Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Daus Doank

laki-laki biasa.....hanya ingin belajar...

Rumah Makan Padang dan Lidah Orang Minang

HL | 06 January 2012 | 03:47 Dibaca: 1390   Komentar: 30   1

1325824963579562234

Bermacam menu siap saji di Restoran Padang Sabana Nasi Kapau. (KOMPAS/WINDORO ADI)

Dari sabang sampai merauke berjajar rumah makan padang…..

Masakan padang mungkin telah menjadi salah satu masakan yang paling populer di Indonesia…Kemana pun anda pergi, hampir selalu bisa menemukan rumah makan padang….Ketika tinggal di Sorong, saya juga sedikit terhibur dengan keberadaan beberapa rumah makan padang yang tersebar di kota Sorong yang tidak terlalu besar….

Tersebarnya rumah makan padang tidak terlepas dari tradisi masyarakat minang yang perantau…bahkan merantau seperti telah menjadi kewajiban bagi pemuda yang baru menanjak dewasa…untuk mencari pengalaman, berguru dari alam yang terkembang, dan tentunya juga untuk mencari uang….

Nah, dari sini saya akan coba membahas tentang lidah orang minang….mungkin, sekali lagi mungkin, karena saya tidak bisa memastikan, lidah orang minang adalah lidah yang paling manja di indonesia…kenapa demikian? karena biasanya lidah mereka hanya cocok dengan masakan minang (masakan padang)….saya sendiri sangat merasakan betapa dulu lidah saya tersiksa saat pertama kali harus “nyantri” di salah satu pesantren di jawa….makan masakan jawa bagi lidah saya adalah kegetiran (Maaf, sama sekali tidak bermaksud merendahkan), dan ini ditambah lagi dengan masakan jawa yang dimasak di pesantren…anda bisa bayangkan masakan yang dimasak untuk ribuan orang, dengan bumbu yang dihemat, tentunya rasanya akan lebih hambar dibanding masakan yang dimasak di rumah…..perlu beberapa waktu untuk menyesuaikan lidah, meskipun beberapa masakan tetap tidak diterima oleh lidah…

Contoh lain, ketika nyantri di jakarta, Tempe bacem adalah salah satu menu makan pagi..kalau ga salah itu setiap hari selasa atau senin…dan tempe bacem bagi lidah saya adalah siksaan!!!…

Bagi orang minang yang menghabiskan sebagian besar usianya di kampung halaman, lalu merantau ke jawa, maka saya yakin permasalahan pertamanya adalah beradaptasi dengan gaya masakan pulau jawa yang cenderung manis dan berbeda dengan masakan yang biasa dilahapnya di kampung halaman….saya pernah mengatakan kepada seorang kawan bahwa kecap adalah bentuk pengkhianatan atas makanan….di kampung, saya tidak pernah melihat kecap di rumah saya, ataupun di rumah-rumah lain…karena mungkin kecap tidak termasuk dalam resep masakan minang….dan setau saya, di padang kecap hanya tersedia pada penjual bakso dan mie ayam pangsit…(namun mungkin bagi orang jawa, “Tidak memakai kecap berarti pengkhianatan atas makanan…hehe..)..

Salah seorang adik saya yang sempat mengikuti pelatihan di daerah jawa tengah, sampai-sampai harus menahan lidah dan menahan perut karena tidak terbiasa melahap makanan yang di lidahnya terasa manis….

Nah….kesimpulannya adalah, dengan banyaknya perantau minang, sementara lidah mereka adalah lidah minang yang hanya bisa dimanjakan dengan masakan minang, maka bermunculanlah banyak rumah makan padang yang saya rasa target awal mereka adalah para perantau minang itu sendiri, yang masih sulit beradaptasi dengan gaya makanan setempat……

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Unimog Promosi Gratis …

Agus Japloens | | 22 August 2014 | 01:11

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | | 22 August 2014 | 11:31

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Hati-hati Minum Jamu Pemberian Paranormal …

Mas Ukik | | 21 August 2014 | 20:15

Mau Ikutan Diskusi Bareng Anggota DPR Komisi …

Redaksi Kompas.com | | 21 August 2014 | 13:59


TRENDING ARTICLES

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 5 jam lalu

Drama Pilpres Telah Usai, Keputusan MK Harus …

Mawalu | 5 jam lalu

Open Letter to Mr Joko Widodo …

Widiyabuana Slay | 7 jam lalu

Pernyataan Politik Bermata Banyak …

Hendra Budiman | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: