Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Aisyah Dian

seorang ibu rumah tangga yang sangat mencintai keluarga ^...^

Tips membersihkan babat sapi yang hitam & bau

OPINI | 17 November 2010 | 11:17 Dibaca: 7478   Komentar: 1   0

128999246416760113

Bagi yang suka makan Coto makasar/ soto babat, tentu tidak aneh lagi dengan daging babat ( isi perut sapi/lamb yang bau dan berwarna hitam itu).

Tapi meskipun bau dan berwarna hitam ini adalah bagian daging yang menjadi favorite keluarga kami, apalagi pas hari raya Idul Adha seperti ini di rumah akan mendapatkan bagian babat sapi lebih banyak dari yang lainnya, soalnya sekalian masak buat undangan pengurus masjid besok.

Nach yang jadi masalah adalah menghilangkan warna hitam pada daging babat berikut bau amisnya yang membuat perut rasanya diaduk-aduk itu luar biasa sulit.

kalau tahun-tahun kemarin biasanya kami akan meminta tolong pada Bulik Mi. sebelum bener-bener bersih aku tidak mau ke dapur, wha baunya itu luar biasa.

Sampai siang tadi saat mas Untung membawa daging Qurban bagian kami ker rumah, aku cuma bisa menarik nafas panjang. fiuuh bagaimana caranya membersihkan daging babat sebanyak ini? tapi tiba-tiba aku teringat air kapur ( yang dipakai mbah-mbah buat makan sirih) yang biasanya kupakai untuk membersihkan usus ayam agar tidak bau kalau digoreng tepung.

yups ternyata rahasianya memang babat sapi direndam air kapur ( banyakin dikit nggak papa) selama kurang lebih 30 menit. setelah itu cuci pakai tangan sambil di kerok-kerok menggunakan sendok dapur atau pisau yang tak tajam. Dijamin babat sapi akan menjadi putih bersih.

12899925322097835202

lalu rendam dengan perasan air jeruk nipis/ belimbing wulu, tunggu beberapa saat. cuci bersih.

setelah bersih rebus dengan air mendidih sebentar, masukan aduk-aduk sebentar lalu air rebusan tadi dibuang dan cuci pakai air dingin. terakhir rebus babat berserta jerohan yang lainnya sambil beri batang sereh yang di geprek berserta daun salam.

* selamat mencoba ;)

Tags: tips & trik

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

ISIS: Dipuja atau Dihindari? …

Baskoro Endrawan | | 26 July 2014 | 02:00

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 10 jam lalu

Risma dan Emil Lebih Amanah Dibanding …

Leviana | 10 jam lalu

Analisis Prosedur Sengketa Hasil Pilpres …

Muhammad Ali Husein | 11 jam lalu

Jokowi: The First Heavy Metal’s …

Severus Trianto | 13 jam lalu

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: