Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Fatkhul Muin

Sepuluh tahun lalu berkecimpung memburu dan menulis berita namun saat ini berwiraswasta dan mengembangkan ekonomi selengkapnya

Nikmatnya Makan di Warung Tenda Lamongan

REP | 07 September 2011 | 12:55 Dibaca: 867   Komentar: 0   0

Warung tenda Lamongan milik Mukhid

Jepara – Bagi orang yang biasa keluar malam tidak akan asing lagi dengan kuliner malam khas Lamongan . Selain menu yang disajikan hampir beragam di semua tempat , juga harganyapun seragam dan amat terjangkau . Selain itu tampilan warung tenda juga khas dengan dinding kain yang penuh gambar dan tulisan sehingga cukup menarfik bagi yang melihatnya.

Salah satu warung khas Lamongan yang cukup dikenal dikawasan Kalinyamatan adalah milik Mukhid (31) yang membuka lapaknya di depan Pasar Kerajinan Margoyoso . Dengan ditemani dua adiknya Mukhid yang asli dari desa Bulu Tigo kecamatan Laren Lamongan ini sudah membuka lapaknya hampir dua tahun. Sebelum hijrah ke Jepara dia lebih tujuh tahun ikut tetangganya untuk belajar membuat dan menjual makanan khas Lamongan. Ketika merasa sudah mahir membuat dan menyajikan sendiri iapun membuka usaha sendiri di Jepara dibantu adiknya.

“ Ya jika dihitung saya di Jepara ini sudah hampir 2 tahun , kelihatannya disini saya cocok berusaha di tempat ini . Setiap hari dagangan selalu habis kalaupun masih ya sedikit , selain itu saya udah ada langganan yang setiap waktu pasti ke sini “, aku Mukhid pada   Selasa (6/9/2011) di lapaknya sebelah barat BNI Margoyoso.

Mukhid melayani pelanggannya

Mukhid mengatakan usaha yang dirintisnya itu berawal dari keinginannya untuk mandiri setelah lama ikut tetangganya . Dengan modal sendiri dan juga pinjaman kanan kiri iapun mencoba untuk membuka usaha warung tenda khas Lamongan. Jepara menjadi sasaran utama karena ada saudaranya yang memberikan informasi tempat strategis yaitu di depan Pasar Kerajinan yang memang jalannya cukup ramai. Setelah semua peralatan dipersiapkan akhirnya iapun membuka usaha baru itu ditemani adiknya kadang juga tetangganya.

“ Ahandulillah saya disini usaha cukup lancar , meski udah banyak warung yang menyajikan kuliner malam . Namun warung kami masih banyak penggemarnya mungkin masakan kami cocok dengan selera mereka “, ujar Mukhid sambil melayani pelangannya.

Bebek Gorengnya Mak Nyus

10 ribuan – 15 ribuan

Menu warung makan tenda ala Lamongan ini menurut Mukhid hampir sama disemua tempat , misalnya untuk lauknya ada Ayam , Bebek, Burung, Lele dan juga Tempe . Sedangkan nasinya ada pilihan nasi putih dan juga nasi uduk. Sedangkan minumnya ada teh manis, Es teh dan juga es jeruk dan juga minuman ringan lainnya.Untuk masakannya kebanyakan di goreng , sehingga ketemu menu nasi uduk ayam goreng, nasi putih bebek goreng , nasi putih pecel lele dan juga nasi putih tempe penyet.

“ Untuk harganya warung kami cukup ekonomis kalau menu Ayam goreng ,bebek goreng dan pecel lele sekitar Rp 15ribuan sudah komplit nasi dobel plus minuman. Jika menu tempe penyet ya sekitar 10 ribuan nasi dobel sama minumnya “, tambah Mukhid

Ayam gorengnya juga Jos

Terima Pesanan

Selain makan ditempat Mukhid juga menerima pesanan masakan Lamongan untuk acara pesta dan rapat dengan menu tinggal pilih , ada ayam goreng , bebek goreng , pecel lele dan juga yang lainnya . Untuk harganyapun bisa nego tergantung isi kemasan dos , bisa full dan juga bisa ekonomis . Sehingga jika ada minat untuk menyajikan makanan khas Lamongan ini di acara pesta atau rapat bisa datang ke lapaknya di depan pasar kerajinan Kalinyamatan atau sebelah barat BNI Margoyoso. Bagi warga Kalinyamtan atau siapa saja yang kebetulan kewat di depan warungnya bisa mampir meraskan nikmat kuliner khas Lamongan , selain harganya hemat juga rasanya tidak kalah dengan warung lainnya .

“ Ya kita tunggu kehadiran rekan-rekan di warung kami depan pasar kerajinan Kalinyamatan , jam buka kami menjelang Maghrib sampai dengan jam 11 an malam . Bisa ajak semua anggota keluarga lesehan disini “, ujarnya. (FM)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 18 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 19 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 20 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 23 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: