Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Joko Wenampati

Gak penting banget

Masak Kolak Pisang yang Benar Itu Begini

OPINI | 23 July 2012 | 17:09 Dibaca: 4384   Komentar: 38   14

Beginilah cara masak kolak yang benar. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya jenis pisang dan jenis gula. Namun yang paling penting adalah jenis pisangnya. Jenis gula tentunya terserah selera anda atau ketersediaannya.

Menyiapkan pisang

Jenis pisang yang cocok untuk kolak hanya ada dua. Yang pertama adalah pisang klutuk. Pisang klutuk cocok dikolak karena daging buah yang tidak lembek saat buahnya pas matang. Maksudnya tidak saat sedang bonyok. Pisang klutuk pun ada dua jenis yang pertama yang berbiji besar dan yang berbiji kecil atau halus. Pilihlah pisang klutuk berbiji halus. Pisang klutuk cocok dikolak karena daging buah yang tidak lembek. Jenis pisang ke dua yang cocok untuk kolak adalah pisang raja. Teksturnya yang khas menghasilkan kolak yang yummy. Pilihlah pisang raja yang pas matangnya.

Bahan

1. Gula aren

2. Santan encer 1 liter

banyaknya gula aren juga terserah selera anda, apa mau kolak yang rasanya agak manis, atau manis atau sangat manis. Saya anjurkan agak manis sebab buah pisangnya sudah terasa manis.

Cara Masak

Cara masaknya jangan masak pisang dan gula secara terpisah. Tapi terlebih dahulu rebuslah gula aren dalam santan encer hingga gula arennya larut. Biasanya 500 gram gula aren (atau 1 cetakan 1/3 batok kelapa) cukup untuk 1 liter santan encer. Aduk terus supya santan tetap merata tercampur. Setelah gula larut kupaslah pisang yang sudah matang dan masukkan ke dalam gula aren yang sudah larut bersama santan. Jumlah pisang yang dimasukkan terserah selera anda, apakah mau dominan air gula atau agak banyakan pisangnya. lanjutkan masak hingga pisang klutuk nya lembek (indikasinya sangat mudah ditembus oleh garpu). Tapi jika anda memasak kolak pisang raja, pisang dimasak hingga nampang agak mengembang dan air gula seperti bertekstur.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Heritage Kereta Api, Memadukan Bisnis …

Akhmad Sujadi | | 20 August 2014 | 08:31

Kabar Gembira, Kini KPK Ada TVnya! …

Asri Alfa | | 20 August 2014 | 11:16

Kesadaran Berdaulat Berbuah Ketahanan dan …

Kusuma Wicitra | | 20 August 2014 | 12:38

Saonek Mondi Sebuah Sudut Taman Laut Raja …

Dhanang Dhave | | 20 August 2014 | 12:13

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 8 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 9 jam lalu

Massa ke MK, Dukungan atau Tekanan Politis? …

Herulono Murtopo | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: