Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Thamrin Dahlan

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Raja Tebu

OPINI | 08 February 2012 | 12:11 Dibaca: 678   Komentar: 31   1

1328654621234035501

Selepas Sholat Jum’at di Masjid At Tin Taman Mini, dalam perjalanan pulang saya saksikan banyak orang berkerumun melepaskan dahaga.  Minuman segar itu adalah Air Tebu.  Si abang Raja Tebu mangkal persis didepan Masjid At Tin, ada 2 gerobak motor disana.

Dengan harga yang pantas dengan kenikmatan : 5000 perak segelas plastik, konsumen sabar menanti giliran mendapatkan segelas air tebu.  Rasanya manis alami, tidak pakai gula.  Batang tebu itu diperas menggunakan alat khusus pakai tenaga  listrik , berulang ulang batang tebu dimasukkan ke penggilingan sampai kering airnya. Ya sampai  batang tebu itu menjadi ampas.

Kreatf  juga si abang tebu ini, memiliki gerobak yang mobile. Si abang menyediakan kotak sampah disamping gerobaknya sesuai dengan anjuran Bapak Gubernur untuk menjaga kebersihan.  Maklum di kawasan fasilitas umum, sampah sampah bekas tebu menjadi persolan bagi satpol PP kalau tidak diangkut.

Berjualan dipinggir jalan boleh boleh saja selama tidak menganggu laulalang lau lintas.  Si abang memang tidak menyediakan bangku untuk tempat duduk bagi pembeli, mungkin untuk praktis, karena minum air tebu tidak usyahlah pakai duduk,  kan cuma sebentar,..sruuup. selesai. Lalu lintas di jalanan tidaklah begitu ramai ketika itu, mobil dan motor bergerak dengan kecepatan sedang dari arah Pondok Gede menuju Temapat Wisata taman Mini Indonesia Indah, tidak seperti hari hari libur.

Saya ikutan antri sampai 3 ronde untuk mendapatkan segelas air tebu.  Air tebu murni, satu batang tebu hanys bisa dijadikan 3 gelas saja, karena tidak ditambah iar. Si abang memberikan service memuaskan dengan menawarkan  :

pakai es ngak pak..?

ya pakai es,

saya jawab cepat karena sudah kehausan di tengah panas yang cukup terik.

Maknyus, nikmat, saya mau tambuah ciek, tapi kasihan yang antri sudah banyak.  Saya tunggu sampai pengunjung mulai sepi, kemudian minta di bungkuskan 3 gelas air tebu untuk oleh oleh dibawa kerumah.

Oleh oleh pada dasarnya mempunyai 2 fungsi :

  1. sebagai buah tangan penyenang hati isteri tercinta dan anak anak dirumah
  2. sebagai alibi, saya tadi memang benar benar sholat jum’at di masjid at tin

Apabila anda sempat sholat jum’at ke masjid At Tin silahkan mampir ke Raja Tebu, saya rekomendasikan minuman segar ini super nikmat.  Murni minuman alami tidak akan menyebabkan perut kembung apalagi jenis penyakit lainnya.  So pasti dari air tebu itu kita mendapatkan tambahan energi dari sumber minuman yang sehat.

Berikut disampaikan promosi raja tebu dari Pak Doddy yang kebetulan sama sama berasal dari Jambi, hehehehe sekali jalan 2 - 3 pulau terlampau. Posting dapat, promosi orang sekampung pun beraksi.

Silahkan mampir, sesuai  pesan si Raja Tebu.

Salamsalaman

TD

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Indahnya Rumah Tradisional Bali: Harmoni …

Hendra Wardhana | | 26 October 2014 | 06:48

Perjuangan “Malaikat Tak …

Agung Soni | | 26 October 2014 | 09:17

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | | 26 October 2014 | 01:02

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59



HIGHLIGHT

Satu Malam di Tanjung Bira …

Abdul Rahim | 7 jam lalu

Unjuk Rasa Tuntut Upah Layak di DIY …

Musfingatun Sakinat... | 7 jam lalu

Cody Simpson - Java Sounds Fair 2014 …

Tari Nadya | 7 jam lalu

Unek-unek untuk Presiden Baru …

Folly Akbar | 8 jam lalu

Risalah 365 Doa & Zikir Sehari-Hari …

Nur Hadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: