Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Roni

hanya ingin belajar

Bakso Klenger

REP | 02 December 2012 | 14:22 Dibaca: 904   Komentar: 0   0

Bakso Klenger

DSC_0191.jpg

Bakso pada umumnya berukuran seperti bola bekel, akan tetapi tidak pada bakso yang satu ini, yaitu “bakso klenger”. Warung bakso ini bernama “Depot Ratu Sari”, terletak di jalan Wahid Hasyim No. 15 Nologaten, lokasinya tidak jauh dari Ambarukmo Plaza Yogyakarta. Warung ini belum lama ada dan baru satu tahun berdiri. Didirikan oleh seorang lelaki 28 tahun asal Kupang bernama Taufik juga sebagai owner.

“Di Jogja baru dibangun bulan November tahun kemarin. Awalnya prasmanan terus beralih ke bakso tapi bakso yang kecil. Gak tahu dapat inspirasi dari mana saya buat-buat sendiri dengan ukuran yang besar terus laku dan bikinlah bakso yang seperti ini dan kebetulan di Jogja ini belum ada”. Terang Taufik waktu ditemui di warungnya (29/10). Walaupun besar, bakso ini lebih padat dari bakso biasa. Daging sapinya benar-benar berasa, tidak seperti bakso-bakso biasa yang sering dijumpai yang terkadang lebih berasa tepung daripada daging.

“Kalau dicetak, bakso ini sekitar 16 bakso kecil. Karena kurang variasi saya isi telur ayam dan karena kurang puas lagi saya masukin urat terus saya pasang di depan empat buah, kemudian orang datang langsung pesan bakso besar tanpa lihat harga. Dulunya harga bakso besar Rp17.500.00 tetapi ternyata peminatnya lebih bagus, terus saya bikin sekitar tiga itu gak ada berapa jam orang sudah pesen bakso.”imbuh ayah satu anak ini.

Awal mula nama bakso klenger itu sendiri sebetulnya secara tidak sengaja ketika ada orang yang makan sampai gak sanggup lagi untuk menghabiskan, karena memang ukuran bakso yang besar dan daging sapi yang benar-benar padat. “Dulu itu ada orang yang makan sampai benear-benar gak sanggup dan dalam istilah Jawa berarti “klenger”. Tidak hanya bakso klenger, menu bakso yang special lainnya ada bakso klenger komplit dengan harga yang cukup mahal, namun tetap saja ada konsumen yang tertarik untuk membeli.

“Selain bakso klenger, ada juga bakso komplit dengan harga Rp 25.000.00. Saya sendiri juga heran kenapa ada orang yang mau membeli bakso dengan harga Rp 25.000.00. bakso ini berisi bakso klenger, kecil, goreng, urat, rusuk. Mungkin karena saya jual bakso itu karena saya fokus orang itu makan bakso ya makan daging jadi bukan makan tepung. Saya mempunyai prinsip walaupun untung sedikit tetapi tetap mempunyai konsumen.” Sambungnya. Memang cukup mahal untuk makanan semacam bakso tetapi dengan kualitas bakso yang ditawarkan saya rasa itu berimbang dengan harganya. “Bahkan ada konsumen yang selesai makan, mereka minta bungkus sampai lima untuk bakso klenger komplit” imbuhnya.

Menu lainnya yang ada di Depot Ratu Sari ini antara lain bakso kaget. Awal mulanya nama bakso kaget juga sama dengan bakso klenger yang menemukan nama secara tidak sengaja. Yang menarik dari bakso kaget terdapat kaki sapi di dalamnya. “Konsep penyajiannya saya masukin kaki sapi yang disitu terdapat sunsumnya, dan orang yang datang makan itu langsung “hua…” ekspresi kaget, karena ukuran kaki sapi yang memenuhi mangkuk dan bagaimana juga cara makannya, jadi dari situ asal nama bakso kaget”. “Dari nama itu saya bikin pengertian dari kaget yaitu “kaki greget”, cara makannya pun saya kasih sedotan”. Jelas Taufik. Selain bakso ada juga menu mie ayam dan minuman yang beragam.

-Roni Fajar Anggara-

153090109

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 4 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 5 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 6 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 11 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Halal atau Haramkah Obatku?? …

Nurul Amalia | 7 jam lalu

Sepakbola Indonesia Refleksi Sebagian Orang …

Razak Alafghany | 8 jam lalu

Bipolar Itu ‘Istimewa’ …

Nur Rahmah Masda | 8 jam lalu

Ketika Cacat Kusta Turun ke Jalan …

Dyah Indira | 8 jam lalu

Sayin’ “I Love to Die” …

Rahmi Selviani | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: