Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Helmi Amirullah

helmi ilmu komunikasi fishum uin suka yogyakarta

‘Timphan’ Kue Tradisional Khas Tanah Rencong

REP | 24 December 2012 | 17:18 Dibaca: 273   Komentar: 0   1

Jika berkunjung ke Aceh sebaiknya anda menyempatkan diri mencicipi kuliner legit manis yang satu ini. Kue tradisional khas Aceh yang dinamakan timphan. Timphan biasanya dihidangkan ketika memperingati hari-hari besar dalam islam seperti hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan Mauloed (Maulid Nabi Muhammad), juga dihidangkan pula saat ada jamuan-jamuan penting lainnya yang diadakan dalam masyarakat Aceh, misalnya pada acara pesta pernikahan, sunatan rasul dan kandhuri peusijuek (semacam tradisi dalam masyarakat Aceh).

Dikalangan masyarakat Aceh sendiri kue timphan begitu populer dan sangat digemari. Dari anak-anak, remaja hingga orang tua menyukai kue timphan. Oleh karena citarasa nya khas serta tekstur kue yang legit tapi lembut membuat timphan sangat nikmat ketika menyentuh lidah. Belum lagi tercium aroma daun pisang muda yang menyelimuti kue.

Bagian dalam kue timphan pada umumnya berisi pemanis seperti asoekaya (srikaya), ada juga yang di isi dengan parutan kelapa bercampur gula pasir . Saat ini timphan disajikan lebih bervariasi diantaranya kombinasi srikaya-durian, mangga kuini, dan kelapa-gula aren. Untuk adonan kue bahan yang dibutuhkan hanyalah tepung ketan, pilihan buah pisang atau labu tanah dan santan. Adonan kemudian dibentuk memanjang di isi dengan pemanis. Setelah itu dibungkus dengan daun pisang muda yang sudah diolesi minyak goreng lalu di kukus.

Membuat timphan dengan cara dan citarasa tradisional membutuhkan kepiawaian tingkat tinggi, biasanya hanya orang-orang tertentu di Aceh yang dapat mengolah timphan secara baik dengan hasil yang sempurna. Timphan yang sempurna tidak lengket  dan tidak mudah hancur ketika dibuka dari bungkusnya. Dengan kata lain tidak sembarang orang bisa membuat timphan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung Flora di Malang …

Abdul Malik | | 02 August 2014 | 08:36

Yuk Kenali Serba-serbi Njagong …

Giri Lumakto | | 01 August 2014 | 23:14

Akankah 3-5-2 Menggeser Tren 4-2-3-1? …

Muhamad Rifki Maula... | | 01 August 2014 | 23:30

Di Balik Akasia …

Langit Senja | | 01 August 2014 | 08:37

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Koalisi Merah Putih Tetaplah Merah Putih, …

Hanny Setiawan | 13 jam lalu

Jokowi Belum Dilantik, PKB Sudah Nagih Jatah …

Ikhlash Hasan | 14 jam lalu

Libur Lebaran, Bertemu Bule dan Supir Isteri …

Hendry Sianturi | 18 jam lalu

Membuat Tanda Salib di Pusara Ir. Soekarno …

Kosmas Lawa Bagho | 19 jam lalu

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: