Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Aliepodja

Kesana kemari tidak jelas. Nulis ini itu ga jelas. Motret ini itu nggak jelas. Orangnya selengkapnya

Rarobang, Ambon Coffee

REP | 28 November 2012 | 13:19 Dibaca: 190   Komentar: 0   0

Matahari sudah tergelincir saat saya mulai berkeinginan menjelajahi kota Ambon. Bukan tanpa alasan memilih sore hari memang. Cuaca yang panas khas pesisir membuat saya berpikir dua kali berputar-putar di Ambon selepas makan siang tadi.

Kebetulan badan juga cukup lelah setelah menempuh perjalanan Jakarta-Ambon. Rehat setelah makan siang tepat mengingat saya ingin menjelajah hingga malam tiba.

“Tak lengkap bila sudah ke Ambon tidak ngopi,” ujar Al @almascatie, rekan forum National Geographic Indonesia Regional Maluku yang menemui saya di hotel menjelang ashar. Saya sudah memberi kabar sebelumnya memang bila akan singgah di Ambon, so kami bisa kopi darat.

Benar-benar kopi darat. Diajaknya saya mampir ke Warung Kopi Sibu Sibu terlebih dahulu. Ada beberapa warung kopi terkemuka di Ambon, diantaranya Warung Kopi Joss, Reno, dan Sibu Sibu sendiri. Disebut pertama konon telah ada sejak puluhan tahun silam, tidak jauh beda pula dengan Sibu Sibu yang sudah turun-temurun. Kebetulan sekali pemilik Sibu Sibu juga penggiat blog.
Sibu Sibu cukup terkenal di kalangan pelancong yang singgah ke Ambon. Saat saya datang, beberapa turis asing tampak asyik bercengkerama menikmati kopi dan penganan kecil. Beberapa dengan pemandu lokal saya rasa.

Menempati ruko berukuran sekira 3×5 meter persegi, Sibu Sibu terlihat ‘amat Maluku’, puluhan poster ‘tokoh’ terpasang di dindingnya, terutama pemusik macam bersaudara Utha dan Benny Likumahuwa. Di salah satu sisi terpasang beberapa pemain sepakbola Belanda keturunan Maluku, macam Giovanni Sapulete (kapten Belanda yang populer dengan nama belakang van Bronchost), hingga legenda timnas merah putih, Ronny Pattinasarani.

Sibu Sibu buka sejak pagi hingga pukul 21.00 WIT. Salah satu andalan Sibu Sibu adalah Kopi Rarobang, kopi yang awal mulanya banyak dinikmati pelaut-pelut Maluku. Kopi, jahe, dan campuran aneka rempah, dicampur bersama susu, dan taburan kenari segar di atasnya. Telur dapat ditambahkan pula kurasa.

Saya memesan (dipesankan lebih tepatnya, karena saya tidak ingin salah mencoba) Kopi Rarobang dengan es. Meski akhirnya yang disajikan di meja kopi panas, toh saya sama sekali tidak protes.
Saya mengaduk perlahan secangkir kopi, membiarkan susu dan kopi bercampur, dan serpihan kenari segar mengambang di atasnya. Aroma rempah tercium, dan hangat seketika ketika kopi mulai masuki tubuh. Tidak salah bila para pelaut menikmatinya. Cocok mengusir dinginnya angin laut.
Tak hanya kopi, Sibu Sibu juga menjual beberapa suvenir. Kaos oblong dengan tulisan Ambon Manise atau Maluku, salah satunya. Bila singgah, lebih baik anda membeli beberapa kaos di sini. Di tempat lain, saya tidak menemukan lagi suvenir tadi, kurang beruntung. Hehe
Saya tidak tahu, apakah Kopi Rarobang juga tersedia versi sachet-nya. Bila ada, saya mau yang pasti. Hmm
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 11 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 11 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 12 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pijat Refleksi Hilangkan Keluhan Lambungku …

Isti | 7 jam lalu

(Lumen Histoire) Sejarah dan Seputar …

Razaf Pari | 8 jam lalu

Kisah Pilu “Gerbong Maut” di …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Batik Tulis Ekspresif yang Eksklusif …

Anindita Adhiwijaya... | 8 jam lalu

Akherat, Maya Atau Nyata? …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: