Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Ardi Winangun

Kabarkan Kepada Seluruh Dunia

Kisah Perjalanan ke Batam-Singapore-Johor Bahru-Kuala Lumpur

REP | 23 October 2013 | 22:18 Dibaca: 5640   Komentar: 6   5

1382544054242335692

Tulisan ini dibuat untuk ikut memberi tips bagaimana bisa melakukan perjalanan yang terjangkau bagi wisatawan yang bermodal tak banyak atau backpacker ke Singapore dan Malaysia. Penulis perlu ikut memberi arahan karena pernah terbantu oleh sebuah tips yang diunduh di google. Dengan semakin banyak tips perjalanan maka di antara kita bisa saling memberi informasi bagaimana cara berwisata  yang terjangkau, nyaman dan aman.

Pada tanggal 17 hingga 20 Oktober 2013, penulis melakukan perjalanan dari Batam – Singapore – Johor Bahru – Kuala Lumpur, pulang pergi. Cara ini ditempuh sebab dirasa lebih murah. Untuk mendapat tiket murah selain bisa membeli tiket promo juga bisa lewat kenalan kawan yang bekerja di biro travel atau penjual tiket pesawat terbang. Sebenarnya harga tiket terjangkau setiap hari itu ada namun membelinya harus seminggu atau dua minggu sebelumnya. Cara membeli tiket seminggu atau dua minggu sebelumnya lebih enak daripada membeli tiket promo yang harus menunggu sampai 5 bulan. Harganya tidak beda jauh.

Saya membeli tiket ke Jakarta-Batam pulang pergi pada sebuah maskapai swasta hanya Rp1.190.00, bandingkan dengan sebuah pesawat milik pemerintah sekali jalan ke Changi Singapore atau Kuala Lumpur Malaysia Rp1.500.000. Bila kita membeli tiket pesawat milik pemerintah, biaya pulang pergi ke Singapore atau Malaysia sudah mencapai Rp3.000.000.

Setelah tiba di Airport Hang Nadim, Batam, saya naik bus Damri, Rp20.000, menuju ke sebuah perempatan yang ada Mall Kepri. Dari perempatan itu naik angkot menuju Pelabuhan Batam Center, ku kasih Rp5.000. Sesampai di pelabuhan Batam Center di situ banyak pilihan Ferry menuju ke Singapura atau Malaysia. Karena saya mau ke Singapura maka pelabuhan yang aku pilih adalah Harbour Front. Saya membeli sebuah tiket ferry pada sebuah jasa seharga 24 $ Sing atau sekitar Rp240.000.

13825417381071510210

Harbour Front

Perjalanan dari Batam Center menuju Harbour Front sekitar satu jam. Pemandangan di sekitar ya kita melihat laut dan menemui kapal-kapal tanker. Setelah merapat di pelabuhan itu kita akan diperiksa petugas imigrasi. Petugas imigrasi Singapore terkesan angker namun mereka ramah. Mereka akan menyebut nama kita sehingga membawa suasana yang akrab. Selepas pemeriksaan kita menuju ke Stasiun MRT Harbour Front. Di tempat ini bisa membeli card (kartu) MRT ke segala penjuru Singapore. Bila pengunjung baru, ia harus membeli card seharga 2 $ Sin dan biaya untuk elektrik 10 $ Sin. Nilai sebanyak itu cukup untuk keliling Singapura. Bila nilai elektrik itu habis bisa diisi ulang. Sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

Bila kita baru pertama kali ke Singapore pasti akan bingung arah dan lintasan MRT atau bas (bus) namun bila sudah pernah rute yang ada mengasyikkan sebab semuanya terintegrasi dan dengan bermodalkan card bisa keluar masuk angkutan umum. Karena saya mempunyai tujuan ke Kuala Lumpur maka hari pertama saya hanya menuju ke Marina Bay. Untuk berfoto di Merlion. Marina Bay merupakan salah satu icon Singapore. Bila sudah ke berfoto di samping Merlion, orang lain sudah tahu bahwa kita sudah pernah di Singapore.

1382540685336771833

kawasan marina bay

1382541851235239307

kawasan marina bay

13825427651359042915

kawasan marina bay

Selepas dari Marina Bay saya naik bus ke arah Lavender. Saya menuju ke arah Lavender karena disebut di wilayah ini ada station bus ke arah Johor Bahru. Setelah tiba di Lavender saya bertanya kepada seseorang di mana station bus itu. Setelah saya selusuri ternyata station itu berada di kawasan Bugis. Tidak masalah salah arah karena saya sambil jalan-jalan menikmati suasana kota.

Setelah berada di terminal itu, saya membeli tiket bus Singapore-Johor. Penjual tiket itu menyebut harga dengan bahasa Inggris yang cepat dan beraksen China sehingga membuat aku tak paham. Aku beri 10 $ Sin dan aku berlalu menuju tempat bus. Aku baru sadar di tiket ternyata harganya 2,4 $ Sin. Melihat hal yang demikian aku pasrah saja sebab mau menagih kembaliannya nggak ada bukti. Namun tidak lama kemudian penjual tiket itu mengembalikan kembalian uang 7,6 $ Sin. Dari sini menunjukkan orang Singapore jujur.

Enaknya naik bus di sana menunggu keberangkatan tidak lama. Mereka berdasarkan jam namun biasanya bus selalu penuh. Tak lama kemudian bus meninggalkan station itu menuju ke arah Johor. Melintasi jalan di Singapore kita akan melihat rapinya lalu lintas di sana. Ada sedikit kemacetan saat berada di check point baik di Singapore dan Johor namun semuanya tak sampai berjam-jam seperti di Jakarta.

Saat berada di Check Point Singapore, suasana angker nampak dalam pemeriksaan namun petugas Singapore selalu menyapa nama kita sesuai dengan nama yang ada di pasport. Di sini menunjukkan sisi ramah yang hendak ditampilkan. Selepas di check point di Singapore penumpang bus melanjutkan perjalanan menuju ke Johor. Di jembatan yang menghubungkan Malaysia dan Singapore kemacetan mengular, bus, sedan, truk panjang dan lebar berderet menuju ke tempat pemeriksaan imigrasi Malaysia. Sama seperti di Singapore maka semua penumpang disuruh menunjukkan identitasnya. Bagi penduduk asli mereka melalui jalur khusus. Sementara yang menggunakan pasport harus melintasi jalur itu. Di sini letak perbedaan petugas imigrasi Singapore dan Malaysia. Petugas  imigrasi Malaysia hanya memandang wajah kita dan tidak menyebut nama kita.

Dalam naik bus, penulis harap penumpang harus memperhatikan dan menghapalkan nomer bus dan penumpang sebab bila kita kehilangan arah atau kebingungan kita bisa melihat ke mana arah penumpang itu berjalan. Biasanya penumpang bus akan menuju ke bus yang membawa ke tempat tujuan. Bisa juga menanyakan kepada petugas atau bertanya kepada orang lain. Saat di pemeriksaan imigrasi Johor, penulis kehilangan arah, tidak menuju ke bus namun ke arah terminal yang berada di bawah kantor imigrasi. Sayangnya jarak ke Larkin, terminal bus di Johor terbesar, dekat dan hanya membayar 1 RM (ringgit Malaysia).

Penulis pun menuju ke Larkin. Terminal Larkin itu mirip dengan terminal Kampung Rambutan atau Rawa Mangun. Di mana banyak loket bus yang melayani ke segala tujuan  ke Kuala Lumpur dan kota-kota lainnya. Di sana pun banyak calo yang menawarkan tiket namun jangan khawatir calo itu memaksa seperti di terminal-terminal di Indonesia. ketika kita bila tidak mereka langsung tak menawari lagi.

Penulis melihat loket bus yang menuju Kuala Lumpur, salah satu bus itu adalah Transnasional. Harga tiketnya sekitar 35 RM. Syukur saat naik bus itu penumpang sudah penuh sehingga tak menunggu lama. Perjalanan Johor – Kuala Lumpur sejauh 300 km. Sekitar Surabaya-Jogjakarta namun jalan ke sana lewat tol terus sehingga bebas macet dan lebih cepat. Menarik di tol Malaysia adalah sepeda motor bisa melintasi jalan tol. Hal ini ditempu bisa jadi karena sepeda motor jumlahnya terkendali dan keberadaannya tidak mengganggu kendaraan roda 4 dan lebih. Kalau di Indonesia sepeda motor diperkenankan masuk ke tol, bisa jadi ratusan sepeda motor akan menggunakan jalan tol dan pastinya akan mengganggu kendaraan roda 4 dan lebih.

1382540861236934436

bus di malaysia

Sama seperti di Indonesia, sekali bus masuk ke pujasera. Di pujasera itu penumpang diberi waktu istirahat sekitar 20 menit. Mereka bisa ke toilet atau makan dan minum. Menurut seorang penumpang bahwa pujasera tempat berhenti itu satu satunya pujasera yang masih bertahan, yang lain sudah banyak yang bangkrut. Dikatakan lagi, seperti di Indonesia, sopir bus itu oleh pihak pujasera selain makan dan minum gratis juga diberi uang oleh pengelola pujasera.

Setelah bus selesai beristirahat, perjalanan dilanjutkan kembali. Dalam perjalanan mendekati Kuala Lumpur, bus menurunkan penumpang di beberapa tempat pemberhentian, seperti di Serdang. Dan akhirnya bus berhenti di titik terakhir di Bandar Tasik Selatan. Bandar Tasik Selatan merupakan terminal terpadu di Malaysia yang menuju ke arah selatan.

13825409611265660152

bandar tasik selatan

Semua penumpang turun di bandar ini. Penulis berkehendak menuju Petaling Street. Bingung pastinya sehingga harus bertanya kepada petugas. Petugas pun menunjukkan arah MRT. Masih bingung maka menanyakan kepada orang lagi. Orang bingung ketika saya menyebut Petaling, sebab ada Petaling Jaya dan Petaling Street. Setelah saya tunjukkan sebuah cara perjalanan ke Kuala Lumpur, orang itu baru sadar dan menunjukkan arah.

Naik MRT di Malaysia lain dengan di Singapore. Di Malaysia tidak ada tiket terusan. Penumpang membeli tiket berdasarkan tiket satu rute. Untuk melihat rute dan harga tiketnya, penumpang bisa melihat ke sebuah box yang ada di depan pintu masuk stasion MRT. Saya pun ditunjukkan ke stasiun Plaza Rakyat. Stasiun ini yang membawa ke arah Petaling Street alias China Town. Harga tiket MRT dari Bandar Tasik Selatan ke Plaza Rakyat sekitar 1,2 RM.

13825420322095161225

Petaling Street

1382542629516276000

petaling street

Tak lama kemudian MRT datang dan penulis naik ke MRT. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekejap menurut orang Malaysia. Akhirnya sampailah di stasiun Plaza Rakyat. Saat itu suasana di sekitar itu sudah malam, sudah tak banyak orang melintas. Dalam kebingungan saya bertanya di mana Petaling Street lagi namun masih banyak orang bingung hingga akhirnya saya bertanya kepada polis. Polis cukup ramah menunjukkan arah dan memberi peta.

Akhirnya sampailah di kawasan Petaling Steet, karena sudah lapar maka saya mencari makan karena keterbatasan anggaran maka penulis mencari warung makan yang murah. Kalau di Jakarta kayak Warteg gitu. Makan seadanya hanya menghabiskan sekitar 4 RM. Selepas ngobrol sekadarnya dengan pemilik warung, penulis berjalan mencaci hostel. Akhirnya bertemu dengan hostel untuk backpacker. Di hostel itu ada banyak pilihan harga untuk mulai dari  70 RM sampai 39 RM. Penulis memilih yang harga 39 RM. Yang penting bisa buat tidur.

Paginya, penulis segera bangun dan hendak melihat menara Kembar Petronas. Sebelum pergi ke sana, penulis hanya membeli roti dan kopi yang semuanya sekitar 2 RM-an. Memilih makan roti agar mengirit. Selepas makan roti kaki kuayunkan menyelusuri Petaling Street atau China Town. Di daerah ini banyak sekali wisata kuliner dengan menu khas China. Tak hanya itu, huruf dan budaya China dominan di daerah ini tak heran bila daerah itu disebut China Town.

Sebagai orang yang pertama kali di Kuala Lumpur, penulis pasti masih bingung ke mana arah menuju Menara Kembar Petronas. Untuk itu maka penulis memberanikan diri bertanya kepada orang. Rupanya dari Petaling Street menuju ke Menara Kembar Petronas bisa ditempuh melalui MRT dan stasiunnya tak jauh dari tempat bertanya. Orang yang aku tanya itu mengatakan untuk bisa mencapai Menara Kembar Petronas turun di Stasiun KLCC.

Berbekal dengan informasi itu aku melangkah menuju ke stasiun yang tak jauh dari aku ke tempat bertanya tadi. Sesampai di stasiun itu kutanyakan apakah ada tiket terusan. Dengan nada sedikit ketus penjaga informasi mengatakan tidak ada. Seperti biasanya membeli tiket MRT di Kuala Lumpur dari box yang disediakan. Di box itu calon penumpang bisa memilih jurusan dan harga tiketnya. Aku pun memilih jurusan KLCC dan membayar ringgit yang tak mahal. 1,7 RM.

Akhirnya penulis bisa naik MRT ke arah KLCC. Karena tak jauh akhirnya bisa tiba di KLCC. Begitu keluar dari stasiun itu aku terhubung dengan mall yang elit di mana berbagai produk pakaian yang sudah punya nama ada di mall itu. Di mall itu aku bertanya di mana bisa melihat Menara Kembar Petronas. Disarankan aku ke keluar mall ke arah danau. Begitu tiba di luar mall kucoba aku memandang ke langit, wooo penulis sangat takjub, ternyata aku telah berada di bahwa menara yang sangat terkenal itu.

13825421491512313148

Penulis pun menuju ke arah danau, taman yang berada di mall itu dengan harapan pandangan ke menara bisa menjadi lebih lapang. Rupanya benar di sekitar danau aku bisa memandang menara itu dengan lebih indah. Kunikmati pemandangan di tempat itu. Di taman itu pula aku melihat anak-anak sekolah sedang duduk bersama sambil makan. Sementara yang lain ada yang olah raga.

Ingin mengambil gambar dengan latar belakang gedung itu namun sayangnya belum ada orang yang mendekat. Syukurnya tak lama kemudian ada 2 orang anak muda yang berjalan mendekat ke arah penulis. Seketika aku meminta tolong untuk memotret diriku. Dengan ramah ia mengambil foto penulis dengan latar belakang menara. Sepertinya ia sangat pengalaman memotret, buktinya foto yang ada sesuai dengan keinginan penulis.

Ingin naik ke puncak menara? Pasti. Namun karena biayanya cukup mahal 80 RM maka niat itu kuurungkan. Saya dalam hati mengatakan nanti saja kalau ke Kuala Lumpur lagi. Mahalnya biaya naik puncak itu kusampaikan kepada seorang Malaysia yang berada duduk di taman sebelah lain mall itu. Orang itu mengatakan bahwa dirinya juga belum pernah naik ke puncak menara. “Daripada naik ke puncak menara mending uangnya buat pigi makan,” ujarnya dengan santai.

Setelah puas menikmati menara itu aku kembali ke Stasiun KLCC dengan tujuan Batu Caves. Batu Caves adalah kuil Hindhu yang berada di pinggiran Kuala Lumpur. Untuk menuju ke sana saya diarahkan seorang gadis Malaysia. Ia menuntun aku sampai ke stasiun center. Dari situ pindah kereta bukan MRT langsung ke Batu Caves. Enaknya Stasiun Batu Caves bersebelahan langsung dengan kuil itu. Begitu tiba di stasiun melangkah sedikit sudah sampai kuil.

Di kuil itu menceritakan tentang perjalanan Rama merebut Shinta yang dikurung oleh Rahwana. Sebab tentang cerita Ramayana maka di situ juga ada patung Hanoman. Ikon dari kuil itu adalah ada patung Dewa Rama yang tinggi dan berwarna emas. Di sebut patung itu merupakan patung tertinggi di dunia.

13825422341701632366

batu caves

13825412001565060346

Batu Caves

Di kuil itu ada sebuah jalan berundak atau tangga yang tinggi dan curam dengan ratusan anak tangga. Bila pengunjung mampu menaiki tangga itu sampai akhir ia akan menemukan gua. Di dalam gua disebut banyak patung yang menceritakan kisah Ramayana. Di kuil itu tidak hanya dipenuhi orang India namun juga orang dari berbagai belahan dunia.

Agar perjalanan anda penuh variasi anda harus berani melakukan tantangan. Maksudnya begini, bila perjalanan sebelumnya anda naik kereta maka baliknya sebaiknya menggunakan angkutan lain. Penulis pun demikian, balik dari Batu Caves untuk menuju Kota Kuala Lumpur, penulis memberanikan diri naik bus. Bus dari Batu Caves ke kota raya Kuala lumpur 2,50 RM. Memang benar perjalanan naik bus ke kota menambah wawasan penulis sebab dari bus itu kita bisa melihat geliat ekonomi Kuala Lumpur. Dan akhirnya tak sengaja penulis bisa melihat Gedung Sultan Abdul Samad, sebuah bangunan tua yang dijaga kelestariannya.

1382541255271204645

Gedung Sultan Abdul Samad

Tak hanya itu, penulis bisa mengunjungi Galerry Kuala Lumpur. Galery Kuala Lumpur adalah sebuah tempat yang memvisualkan Kuala Lumpur dari maket. Di tempat itu juga ada foto-foto tentang sejarah Kuala Lumpur dan Malaysia. Di tempat itu juga ada sebuah tempat untuk para pengrajin membuat berbagai souvenir ikon-ikon kota Kuala Lumpur seperti Menara Petronas. Yang penulis kaget ada seorang pengrajin yang membuat wayang khas Indonesia.

Di Galerry Kuala Lumpur itu pengunjung disambut dengan ramah oleh petugas dan seperti tempat wisata lainnya masuk Galerry Kuala Lumpur percuma alias gratis.

13825423701777107314

Galerry Kuala Lumpur

Kesimpulan dari perjalanan Batam-Singapore-Johor Bahru-Kuala Lumpur adalah

1. Persamaan budaya dan bahasa tidak terlalu menyulitkan dalam berkomunikasi sehingga tak ada kesulitan bila kita mengalami kebingungan. Kalau menggunakan bahasa Inggris meski dengan blepotan mereka akan cepat menangkap bila mereka tahu anda orang Indonesia mereka akan menggunakan bahasa Melayu.

2. Dalam perjalanan wisata jangan sungkan-sungkan untuk bertanya, sebab kalau kita tidak bertanya itu akan menyusahkan diri kita sebab kalau tidak tersesat perjalanan akan menjadi jauh.

3. Ketika bertanya kepada orang lain berlakulah dengan sopan dan ucapkan terima kasih. Ini sangat diperlukan agar terjadi hubungan yang sangat baik.

4. Bila anda melakukan perjalanan ke negara orang jangan kunjungi tempat-tempat di Indonesia yang sudah ada. Misalnya bila anda pergi ke Bukit Bintang anda akan menemukan banyak mall elit. Anda boleh melintas di tempat itu tapi penulis sarankan jangan memasuki sebab anda akan menemukan apa yang ada di Indonesia di mall elit itu. Jadi sia-sia saja. Bila anda masuk mall elit di Bukit Bintang anda tak ubahnya masuk ke Plaza Indonesia, Senayan Cita, Grand Indonesia, atau mall elit lainnya. Selain itu jangan membeli apa yang ada di Indonesia. sebab itu akan memenuhi bagasi anda. Misalnya anda membeli baju produk Zara di Malaysia itu akan membebani bagasi anda sebab Zara di Indonesia juga ada. Demikian juga produk Nike, Adidas, dan Puma. Carilah apa yang tidak ada di Indonesia, misalnya souvenir kaos Malaysia atau Singapore.

13825414041160231629

bukit bintang

5. Saat berada di kantor imigrasi atau checkpoint jauhkan dari sikap arogan atau menantang. Berlakulah sopan dan ramah. Sebab bila anda salah sedikit dan arogan itu akan menyulitkan anda untuk masuk ke negara lain.

6. Untuk menambah wawasan dan tantangan, bervariasialah dalam melakukan perjalanan. Naik MRT di Singapore memang lancar dan ada petunjuk jalannya namun anda akan lebih banyak berada dalam lorong gelap. Bila anda naik bus, anda akan melihat gemerlap kota namun terkadang lintasan bus tidak jelas.

1382541492607954138

Stasiun MRT Litle India

13825425101622996258

Pemandangan dari atas bus

7. Penulis sarankan anda jangan tidur di jalan tapi carilah penginapan yang murah. Sebab bila tidur di jalan itu membawa resiko keselamatan  dan kesehatan anda. Biasanya backpacker seharian menempuh perjalanan yang jauh, jalan kaki atau naik turun angkutan massa. Pastinya hal demikian capek dan lelah. Dengan tidur di penginapan yang murah, maka di tempat itu akan memulihkan tenaga dan kesehatan anda. Bila anda tidur di jalan selain faktor keamanan tak menjamin, cuaca dingin, angin, dan cuaca buruk lainnya bisa memperparah kondisi tubuh anda yang sudah lelah.

8. Perbanyak kenalan anda di jalan, siapa tahu ia akan membantu anda untuk menunjukkan jalan, membelikan makanan dan atau minuman, bila beruntung mengajak tinggal di tempat tinggal mereka. Tapi dalam perkenalan anda jangan sekali-kali berbuat curang atau menipu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melukis Malam di Bawah Lansekap Cakrawala …

Dhanang Dhave | | 21 October 2014 | 13:50

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | | 21 October 2014 | 11:59

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | | 21 October 2014 | 10:02

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 4 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 7 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 7 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 9 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Gara-Gara Konflik, Warga NU di PPP Akan Lari …

Diskusi Gemasaba | 8 jam lalu

Jangan Tagih Janji Jokowi …

Slamet Dunia Akhira... | 8 jam lalu

Terima Kasih Pak Begawan @Boediono …

Arif L Hakim | 8 jam lalu

Satpam Internaional Asli Bule Ramaikan Pesta …

Teberatu | 8 jam lalu

Citilink Kok Nggak Ngaret Lagi Sih…? …

Sony Hartono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: