Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Bunda Khadijah

I am Indonesian, married, mother of 3, moslem...: "Mari Tegakkan Shalat."

Idul Adha, Minyak Samin, dan Mitos Keperkasaan Pria Saudi

OPINI | 04 November 2011 | 22:15 Dibaca: 6443   Komentar: 52   13

132044129136409019

Minyak Samin atau Pure Ghee

IDUL ADHA

Idul Adha sudah diambang mata.  Hari Raya Besar bagi umat Islam ini identik dengan Acara Potong Hewan Kurban.

Kebiasaan kami di Madinah, selain membeli Hewan Kurban untuk dibagikan kepada Mustahiq Zakat (Yang berhak menerimanya), juga membeli extra minimal satu ekor kambing untuk keperluan mengadakan azumah (perjamuan) Iedul Adha.  Perjamuan dilaksanakan mulai tanggal 10 malam julhijah sampai tanggal 13 malam julhijah.  Tamu-tamu yang datang ke rumah disuguhi makanan utama dari bahan olahan daging kambing.  Bila menemukan tamu yang tidak makan daging kambing, terpaksa disediakan hidangan utama lainnya dari ayam.

Seperti di belahan dunia lainnya, di Madinah Idul Adha merupakan hari penting sebagai waktu yang khusus  untuk bercengkrama dengan saudara maupun kawan.  Lengkap dengan acara bakar sate, celotehan riang anak-anak, gumaman ibu-ibu mengobrol, itulah salah satu potret kegiatan kami merayakan Idul Adha di Madinah.

MINYAK SAMIN.

Pada saat - saat menjelang Idul Adha, benak terpikir potret rutin dari acara potong hewan kurban, yaitu Bertumpuk-tumpuknya Lemak Kambing, maupun Sapi.

Di Timur Tengah, ibu-ibu sejak jaman dahulu kala, mengolah secara tradisional, lemak-lemak kambing atau sapi ini menjadi minyak hewani yang terkenal disebut minyak  samin.  Sekarang sudah banyak diproduksi secara massal berskala industri, sehingga minyak samin atau pure ghee mudah ditemukan di setiap toko maupun gerai supermarket.

13204426161727704732

minyak samin yang selalu tersedia di rumah (dok.dapur pribadi)

Di rumah saya selalu tersedia cadangan minyak samin.  Saya biasa membeli minyak samin dari sapi, karena menurut saya yang berasal dari lemak kambing aromanya terlalu kuat mempengaruhi wangi masakan.  Minyak samin digunakan mulai dari masak nasi putih, sayur, daging, sampai bikin  kue atau penganan.

Kenapa kami di Madinah banyak menggunakan minyak samin ? mungkin alasannya tradisional saja, sudah digemari oleh ibu-ibu sejak dulu, tujuannya untuk membuat masakan lebih lezat, lebih gurih.  Sekarang fungsi itu sebenarnya sudah bisa disubstitusi oleh mentega maupun margarine.  Tapi di Saudi sudah demikian cita rasa kulinernya, sehingga tetap lebih banyak menggunakan minyak samin daripada mentega.

132044311694372792

Contoh Minyak Samin Buatan Tangan seorang Ibu dari Cairo, aromanya lebih tajam, dan harganya pun lebih mahal.

Walau minyak samin sudah diproduksi dalam skala industri dengan packing dan merk bermacam-macam, namun sampai saat ini masih banyak ibu-ibu di pelosok-pelosok daerah Timur Tengah, Mesir, Tunisia, Maroko, Aljazair, masih membuat minyak samin sendiri.

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan minyak samin buatan tangan (home industri) dari seorang ibu tua dari Cairo, Mesir.  Beliau membuatnya dari lemak sapi, aromanya, wow sangat kuat.  Kalau dibandingkan di tanah air, saya teringat minyak nabati seperti minyak kelapa asli (istilah sunda,minyak keletik) yang merupakan home industri pula, bila dibandingkan dengan minyak yang ada di pasaran, aroma minyak kelapa buatan tangan ibu-ibu di desa-desa  ini lebih kuat, sehingga harganya pun lebih mahal pula.

MITOS KEPERKASAAN PRIA SAUDI

Beberapa waktu lalu saya membaca postingan seorang kompasianer yang meyakini minyak samin sebagai salah satu kunci keperkasaan Pria Saudi….Saya merasa geli dengan keyakinan tersebut.  itu hanya mitos.

Saya tinggal bergaul di berbagai kalangan masyarakat Madinah sudah hampir 11 tahun.  Tidak benar minyak samin menjadi faktor keperkasaan pria Saudi.  Yang nyata jelas-jelas faktanya, minyak samin telah menjadi faktor tingginya tingkat obesitas (kelebihan berat badan) di Arab Saudi.  Para ibu rumahtangga Saudi yang sudah menyadari bahaya minyak samin untuk kesehatan dan problem obesitas , sekarang secara sadar sudah mengurangi penggunaan minyak samin dalam memasak nasi, daging, ataupun membuat kue/sweet.

Fakta yang jelas ada, minyak samin dalam makanan, telah meningkatkan kadar lemak dalam tubuh.  Akibatnya banyak sekali  mengerikan bagi kesehatan.  Sebagai contoh akibat obesitas, rata-rata orang Saudi menderita penyakit kolesterol dan diabetes.  Pada penderita kolesterol  banyak yang berakhir dengan stroke.  Sedangkan pada penderita diabetes akut telah memicu timbulnya penyakit lain, seperti gagal ginjal, jantung, lever, dan rabun mata.

Saya mendapatkan banyak pengakuan dari ibu-ibu Saudi di sekeliling saya, bahwa akibat menderita diabetes, pada usia 40-an pun sudah menurunkan kemampuan sex baik pria maupun wanitanya.  Keperkasaan menurun, bahkan pada penderita diabetes akut, bisa mencapai kerusakan setingkat impotensi.  Fakta ini menyebabkan konsumsi obat-obat keperkasaan bagi pria cukup tinggi di Arab Saudi.

Jadi masih percayakah anda bahwa minyak samin merupakan kunci keperkasaan Pria Saudi ?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 7 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 12 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 13 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 15 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Preman …

Bhre | 7 jam lalu

Bercanda, Berfilsafat! …

Wahyudi Kaha | 8 jam lalu

Persipura Punya 5 Kandidat Pelatih Baru …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Hujan …

Gusranil Fitri | 8 jam lalu

Renungan Malam Tahun Baru 1436H: Ketika Doa …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: