Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Hamzet

Lelaki penadah ilmu, pemulung pengetahuan dan (semoga bisa) mengamalkan serta menebarkannya kembali. Kelahiran Kota Probolinggo yang selengkapnya

Degan Bakar, Minuman Tradisional yang Mulai Populer

REP | 07 March 2011 | 02:23 Dibaca: 1751   Komentar: 58   4

Degan;  sumber: kedaidegancoconyus.blogspot.com

Degan; sumber: kedaidegancoconyus.blogspot.com

Kesejukan spontan terasa begitu cairan dingin Es Degan mengaliri kerongkongan. Apa lagi bila diteguk ditengah hari yang terik membakar. Selain sebagai penetralisir racun, air kelapa bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh karena kandungan vitamin C-nya. Lebih dari itu, kandungan mineral dan ion dalam air kelapa mempunyai kemiripan dengan struktur cairan tubuh. Karenanya, konon di era perang, air kelapa dijadikan infus untuk mengobati tentara yang terluka sebagai pengganti infus sebenarnya.

Paragraf di atas soal air kelapa muda yang disajikan dingin untuk sedikit bisa menyegarkan tubuh. Nah, mungkinkah salah satu manfaat air kelapa muda kita balik, disajikan dalam keadaan panas untuk untuk menghangatkan badan di saat cuaca dingin?

Seiring perkembangan jaman dan kreatifitas manusia yang semakin aneh, kini air kelapa muda bisa kita olah sedemikian rupa. Dari yang lazim disajikan dingin dengan dicampuri es, direkayasa menjadi minuman panas dengan berbagai campuran berbahan penghangat tubuh. Namanya pun keren: DEGAN BAKAR.

Entah siapa yang memberi nama demikian. Apa pula motif di balik penyematan nama Degan Bakar hasil kreatifitas nganeh-anehi ini. Atau mungkin hanya sekadar numpang beken terhadap sebutan-sebutan kuliner yang mengandung kata “bakar”. Kita mengenal Ayam Bakar, Jagung Bakar, Singkong Bakar, Ubi Bakar dan Kayu Bakar (ini jenis kuliner yang biasa dikonsumsi rayap. Bukan kita).

Kembali ke tanktop…

Pengolahan degan yang saya maksud adalah –sesuai sebutannya- dengan membakar degan atau kelapa muda di atas bara api berbahan arang di dalam sebuah tungku besar. Tungku biasa dibuat dari drum minyak tanah yang dipotong menjadi dua sama besar. Satu tungku bisa ‘memasak’ 5 - 10 degan sekaligus. Agar lebih mudah membolak-balik degan yang sedang dibakar, di atas arang diberi anyaman kawat atau besi laiknya panggangan sate. Sedangkan arangnya adalah cacahan batok kelapa. Durasi pemanggangan biasanya memakan waktu sampai 3 jam, atau bisa lebih cepat bila bara arang sangat bagus dan merata.

Persiapkan bahan-bahan yang akan dicampurkan di sebuah gelas. Bahan-bahan campuran itu, persaji, antara lain:

  1. madu asli 1 - 2 sdm;
  2. jahe 1 ruas;
  3. telor ayam kampung –bukan ayam kampus- 1 atau 3 atau 5 butir. dikira-kira sendiri perbandingannya biar tidak terlalu kental. Tidak harus ganjil juga kecuali bila memercayai mitos bahwa mengonkumsi telor harus ganjil
  4. bisa juga ditambah susu -bisa susu asli yang sudah dimasak atau susu kaleng. Untuk susu kaleng cukup 2 sdm.

Aduk rata hingga semua hingga membaur sempurna.

Berikutnya, kupas degan hingga tidak nampak kerak hitam di sekeliling kulitnya. Papas bagian atas degan sampai terbentuk lubang  agar leluasa mengeruk isinya. Masukkan bahan-bahan campuran tadi ke dalam batok. Aduk campuran yang telah dimasukkan sambil mengeruk isi degan.

Bila diinginkan, degan bakar dapat disajikan dingin dengan menambahkah es batu. Tapi kesannya jadi lucu,  degan bakar kok dingin….

Nah, sekarang silakan nikmati, resapi kehangatannya dan tunggu hasilnya. Bagi kaum Adam, minuman dengan proses nganeh-anehi, selain berguna untuk menghangatkan badan di kala dingin menyerang, bisa menambah vitalitas juga. Jadi, selain untuk menghangatkan badan sendiri, bisa memberi kehangatan kepada pasangan. Buktikan sendiri….he…he…he…

The Gun Bakar;  sumber: allaboutmgl.blogspot.com

The Gun Bakar; sumber: allaboutmgl.blogspot.com

Proses pengolahan yang rumit bin ruwet sering membuat kita jadi malas untuk mencobanya. Tapi tenang saja, sekarang minuman ini sedang ngetrend. Di berbagai daerah sudah mulai tumbuh bisnis degan bakar ini, walaupun belum se-marak es degan. Di Kota Probolinggo masih ada satu. Itu pun letaknya tersembunyi alias nyelempit. Namun begitu, para pembeli rela antre dan menunggu sampai lebih sejam demi merasakan nikmat dan khasiat degan bakar.

Bila di tempat anda belum ada, tidak ada salahnya mencoba dan mengembangkan bisnis minuman aneh ini. Selamat mencoba!

Tulisan ini untuk membayar utang janji di awal saya bergabung di Kompasiana. Sepertinya layak disandingkan dengan artikel Nunik Utami: DEGAN KELAPA IJO

hamzet

Bumi Bayuangga, 06032011

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Susahnya Mencari Sehat …

M.dahlan Abubakar | | 30 August 2014 | 16:43

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | | 30 August 2014 | 18:30

Negatif-Positif Perekrutan CPNS Satu Pintu …

Cucum Suminar | | 30 August 2014 | 17:13

Rakyat Bayar Pemerintah untuk Sejahterakan …

Ashwin Pulungan | | 30 August 2014 | 15:24

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22



HIGHLIGHT

Mengenang Penyair Rendra di Taman Ismail …

Trie Yas | 8 jam lalu

Menyapa Ijen, si Eksotis dari Timur Jawa …

Hari Akbar Muharam ... | 9 jam lalu

Air Sehat Untuk Semua …

Asep Dudinov Ar | 9 jam lalu

Peluang dan Tantangan Kebijakan SBY dalam …

Adi Rio Arianto | 9 jam lalu

Mengenang Skandal Spingate di Richmond 2013 …

Bertho Mulwiennoer | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: