Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Hari Aji Al Jatimi

Guru SMK yang bercita-cita ingin menjadi Chef

Wedang Cemue: “Minuman Unik dengan Toping Bawang Merah Goreng”

REP | 22 November 2012 | 17:19 Dibaca: 1227   Komentar: 0   1

13535793481508082575

cemue

Hujan-hujan-hujan,…..bagaimana kabar kalian para penghuni gua,…. Bagaimana pula kabar kalian akos, dan apon. Semoga baik-baik saja….he..he…. :)

Alhamdulillah…

Hujan-hujan gini memang paling siiiip nyari yang anget-anget kali ya….

Namun berhubung masih hujan, agak males juga keluar dari tempat kos. Dan sambil nunggu hujan reda, sempet-sempetin aja buat tulisan. Ya, mungkin sekadar tulisan ringan sih. Tapi saya rasa dapat diambil manfaatnya, bagi yang berminat, he..he..

Ngomong-ngomong sudah tahu belum “wedang cemue”

Wuiiiiih apa lagi tuh cemue….., he…he jangan nggumun “heran” dengan nama yang satu ini ya. Yang jelas cemue bukan bahasanya kaum 4L4Y…..yang merupakan terjemahan “semangat” . Namun cemue yang maksud di sini merujuk pada satu jenis minuman yang dulu sangat popular di tempat tinggal saya, namun sekarang hampir punah. Hiks…hiks… :(

Oh ya bagi Sobat yang pernah baca novel Umar Khayam yang berjudul “Para Priyayi” Sobat akan mendapati nama kuliner yang satu ini. Ya nama wedang cemue begitu apik dikisahkan oleh Umar Khayam. Umar khayam yang asli Ngawi tampaknya sengaja memunculkan nama kuliner ini agar dikenal masyarakat luas. Sambil promosi kali ye…he..he

Dan sekarang pun sobat pun berhak tahu apa itu wedang cemue (salah satu kuliner asal Jawa Timur bagian barat)

Mari saya ajak mengenal wedang yang satu ini, …….

WEDANG CEMUE

Wedang cemue, salah satu kuliner khas Ngawi, selain tempe kripik, ledre, dan tahu tepo. Wedang cemue secara rasa boleh dibilang unik. Yakin dech……

Uniknya di mana?

Ya, saya berani menyebut wedang ini unik, dari segi bahan sepertinya sih biasa, namun ada salah satu bahan yang kayaknya kurang lazim untuk sebuah minuman. Ya, benar…. wedang cemue mungkin satu-satunya wedang yang berani memadukan unsure gurihnya santan, dipadukan dengan manisnya gula tebu, pedas jahe, gurih dan legitnya roti tawar, serta krenyes krenyesnya kacang kelici dan tak lupa dalam minuman ini terdapat pula taburan/toping bawang merah goreng dan aroma aroma wangi daun pandan. Dan saya rasa…?? sangat tidak lazimlah sebuah minuman menambahkan taburan macam ini. Mungkin di sinilah keunikannya….he..he..he….

Berikut sekilas info mengenai Si Wedang Cemue….

Nama : Cemue

Asal : Ngawi, (Magetan juga mengklaim)

Rasa dan aroma : Manis dan gurih, krenyes-krenyas, harum pandan, jahe, dan bawang merah goreng

Bahan : 3 lembar roti tawar, potong kotak kecil, 3 cangkir air putih. 1 cangkir santan kental, 3 sdm gula pasir, jahe sebesar ibu jari tangan, dikeprek, sejumput garam, daun pandan, remas-remas, ikat

Untuk taburan : bawang merah goreng, kacang tanah kupas yang digoreng, bisa juga menggunakan kacang bawang atau kacang kulit kemasan yang dikupas hingga ke kulit tipisnya.

Cara Membuat :

1. Rebus air dengan gula, garam, jahe, dan daun pandan. Gunakan api kecil. Aduk hingga gula larut

2. Tambahkan santan, aduk agar tidak pecah, didihkan, matikan api

3. Tuang kuah santan ke gelas saji, beri irisan roti secukupnya, taburi bawang goreng dan kacang, sajikan hangat.

Sekian dulu ulasan kuliner dari saya,…yuups… jika Sobat berminat Kalian bisa kok nyoba resep ini di rumah….salam maknyuuus…

Surakarta, 22 November 2012

4.20 PM


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penambang Belerang Kawah Ijen yang …

Mawan Sidarta | | 17 September 2014 | 10:13

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Seni Bengong …

Ken Terate | | 16 September 2014 | 16:16

[Fiksi Fantasi] Keira dan Perjalanan ke …

Granito Ibrahim | | 17 September 2014 | 08:56

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 7 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 7 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 8 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 9 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Vox Populi Vox Dei? …

Angin Dirantai | 7 jam lalu

Kayungyun: Catatan Sang Pelacur …

Kang_insan | 7 jam lalu

Tentang “Hobi” Baru SBY di …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Kenikmatan DPR …

Tion Camang | 8 jam lalu

Kata Mawar …

Prayogo Tulus | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: