Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Primus74

Seorang pemulung ilmu yang tinggal di SWIS (Sekitar Wilayah Sudiang),Makassar. Penggemar Sepakbola, blogger, peneliti, aktivis selengkapnya

Kue Bloomy, Kuliner Baru Khas Makassar

REP | 16 February 2012 | 20:21 Dibaca: 703   Komentar: 16   1

13293771751800123219

Kue Bloomy dalam kemasan

Setiap daerah memiliki aneka kulinernya masing-masing. Di Makassar, ada banyak kuliner yang khas diproduksi secara tradisional maupun secara modern. Ada banyak kue-kue jajanan pasar seperti kue buroncong, roko-roko unti, taripang, dan sebagainya. Namun tidak semua kue-kue jajanan pasar tersebut bisa menembus kedai-kedai untuk kelas menengah ke atas.

Saat ini, seorang kompasianer bernama Lucia Eny mengembangkan kuliner khas Makassar yang diberi nama Kue Bloomy. Saat saya berkunjung kerumahnya di Borong Indah, Toddopuli, Makassar beberapa hari lalu, saya disuguhkan Kue Bloomy buatannya. Rasanya empuk dan sangat nikmat dimulut. Dirumah tersebut, saya menyaksikan proses masaknya di dalam oven besar berjejer tiga. Namun saya tidak sempat melihat proses pembuatan adonannya.

Menurut Ibu Eny, panggilan akrab saya, Kue Bloomy ciptaannya berbahan dasar Ballo (arak/tuak). Ballo adalah minuman khas orang Bugis-Makassar. Namun jenis Ballo yang digunakan dalam adonan adalah Ballo Manis, bukan Ballo yang memabukkan. Sedang campuran adonan lainnya adalah tepung dan mentega.

Karena masih diproduksi terbatas, maka cara mendapatkannya pun masih terbatas. Kue Bloomy hanya dapat dinikmati pada sebuah waralaba internasional bernama Circle Key. Kedai Circle Key di Makassar hanya terdapatdua outlet yakni di Bandara Sultan Hasanuddin dan satu lagi di pusat kota Makassar. Harganya cukup terjangkau untuk kalangan pengunjung warkop sebesar Rp 5.000 per biji.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saudi Arabia dan Pembantu Rumah Tangga …

Mariam Umm | | 28 January 2015 | 23:59

100 Hari Jokowi-JK, Kompasiana, dan Ruang …

Subronto Aji | | 29 January 2015 | 01:22

Belajar Lewat Tagar …

Sam Leinad | | 28 January 2015 | 23:24

Air Asia = Low Cost Casualities? …

Iwan Permadi | | 29 January 2015 | 00:29

Resolusi Hijau, Mengelola Sampah Pribadi …

Dean | | 28 January 2015 | 21:57


TRENDING ARTICLES

Buya Syafii Maarif, Sekarang The Real …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Benny K. Harman, Hasto, dan Siluman Politik …

Susy Haryawan | 5 jam lalu

Tanggapan “Kartu Abraham di Tangan Jusuf …

Imam Kodri | 5 jam lalu

Menko Tedjo Gagal Faham …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Presidennya Jokowi, Kenapa Marahnya ke …

Rahmat Sahid | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: