Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Kupat Tahu Padalarang

REP | 02 May 2011 | 15:05 Dibaca: 736   Komentar: 23   2

13043056641315686496Setau saya kupat tahu itu berbumbu kacang, dengan berisi kupat dan tahu, lalu kerupuk. Itu kupat tahu yang biasa saya makan. Ketika saya bermain ke rumah teman di Bandung, saya bilang ingin makan kupat tahu. Teman pun mempromosikan kupat tahu enak di dekat komplek rumahnya. Dia bilang kupat tahu adanya setiap pagi, dan jam 11 sudah habis.

Ketika ditawari makan kupat tahu di pagi hari, saya menolaknya. Karena dalam bayangan saya masa sarapan sama kupat tahu yang berkuah kacang, bisa-bisa saya buang-buang air. Namun, waktu hari terakhir di tempat teman, keingin makan kupat tahu semakin kuat, saya pun menanyakan tempat yang jual kupat tahu.

“Lho, ini kan lontong sayur,” kata saya pada teman.

“Bukan, ini kupat tahu Padalarang. Enak Yul, jualannya selalu habis. Tuh, dia ngontrak di rumah itu,” kata teman sambil menunjukkan salah satu rumah di dalam komplek.

“Kaya dong orangnya. Sewa rumahnya juga gede,” kata saya sambil melirik rumah tukang lontong sayur.

“Iya, nyewa rumahnya juga 15 juta setahun, Yul,” kata teman antusias.

Kupat tahu itu dijual di depan SD, jualannya pake gerobak. Dan bagi yang makan di tempat, disediakan tenda tempat duduk untuk makan.

Kupat tahu ini kuah santannya sangat kental berwarna merah, ada lontong, bihun dan tahu. Hmmm…. Pantas saja teman saya mempromosikan kupat tau Padalarang ini, enak juga ternyata, dan aman kalau dimakan pagi hari tidak takut sakit perut. Bagi teman-teman yang bepergian ke Bandung, silakan singgah ke Padalarang untuk mencoba mencicipi makanan kupat tahu Padalarang. Harganya murah lho, tiga porsi plus kerupuk satu bungkus harganya 14 ribu.

1304305326610714252

dok.pribadi/yr

Selamat makan ya….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat! Surabaya Meraih Socrates Award …

Ilyani Sudardjat | | 17 April 2014 | 11:14

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 10 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 10 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 10 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 11 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: