Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Ulil Abshor

always learning

Si Cantik Indrayanti

REP | 10 October 2013 | 19:51 Dibaca: 316   Komentar: 6   2

Tanggal 9 Oktober kemarin saya dan teman2 berangkat ke Jogja dan tujuan pertama kami adalah pantai indrayanti. Sengaja kami pilih pantai ini karena kami ingin mendapatkan pengalaman baru. Masak ke Parangtritis terus?begitulah gambarannya.

Berangkat jam 10 malam tanggal 8, kami sholat shubuh di daerah Klaten. Masuk di prambanan kami berhenti sebentar untuk mengambil nasi kotak pesanan kami. Dari sini bis kami langsung bergerak menuju tujuan pertama yakni pantai Indrayanti.

Perjalanannya lumayan lamaaa sekali. Ternyata lokasinya sangat jauh. Untung jalan menuju kesana sudah lumayan bagus. Hanya beberapa kilo sebelum indrayanti jalannya sedikit kecil sehingga lumayan susah untuk bus berukuran besar. Tapi menjelang pantai jalanan normal lagi.

Sepanjang perjalanan boleh di bilang pemandangan yang terlihat hanyalah pegunungan yang lumayan gersang. Setelah beberapa jam penasaran tibalah kami di pantai indrayanti. Hmm…tempatnya benar2 beda dengan parangtritis. Ombaknya yang entah apa karena pas musim pasang, sangat berbahaya untuk mandi di pinggirnya. Selama d sana kami dan teman2 lebih banyak bermain-main di sebuah lapangan dan berfoto-foto di bibir pantai.

Kurang lebih 3 jam kami menikmati pantai indrayanti, acara selanjutnya adalah makan siang di Griyowono. Sepanjang perjalanan kami melewati pantai-pantai yang sekilas terlihat dari bus tidak kalah cantik dari indrayanti. Di sinilah saya baru sadar ternyata pantai di Jogja tidak hanya parangtritis.

Sampai di Griyowono awalnya saya agak kecewa karena menu yang di pilih panitia ternyata nila bakar. Duch kok gag ayam sich”begitulah ratapku. Saya memang penggila ayam dan setia menolak ikan apalagi daging. Saya tidak tahu mengapa begitu. Tapi saat pertama kali menggigit ikan nila bakar tersebut,hmmm…mak nyuuusss banget. Rasanya benar2 segar gurih dan sama sekali tidak tercium bau amis seperti yang saya takutkan.

Kurang lebih sekitar jam empat sore bus kami tiba di pelataran parkir bus ke Malioboro. Tujuan pertama saya adalah mandi. Karena waktu di indrayanti dan griyowono tempat mandinya full semua. Saat keluar dari kamar mandi teman2 ternyata sudah pada hilang. Akhirnya saya jalan sendiri ke Malioboro.

Tujuan pertama saya adalah ke gramed. Bosan rasanya jika di bus bengong tanpa membaca buku. Belum sampai Gramed, mata tertuju ke donat Dunkin. Akhirnya sambil menunggu maghrib saya masuk dan pesan 1 donat dan segelas kopi hitam.

Perjalanan berikutnya adalah ke masjid di kompleks kantor gubernur. Selesai sholat yang saya jamak sekalian baru saya menuju ke gramed dan…buku ulama idola saya yaitu Prof Quraish Shihab akhirnya menjadi pilihan saya.

Dengan gontai karena capek saya kembali menuju tempat parkir bus. Di ujuang jalan Malioboro saya sempatkan melihat beberapa pengunjung yang asyik berfoto sama “hantu2′ di situ. Jogja dengan pantai indrayanti dan Malioboronya memang tidak pernah membosankan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menembus Cadas Puluhan Meter demi Air …

Emanuel Dapa Loka | | 02 March 2015 | 19:48

Modus Baru Begal dan Rampok di Jalanan …

Gunawan | | 02 March 2015 | 16:36

Masa Depan Hubungan Korut - Tiongkok …

Dasman Djamaluddin | | 02 March 2015 | 16:12

Melestarikan Penghijauan dengan Cara Hemat …

Tjiptadinata Effend... | | 02 March 2015 | 17:30

Cara Nyaman, Aman, dan Sehat Tetap Langsing …

Ellen Maringka | | 02 March 2015 | 14:03


TRENDING ARTICLES

NasDem ‘Temani’ Ahok Selamatkan …

Gan Pradana | 17 jam lalu

Nuri Shaden; Salah Kamus …

Jimin Andri Sarosa | 17 jam lalu

Rahasia Kemenangan Zulkifli Hasan Jadi Ketua …

Pebriano Bagindo | 17 jam lalu

Hati-hati ke Bali: Peraturan Angkasa Pura …

Angin Dirantai | 17 jam lalu

Nasi Aking dan Beras Busuk Untuk Jokowi …

Felix | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: