Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Wiana Paragoan

Menulislah sampai kau tak punya daya lagi. Abadikanlah setiap momen lewat kata dan ga mbar. Penyayang selengkapnya

Menu Horor di Warung Mbah Jingkrak

REP | 03 September 2012 | 10:50 Dibaca: 1250   Komentar: 2   0

Setiap kali berwisata kuliner, saya selalu mencari tempat yang unik interiornya, harga tetap pas di kantong, suasana nyaman, dan rasa makanannya tidak mengecewakan. Pilihan kali ini jatuh kepada Warung Mbah Jingkrak. Lokasinya di Jalan Kumbang no 15, Kota Bogor, tidak jauh dari kampus diploma Institut Pertanian Bogor. Dan tidak jauh dari tempat nongkrong saya dulu di Malabar.

Warung Mbah Jingkrak ini baru dibuka sekitar setahun yang lalu. Dan merupakan tempat favorit untuk acara gathering, arisan, rapat dan keluarga. Warung Mbah Jingkrak ini sangat unik. Logo warungnya gambar seorang mbah yang sedang jingkrak dengan jari telunjuk yang diputar ke arah atas. Di luarnya pun tergantung sebuah kuali. Entah apa maknanya, tapi unik juga. Saat masuk ke dalam warung (meski sebenarnya tempat ini lebih cocok dibilang restoran), anda akan disambut dengan jejeran makanan layaknya menu prasmanan. Makanan yang dijejer di depan pintu itu untuk memudahkan pengunjung memilih makanan yang akan mereka santap. Makanan tersebut nantinya akan disajikan pelayan ke meja anda.

Dari deretan makanan tersebut, hampir semua namanya berbau horor, seperti ayam rambut setan, ayam wewe, kerang iblis, sambal iblis, baso mata setan dll. Kenapa dinamakan seperti itu, kalau guyonan orang sih, karena saking pedesnya bikin seperti kesetanan. Bayangkan saja, bumbunya banyak didominasi cabe rawit. Seperti jargon warung ini, ‘Siapa bilang masakan Jowo manis ??’

Meski hampir semuanya pedas, ternyata juga ada makanan yang tidak pedas, seperti sate udang, cumi, tahu goreng, tempe goreng dan paru. Seperti pesanan saya untuk makan siang kali ini. Saya memesan 1 tusuk sate udang yang berisikan 4 udang goreng tepung dengan ukuran besar. Sate udangnya memang tidak pedas, tapiiii, aneh rasanya kalau tidak ada sambal sebagai pelengkapnya. Mulut gak akan mengeluarkan bunyi wah wuh (bunyi karena kepedasan hehee). Jadi, saya memesan semangkuk kecil sambal bawang dan sambal iblis.

Untuk sayurnya saya memesan Sayur Mangut (sayur dengan kuah santan yang tidak begitu kental, dan didalam sayurnya ada sepotong ikan pari yang sudah diasap dan setengah potong tahu goreng). Rasa ikan pari asapnya menyatu dengan kuah santannya, lezat. Dan tetap lho, ada 3 buah cabe rawit merah utuh dalam semangkuk kecil sayur mangut pesanan saya. Mantap! Benar-benar bakal kesetanan kalau nekad memakan cabe rawitnya.

Tidak hanya makanannya yang dinamakan horor, tapi juga minumannya, seperti es neraka, es kolor ijo, es demit dan es jenglot. Eh tapi jangan salah ya, namanya memang horor, tapi rasanya gak horor kok. Seperti es kolor ijo, yang didalamnya terdapat campuran cendol hijau, daging kelapa muda, tape ketan dan selasih. Untuk minuman, saya tidak memilih minuman horor tersebut, saya lebih memilih Es Surga, lucu ya namanya. Es surga merupakan es yang terdiri dari campuran daging kelapa muda dan sirsak serta sedikit perasan jeruk lemon. Rasanya segar, lumayan untuk meredam rasa pedas si cabe rawit.

Setelah memesan makanan, saya memilih tempat duduk yang dekat dengan sebuah radio antik. Tidak hanya ada radio antik, di belakang tempat duduk saya, juga ada dua buah lemari yang berisikan mainan jaman dulu seperti congklak, dan bola bekel. Lemari satunya berisikan gelas dan piring yang terbuat dari kaleng, dan rantang makanan yang terbuat dari kayu. Temboknya pun terbuat dari batu bata. Kursi dan meja makannya juga bergaya jaman dulu. Interior bernuansa Jawanya kental dengan pajangan wayang dan kain batik di tembok batanya. Keren buat bernarsis ria. Sebelum makanan disajikan, silahkan puaskan diri kalian untuk berfoto ria. Oya, ternyata di sini juga disewakan untuk foto pra-nikah.

Kelar sesi foto, makanan pun datang, tidak sampai 15 menit. Saatnya menyantap menu serba pedas ini dan siap-siap kesetanan. Menyantap menu dengan nama horor, diiringi alunan musik Jawa dan suasana rumah antik merupakan perpaduan yang unik.

Harga di Warung Mbah Jingkrak ini sangat terjangkau. Sate udang yang saya pesan cukup dibanderol Rp. 13.000,-. Sambal bawangnya dibanderol Rp.3.500,-. Sambal iblisnya sepertinya gratis karena tidak tertera di struknya. Semangkuk kecil Sayur Mangut dibanderol Rp. 15.000,-. Oya, Oseng daun pepaya di Warung Mbah Jingkrak juga enak, tidak pahit, harganya pun murah, sepiring hanya dibanderol Rp. 6000,-. Ayam Rambut Setannya pun hanya dihargai Rp. 12.500,- , semangkuk Kerang Iblisnya cukup bayar Rp. 16.000,-. Es Surganya dibanderol Rp. 12.500,-. Jus Strawberrynya dihargai Rp. 15.000,-

Warung Mbah Jingkrak juga melayani paket prasmanan, nama paketnya tetap berbau horor, yakni paket tuyul dan paket gerandong. Nah, bagi yang suka masakan pedas, dan ingin makan makanan Jawa yang tidak manis, silahkan datang ke sini dan cicipilah menu horor yang disediakan. Warung ini buka setiap hari dari pukul 08.00 - 21.00 WIB. Siap-siap kesetanan dan nge-jingkrak ya :)

(Angkot Hijau)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Meriah Nobar Relawan di Episentrum Kalla …

Indra Sastrawat | | 20 October 2014 | 12:56

Ibu Negara Kita Kenyes-Kenyes dan Cantik …

Mafruhin | | 20 October 2014 | 08:58

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Tolong … Emosi Saya Dibajak! …

Hendri Bun | | 20 October 2014 | 13:20

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Standing Applause, Bagi Kehadiran Prabowo …

Abah Pitung | 5 jam lalu

Beda Perayaan Kemenangan SBY dan Jokowi …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 8 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 8 jam lalu

Ucapan “Makasih SBY “Jadi …

Febrialdi | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Curahan Hati Indra Sjafrie .. …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Setelah Menjadi Relawan Jokowi, Selanjutnya …

Maulana Zam | 7 jam lalu

Melihat Jokowi dari Papua …

Moh. Habibi | 7 jam lalu

Buku Adalah Dunia, Bukan Jendela …

Nitaninit Kasapink | 7 jam lalu

Pelantikan Presiden yang Mengukir Sejarah …

Mamank Septian | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: