Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Roni

hanya ingin belajar

Bakso Klenger

REP | 02 December 2012 | 14:22 Dibaca: 872   Komentar: 0   0

Bakso Klenger

DSC_0191.jpg

Bakso pada umumnya berukuran seperti bola bekel, akan tetapi tidak pada bakso yang satu ini, yaitu “bakso klenger”. Warung bakso ini bernama “Depot Ratu Sari”, terletak di jalan Wahid Hasyim No. 15 Nologaten, lokasinya tidak jauh dari Ambarukmo Plaza Yogyakarta. Warung ini belum lama ada dan baru satu tahun berdiri. Didirikan oleh seorang lelaki 28 tahun asal Kupang bernama Taufik juga sebagai owner.

“Di Jogja baru dibangun bulan November tahun kemarin. Awalnya prasmanan terus beralih ke bakso tapi bakso yang kecil. Gak tahu dapat inspirasi dari mana saya buat-buat sendiri dengan ukuran yang besar terus laku dan bikinlah bakso yang seperti ini dan kebetulan di Jogja ini belum ada”. Terang Taufik waktu ditemui di warungnya (29/10). Walaupun besar, bakso ini lebih padat dari bakso biasa. Daging sapinya benar-benar berasa, tidak seperti bakso-bakso biasa yang sering dijumpai yang terkadang lebih berasa tepung daripada daging.

“Kalau dicetak, bakso ini sekitar 16 bakso kecil. Karena kurang variasi saya isi telur ayam dan karena kurang puas lagi saya masukin urat terus saya pasang di depan empat buah, kemudian orang datang langsung pesan bakso besar tanpa lihat harga. Dulunya harga bakso besar Rp17.500.00 tetapi ternyata peminatnya lebih bagus, terus saya bikin sekitar tiga itu gak ada berapa jam orang sudah pesen bakso.”imbuh ayah satu anak ini.

Awal mula nama bakso klenger itu sendiri sebetulnya secara tidak sengaja ketika ada orang yang makan sampai gak sanggup lagi untuk menghabiskan, karena memang ukuran bakso yang besar dan daging sapi yang benar-benar padat. “Dulu itu ada orang yang makan sampai benear-benar gak sanggup dan dalam istilah Jawa berarti “klenger”. Tidak hanya bakso klenger, menu bakso yang special lainnya ada bakso klenger komplit dengan harga yang cukup mahal, namun tetap saja ada konsumen yang tertarik untuk membeli.

“Selain bakso klenger, ada juga bakso komplit dengan harga Rp 25.000.00. Saya sendiri juga heran kenapa ada orang yang mau membeli bakso dengan harga Rp 25.000.00. bakso ini berisi bakso klenger, kecil, goreng, urat, rusuk. Mungkin karena saya jual bakso itu karena saya fokus orang itu makan bakso ya makan daging jadi bukan makan tepung. Saya mempunyai prinsip walaupun untung sedikit tetapi tetap mempunyai konsumen.” Sambungnya. Memang cukup mahal untuk makanan semacam bakso tetapi dengan kualitas bakso yang ditawarkan saya rasa itu berimbang dengan harganya. “Bahkan ada konsumen yang selesai makan, mereka minta bungkus sampai lima untuk bakso klenger komplit” imbuhnya.

Menu lainnya yang ada di Depot Ratu Sari ini antara lain bakso kaget. Awal mulanya nama bakso kaget juga sama dengan bakso klenger yang menemukan nama secara tidak sengaja. Yang menarik dari bakso kaget terdapat kaki sapi di dalamnya. “Konsep penyajiannya saya masukin kaki sapi yang disitu terdapat sunsumnya, dan orang yang datang makan itu langsung “hua…” ekspresi kaget, karena ukuran kaki sapi yang memenuhi mangkuk dan bagaimana juga cara makannya, jadi dari situ asal nama bakso kaget”. “Dari nama itu saya bikin pengertian dari kaget yaitu “kaki greget”, cara makannya pun saya kasih sedotan”. Jelas Taufik. Selain bakso ada juga menu mie ayam dan minuman yang beragam.

-Roni Fajar Anggara-

153090109

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

BBM Naik Kenapa Takut? …

Mike Reyssent | | 30 August 2014 | 00:43

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | | 30 August 2014 | 04:53

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | | 29 August 2014 | 22:16

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 13 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 13 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 17 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 20 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 23 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepenggal Kisah dari Laut …

Adi Arwan Alimin | 8 jam lalu

Dian Sastrowardoyo dan Mantan ART Saya …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Media Baru: Jurnalistik Online …

Adi Arwan Alimin | 8 jam lalu

Hotel Beraroma Jamu Tradisional …

Teberatu | 8 jam lalu

Menanti Pagi Di Kintamani …

Dewi Nurbaiti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: