Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Aisyah Dian

seorang ibu rumah tangga yang sangat mencintai keluarga ^...^

Tips membersihkan babat sapi yang hitam & bau

OPINI | 17 November 2010 | 11:17 Dibaca: 8183   Komentar: 1   0

128999246416760113

Bagi yang suka makan Coto makasar/ soto babat, tentu tidak aneh lagi dengan daging babat ( isi perut sapi/lamb yang bau dan berwarna hitam itu).

Tapi meskipun bau dan berwarna hitam ini adalah bagian daging yang menjadi favorite keluarga kami, apalagi pas hari raya Idul Adha seperti ini di rumah akan mendapatkan bagian babat sapi lebih banyak dari yang lainnya, soalnya sekalian masak buat undangan pengurus masjid besok.

Nach yang jadi masalah adalah menghilangkan warna hitam pada daging babat berikut bau amisnya yang membuat perut rasanya diaduk-aduk itu luar biasa sulit.

kalau tahun-tahun kemarin biasanya kami akan meminta tolong pada Bulik Mi. sebelum bener-bener bersih aku tidak mau ke dapur, wha baunya itu luar biasa.

Sampai siang tadi saat mas Untung membawa daging Qurban bagian kami ker rumah, aku cuma bisa menarik nafas panjang. fiuuh bagaimana caranya membersihkan daging babat sebanyak ini? tapi tiba-tiba aku teringat air kapur ( yang dipakai mbah-mbah buat makan sirih) yang biasanya kupakai untuk membersihkan usus ayam agar tidak bau kalau digoreng tepung.

yups ternyata rahasianya memang babat sapi direndam air kapur ( banyakin dikit nggak papa) selama kurang lebih 30 menit. setelah itu cuci pakai tangan sambil di kerok-kerok menggunakan sendok dapur atau pisau yang tak tajam. Dijamin babat sapi akan menjadi putih bersih.

12899925322097835202

lalu rendam dengan perasan air jeruk nipis/ belimbing wulu, tunggu beberapa saat. cuci bersih.

setelah bersih rebus dengan air mendidih sebentar, masukan aduk-aduk sebentar lalu air rebusan tadi dibuang dan cuci pakai air dingin. terakhir rebus babat berserta jerohan yang lainnya sambil beri batang sereh yang di geprek berserta daun salam.

* selamat mencoba ;)

Tags: tips & trik

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | | 23 November 2014 | 12:04

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 9 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 17 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 19 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 11 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 12 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Nur Delima | 12 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 12 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: