukup lama jika di tempuh dengan jalan kaki, Perjalanan ke sana melintasi hutan bakau, sehingga jalan yang dilalui adalah papan kayu yang diatur berjejer sedemikian rupa hingga membentuk jalan setapak. Namun, buat sahabat yang tidak mau capek berjalan jauh dengan jarak perkiraan hingga mencapai 2 km dari gerbang masuk, bisa menyewa ojek. Tepatnya di depan pintu masuk menuju Pulau OSI, banyak tukang ojek yang siap melayani para wisatawan yang akan melintas, Biayanya pun cukup terjangkau, Berkisar antara 15 ribuan saja. Namun, jika berangkatnya rombongan, lebih asyik kalau ditempuh dengan jalan kaki saja, agar bisa menikmati keindahan bakau dan juga daerah pantai yang hampir menyerupai rawa. Barulah pulangnya menyewa jasa tukang ojek.

Berdasarkan pengalaman yang kami rasakan ketika berkunjung ke Pulau OSI, hanyalah kesenangan. Baik kala melintasi wilayah bakau, wilayah pantai yang tampak seperti rawa dan yang paling berkesan adalah kebersamaan kala berkunjung ke sana. Maklum, kebanyakan dari kami saat itu adalah pemuda/i yang baru berkunjung ke kampung halaman (mudik). Perasaan saat bertemu kawan lama menjadikan rasa gembira dalam suasana apapun yang kami jalani. Dan juga dalam perjalanan kami saat itu sempat terhenti di salah satu pulau hingga hampir 1 jam dikarenakan terpecahnya rombongan menjadi dua. Hal ini dikarenakan belum pernah salah satu dari kami yang berkunjung ke Pulau terpencil itu, sehingga dari beberapa orang pergi untuk survey tempat yang akan di tuju. Namun, kami yang tertinggal (kebetulan saya ikut dalam rombongan yang menunggu) tidak mempermasalahkan hal itu. Toh, di tempat pemberhentian saat itu, kami disajikan dengan pemandangan pantai yang menarik.

13796786172018283780

sambil nunggu rombongan di depan

13796791311431841774

nungguin lama banget

137967956934176071

nunggu rombongan

1379680540991241779

bangkai kapal nelayan

13796800061726670956

Kebersamaan di Pulau OSI

1379680317257373148

Kebersamaan di Pulau OSI 2

Itulah beberapa pengalaman perjalanan kami beserta photo gallery yang kami dapatkan selama perjalanan. Untuk kesenangan wisata liburan, kenapa harus  jauh-jauh sampai ke manca negara? Indonesia menawarkan beragam wisata yang bisa memanjakan mata dengan keindahan pemandangan alamnya yang tak kalah dengan wisata mancanegara. Yang pasti untuk urusan tempat wisata, Indonesia is the best. Cari infonya dan kunjungi tempatnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Taman Balekambang, Bukti Cinta Orangtua …

Agoeng Widodo | | 30 September 2014 | 15:39

Gedung DPR Dijual …

Hendra Budiman | | 30 September 2014 | 11:55

Bahkan Macan Asia pun Butuh Demokrasi …

Yudhi Hertanto | | 30 September 2014 | 12:16

Langkah Kecil, Meninggalkan Jejak yang …

Ngesti Setyo Moerni | | 30 September 2014 | 15:07

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 6 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 8 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 9 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 10 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi Hikmat -Bijak Yang Sakti, Ahok …

Kwee Minglie | 7 jam lalu

Spongebob Dalam Benak Saya …

Ire Rosana Ullail | 7 jam lalu

Alasan Surat Pengunduran Jokowi Lama …

Susy Haryawan | 7 jam lalu

Melihat Mahasiswinya Nge-DJ di Diskotik, …

Fariz Falcon | 8 jam lalu

Influenza? Maskernya Tolong Dipakai, Ya …

Find Leilla | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: