Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Aisyah Dian

seorang ibu rumah tangga yang sangat mencintai keluarga ^...^

Tips membersihkan babat sapi yang hitam & bau

OPINI | 17 November 2010 | 11:17 Dibaca: 7714   Komentar: 1   0

128999246416760113

Bagi yang suka makan Coto makasar/ soto babat, tentu tidak aneh lagi dengan daging babat ( isi perut sapi/lamb yang bau dan berwarna hitam itu).

Tapi meskipun bau dan berwarna hitam ini adalah bagian daging yang menjadi favorite keluarga kami, apalagi pas hari raya Idul Adha seperti ini di rumah akan mendapatkan bagian babat sapi lebih banyak dari yang lainnya, soalnya sekalian masak buat undangan pengurus masjid besok.

Nach yang jadi masalah adalah menghilangkan warna hitam pada daging babat berikut bau amisnya yang membuat perut rasanya diaduk-aduk itu luar biasa sulit.

kalau tahun-tahun kemarin biasanya kami akan meminta tolong pada Bulik Mi. sebelum bener-bener bersih aku tidak mau ke dapur, wha baunya itu luar biasa.

Sampai siang tadi saat mas Untung membawa daging Qurban bagian kami ker rumah, aku cuma bisa menarik nafas panjang. fiuuh bagaimana caranya membersihkan daging babat sebanyak ini? tapi tiba-tiba aku teringat air kapur ( yang dipakai mbah-mbah buat makan sirih) yang biasanya kupakai untuk membersihkan usus ayam agar tidak bau kalau digoreng tepung.

yups ternyata rahasianya memang babat sapi direndam air kapur ( banyakin dikit nggak papa) selama kurang lebih 30 menit. setelah itu cuci pakai tangan sambil di kerok-kerok menggunakan sendok dapur atau pisau yang tak tajam. Dijamin babat sapi akan menjadi putih bersih.

12899925322097835202

lalu rendam dengan perasan air jeruk nipis/ belimbing wulu, tunggu beberapa saat. cuci bersih.

setelah bersih rebus dengan air mendidih sebentar, masukan aduk-aduk sebentar lalu air rebusan tadi dibuang dan cuci pakai air dingin. terakhir rebus babat berserta jerohan yang lainnya sambil beri batang sereh yang di geprek berserta daun salam.

* selamat mencoba ;)

Tags: tips & trik

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 9 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 10 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 11 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Gimana Terhindar dari Jebakan Oknum Trading …

Adhie Koencoro | 8 jam lalu

Dari Priyo Sampai Ahok, Akhirnya Demokrat …

Auda Zaschkya | 8 jam lalu

Daya Tarik Kota Emas Prag, Ditinggalkan …

Cahayahati (acjp) | 8 jam lalu

Cycling, Longevity and Health …

Putri Indah | 9 jam lalu

Menemukan Pembelajaran dari kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: