Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Marta Cintia

cogito ergo sum :D

Filosofi Klepon

OPINI | 18 June 2012 | 13:11 Dibaca: 1306   Komentar: 7   3

13400346861862259247

Apa sih yang menarik dari klepon? Mari mengupas tuntas si ijo bulet ini.

Klepon itu lambang kesederhanaan, simple tapi juga penuh sensasi kejutan. Bila dibanding dengan kue tradisional lainnya klepon paling gampang bikinnya. Ga ribet. Ga perlu waktu lama. Kasih aku 15 menit ready to it!

Nah, tapi jangan salah dibalik sisi kesederhanaannya klepon ternyata juga elegan. Memang ingredients nya ga perlu, MSG, Natrium benzoat, borak, formalin, daging tikus ataupun sirip ikan hiu. Yang membuat dia terlihat elegan justru cairan coklat muda didalamny yang terasa manis. Itulah gula aren.

Walau sebagian menyangka semua gula jawa adalah sama. Namun, ternyata ga semua gula isian klepon itu sama baik dari segi aroma, warna dan rasanya. Gula aren sendiri terbuat dari nira aren yang khusus diolah tanpa campuran apapun. Gula aren berbeda dengan gula jawa. Kalu gula jawa dipasaran banyak yang udah ga virgin. Ada beberapa produsen yang nakal. Gulanya dicampur ketela.

kehadiran sang gula aren itu membuat klepon ga hambar. Begitu digigit, so sweet beudh. Nih analoginya. Bagai cewe klepon tuh inner beauty. Ga bakal ngerti baiknya sebelum digigit. Hloow? *ga nyambung mamen!! Hahaha

klepon adalah lambang kelembutan, ketepatan, kesebaran, keuletan serta ketelitian. Komposisi klepon harus tepat, ga boleh kurang dan ga boleh lebih. Kualitas klepon juga ditentukan oleh setiap komposisi bahan dasar yang dipilih. Akan berbeda klepon dari pewarna kain dan klepon dari daun suji. Dan taukah? Tangan yang lembut tapi bertenaga akan menghasilkan adonan yang bagus. keuletan dan ketelitian pembuat klepon jugalah yang berkontribusi bagi terciptanya klepon yang cantik.

Jadi begini, hidup itu ga cukup bermodal komposisi duniawi yang pas, tetapi juga butuh keuletan, kesabaran dan ketelitian agar hidup menjadi “cantik”.

Mau tahu lagi apa berikutnya? Pernah liat gimana proses perebusan klepon? Yup, ga jauh beda sama bikin bakso. Klepon yang belum matang itu begitu di masukkan ke dalam air bersuhu 100 C akan tenggelam baru kemudian setelah beberapa saat dan mulai matang klepon akan naik keatas.

Menjalani hidup itu ga bisa sekonyong – konyong mengharapkan diri langsung berada di atas. Mari berproses. Digodog dulu, nahan panas dulu, trus perlahan bangkit dan mencapai puncak teratas. Bukan begitu?

Ada hal lain yang menarik lagi dari klepon. Dia mahluk polos yang cukup menarik. Tiap kemunculannya, si klepon ga mungkin Cuma tampil ijo, polos, bulet gitu aja to? Ada kelapa setengah tua yang diparut tanpa kulit luarnya dengan teknik memanjang.

Nih juga jadi pelajaran, boleh terlihat polos. Sah sah aja. Tapi jangan polos-polos amat. Kita perlu sedikit ornamen penghias kepolosan baik secara intrinsik atau ekstrinsik. Ga cukup modal penampilan tapi juga perkaya ilmu, wawasan, pengetahuan.

Klepon dapat diklasifikasikan kedalam mahluk ga hidup yang ga egois. Dia mau berbagi. Coba bayangin pernah liat klepon yang dijual secara individu? Enggak kan? Minimal ada 4 klepon desek-desekan dalam satu porsinya. Lebih parah lagi kalau beli di pasar. Kleponnya udah kayak penghuni rumah susun, banyak banget penghuni klepon dalam satu kemasan.

Mari tengok klepon yang mau berbagi. Hidup adalah untuk berbagi. Tidak egois. Mari hidup berdampingan dengan oranglain.

Harus selalu baru, jangan simpen lama-lama. Inilah keunikan klepon yang terakhir. Idealnya klepon hanya bisa dikonsumsi selama kurun waktu 6 jam saja. Dalam jangka waktu ini klepon masih fresh. Lebih dari 6 jam kemungkinan klapanya udah basi dan ga enak dimakan.

Nah, begitupun kalu kesel, marah, cemburu, galau, sakit hati jangan simpen lama-lama. Cepet telan habis dan keluarkan. Kalau nggak bisa basi! Bikin sakit perut! Bahkan lebih parah lagi bisa meningkatkan resiko serangan jantung! Nah lo.. takut nggak??

Well, mengenali dengan baik apa yang dimakan adalah nilai plus penikmat kuliner. Ketahuilah apa yang baik dan pantas kau makan. Ga selamanya yang baik dimulut baik diperut. Salam Klepon :D

*klepon adalah kue tradisional yang berbahan dasar tepung ketan putih. Kue ini sebaiknya dimakan tanpa disentuh dengan tangan, gunakan garpu atau semacam tusuk gigi karena kandungan pektin dalam bahan dasarnya yang cenderung menyebabkan klepon lengket ditangan. Tak banyak anak kecil yang menyukai kue ini karena rasa luarnya yang cenderung hambar dan hanya sedikit asin. Sebagian penikmatnya adala kaum dewasa maniak jajanan pasar. Perlu diingat bahwa klepon tidak disarankan untuk penderita asam urat tinggi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 9 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 10 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 10 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 10 jam lalu

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: