Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Qilla Salafy

mencintai dengan sederhana...

Membuat Abon Dari Ikan Patin

REP | 29 June 2012 | 21:28 Dibaca: 3060   Komentar: 10   4

Sebagai lanjutan dari tulisanku yang lalu yaitu tentang  http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/06/23/membuka-peluang-usaha-rumahan/ , saya ingin berbagi resep cara membuat abon ikan patin. Soal rasa, sebenarnya tidak begitu jauh berbeda dengan abon sapi, sedikit manis namun abon ikan lebih nikmat dengan adanya rasa pedas.

Bahan:

- 1 kg ikan patin ukuran besar, cuci lalu dibuat fillet (ambil dagingnya saja) jangan lupa pisahkan pula dari   kulitnya. Kukus, suwir2 sambil dibersihkan dari duri2 halusnya

Bumbu:

- Bawang merah 5 butir

- Bawang putih 2 siung

- Ketumbar 1 sdm

- 1 ruas kunyit

- Bagi yang suka rasa pedas bisa ditambahkan 5 buah cabe merah

- 1 ruas jahe dikeprek

- 1ruas lengkuas dikeprek

- daun salam 3 lb, 2 buah serai, 2 lb daun jeruk

- santan kelapa kira2 1 gelas

- Gula merah

- garam secukupnya

Untuk taburan sediakan bawang goreng secukupnya

Cara Membuat:

-Semua bumbu dihaluskan kecuali daun salam dan serai, dll, lalu tumis bumbu hingga harum.

-Setelah itu masukkan fillet ikan patin yang telah disuwir-suwir lalu tambahkan santan, daun salam, daun jeruk, serai, jahe, dan lengkuas, lalu aduk-aduk sampai air santannya habis.

-Setelah airnya habis, angkat. Lalu siapkan wajan dan tambahkan minyak panas, lalu masukan ikan yang telah dibumbui tadi kedalam wajan, kecilkan api, aduk-aduk hingga warnanya kekuningan. Jangan terlalu coklat, karena ikan masih akan mengalami proses pemanasan didarat.

-Setelah matang, abon yang telah jadi diangkat lalu tiriskan hingga minyaknya habis, atau bisa juga diperas pakai kain bersih kalau tidak ada alat untuk memeras.

-Setelah minyaknya tiris, taburi abon ikan dengan bawang goreng.

Masukan abon kedalam toples kedap udara, insyaAllah abon ikan itu akan tahan lama dalam beberapa hari. SELAMAT MENCOBA….

@QillaDapurMasakanKeluarga29062012

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 11 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 12 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 12 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Phsycologhy Dangdut Pengaruhi Cara Pandang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

“Triple Steps Solution” Upaya …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Every Children is Special …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Pemilik Bagasi Lost 500 Juta Rupiah Itu …

Irawan | 8 jam lalu

Habibi & Kakak vs Sentimentil Sang Guru …

Daniel Oslanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: