Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Dian Kelana

Ilmu tidak didapatkan disekolah, tapi pada kemauan belajar. dan Tuhan tidak akan mengubah nasib kamu, selengkapnya

Simpang Lima, Pusat Kuliner Kota Semarang

REP | 06 August 2012 | 16:01 Dibaca: 2589   Komentar: 16   5

13442241232093574992

Warung tenda Pusat Kuliner Simpang Lima Semarang

Selesai acara Drive Test for Journalist kesiapan jaringan Indosat dalam menyambut lebaran 2012 yang berakhir di Ungaran. Kami, rombongan blogger dan wartawan dari Jakarta, di drop ke hotel Ciputra yang berlokasi di sisi timur Simpang Lima, Semarang.

Selesai mandi dan berganti pakaian, saya yang sekamar dengan rekan Teddy Rustandi, blogger Detik, kembali keluar kamar. Karena sebelumnya Eni Nur Ifati, kepala rombongan kami, mengajak untuk mencari makan malam. Sebenarnya selama puasa Ramadhan ini saya tidak terbiasa makan malam, karena hidangan buka puasa dan makan habis shalat magrib tadi sudah cukup hingga sahur nanti. Tapi karena ingin melihat suasana Semarang malam hari, ajakan itu saya terima.

Keluar dari lift dan berjalan menuju di lobby hotel, saya melihat beberapa anggota rombongan telah menuggu, termasuk Eni. Karena masih ada dua orang anggota lagi yang belum turun dari kamar hotel, saya dan Teddy akhirnya juga ikut duduk di ruang tunggu.

Sekitar lima menit kemudian, teman yang ditunggupun kelihatan keluar dari lift. Tanpa menunggu lagi kamipun segera keluar dar hotel. Sampai di halaman hotel Eni mengatakan bahwa dia harus mengantar seorang anggota rombongan yang akan duluan kembali ke Jakarta, karena ada rapat yang harus diikuti teman tersebut besok pagi. Sementara jadwal penerbangan pesawat Garuda yang akan kami tumpangi baru akan meninggalkan Semarang lewat jam 1 siang. Saya tidak tahu apakah teman tersebut kembali ke Jakarta naik bus atau Kereta api.

Sebagai orang baru di Semarang, saya bersama Teddy mengikuti saja kemana rombongan bergerak. Keluar dari hotel kami menyusuri trotoar ke arah utara kawasan Simpang Lima, melintasi jalan Gajah Mada dan naik ke trotoar di depan Masjid Raya Baiturrahman. Kami menyeberangi mulut jalan Pandanaran, begitu naik trotoar di depan kami telah terpampang tenda pusat kuliner Simpang Lima.

Rombongan kami terus berjalan melewati tenda ini hingga sampai ke sudut barat Simpang Lima, kami berbelok kekiri mengkuti arah jalan yang kami lewati, kemudian melintasi mulut  jalan Pahlawan. Sampai di seberang kami kembali berhadapan dengan tenda pusat kuliner lagi, tapi kembali kami hanya melintas disana, nampaknya rombongan di depan belum melihat tempat yang cocok.

Sampai di sudut selatan Simpang Lima, rombongan kembali berbelok kekiri mengkuti alur trotoar. Kami kembali menyusuri tenda yang nampaknya lebih panjang dari dua tenda sebelumnya. Hampir dekat ke ujung tenda yang bermuara di jalan Ahmad Yani, rombongan di depan kami berhenti dan masuk kebawah tenda serta mulai mencari tempat duduk di kursi yang berderet menghadap meja panjang di bawah tenda. Begitu kami duduk, seorang pelayan laki-laki muda berusia 20an menyodorkan menu. Masing-masing kami lalu memilih menu sesuai selera masing-masing.

Karena tidak terbiasa makan malam dan lagi juga karena tidak merasa lapar, saya hanya memesan wedang jahe untuk menghangatkan badan.  Tidak lama berselang Eni kembali dari mengantar teman dan bergabung lagi dengan kami. Eni mengambil tempat duduk  semeja di hadapan saya.

Ada yang menarik perhatian saya sewaktu makanan pesanan  Eni datang, yaitu pecel! makanan kesukaan saya yang sudah lama tak saya temui. Melihat Eni begitu menikmati makanannya, sayapun jadi ngiler. Hingga akhirnya sayapun memesan pecel itu.

Setelah ngobrol sekitar satu jam dan menghabiskan makanan dan minuman masing-masing, kamipun berancang-ancang untuk kembali ke hotel.  Setelah menyeberang melewati jalan Ahmad Yani, kembali saya temui tenda di sepanjang trotoar sebelah timur Simpang Lima yang berakhir dekat mulut jalan Ahmad Dahlan, tapi di sini sebagian warungnya sudah pada tutup.

Satu hal yang agak sedikit berbeda saya lihat di tenda yang terakhir ini adalah warungnya terdapat di sisi kiri dan kanan tenda, sehingga ruang pengunjung dan meja kursinya terdapat di bagian tengah tenda. Berbeda dengan tenda-tenda yang kami lalui sebelumnya yang hanya menempatkan pedagang pada satu sisi bagian luar, dan membiarkan sisi dalam hanya diisi meja dan kursi , sehingga pengunjung bisa dengan bebas melihat ke arah lapangan Simpang Lima. Begitu juga, disamping berdagang makanan, di tenda ini juga terdapat warung-warung yang menjual souvenir untuk para wisatawan yang berkunjung ke sini.

Setelah melintasi jalan Ahmad Dahlan kami kembali tiba di hotel Ciputra, tuntas pula kami mengelilingi Simpang Lima Semarang dan menikmati kuliner yang terdapat di sana. Sampai di hotel sebelum menuju lift saya menghampiri resepsionis, kepada petugas resepsionis saya berpesan untuk dibangunkan waktu sahur, sekitar jam 03.30. Setelah itu saya dan Teddy berjalan menuju lift dan naik kelantai 7, masuk kamar 719.

Tuntas sudah acara hari itu, kini kami ingin istirahat untuk mengembalikan stamina yang terkuras,  setelah sehari penuh mengikuti acara Drive Test for Journalist Indosat Network, dalam rangka menyambut lebaran 2012. Capek? Pasti. Tapi apa yang kami dapatkan hari itu menambah wawasan kami bagaimana sebuah system bekerja secara terpadu dan terencana, sehingga pelanggan bisa menikmatinya tanpa hambatan. Terima kasih Indosat.

1344225476447371396

Alun-alun Simpang Lima Semarang di waktu Subuh

13442242062076176602

Pak Edo berpose sejenak membelakangi Baliho Jadwal Ramadhan di depan Masjid Raya Baiturrahman yang disponsori Indosat

13442246271396028981

Ngobrol dan menikmati hidangan kuliner sesuai pilihan selera

1344224725114715256

Menikmati pecel yang rasanya maknyusss…

13442251271035593897

Area Wisata Kuliner dan souvenir

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 8 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 13 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 13 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: