Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Sedwi Panca

...suka dengan keindahan...mengamati dan mencoba membaginya kepada semua...

Cimory Riverside, Wisata Susu di Tepian Sungai

REP | 28 December 2012 | 19:31 Dibaca: 5028   Komentar: 1   0

13566976801723080529

All About Cimory Riverside…biar semua gambar bisa diliat di smartphone dan tablet..:)

Allow, kawan semua….Kemarin setelah bekerja seharian saya memang memutuskan untuk bersantai sejenak hari ini. Dengan membaca informasi terakhir lalulintas arah Puncak yang padat (http://video.liputan6.com/main/read/54/1114876/0/hingga-hari-ini-arus-lalu-lintas-puncak-padat) dan melihat prakiraan cuaca wilayah Bogor mulai pagi hingga sore hari (http://www.weatherforecastmap.com/indonesia/bogor/), maka saya putuskan untuk bergerak pukul 05.00 wib dari rumah saya di kawasan Bogor. Seperti yang sudah diperkirakan, strategi ini terbukti jitu, karena pada hari ini, mulai dari pergerakan ke atas sampai dengan meninggalkan wilayah Puncak, saya tidak mengalami kemacetan sedikitpun.

Ada yang pernah mendengar ”Cimory”? Sebagian besar pasti langsung terbayang sebuah lokasi di sekitar Cipayung yang menjadi tempat pengolahan susu. Dan sebagian lagi akan membayangkan botol-botol susu segar berwarna-warni dengan berbagai citarasa yang memang diproduksi dari rumah susu tersebut. Namun jika ditambahkan “Riverside” dibelakang kata tersebut??

Awalnya, tujuan saya pertama adalah melihat sunrise di Puncak yang dilanjutkan menuju perkebunan teh Gunung Mas ( saya menginginkan anak saya dapat melatih motoriknya) dan tepat pukul 08.30 saya sudah berada di parkiran “Cimory”, namun karena kepadatan lokasi parkir, maka juru parkir memberikan advis kepada saya untuk melanjutkan kunjungan pada “Cimory Riverside”. Okay, Why not.

Hanya berjarak 1 kilometer dari lokasi semula mengarah ke Ciawi, saya tiba di sebuah pelataran parkir yang jauh lebiih besar dengan tulisan “Cimory Riverside”. Dalam batin “Wow sepertinya lebih asyik”.

Masuk ke dalam, konsentrasi saya terbagi dua, ke sisi kanan untuk berbelanja produk olahan Cimory seperti susu, coklat dansebagainya atau ke sisi kiri yang merupakan bagian restoran.

Saya memilih ke sisi restoran terlebih dahulu (sumpah, gw laper banget… ). Pada sisi ini terdiri dari 4 lantai, dengan 2 lantai pertama merupakan area makan, turun ke lantai ke 3 merupakan wilayah bermain anak dan jika kita turun lebih rendah lagi, maka kita akan sampai di “riverside” yaitu sebuah taman memanjang terletak di pinggiran sungai. (Can you imagine that????hahaha..don’t worry..I give you lot of pictures herebut only for you who use PC or laptop, because we could only see one picture in “mobile kompasiana for tablet n smartphone”,right?)

Berbagai jenis makanan ada disini, walau berbagai jenis sosis menjadi menu andalan. Untuk makanan, well… harga sejajar dengan keindahan alamnya yg tepat di tepi sungai yg bersih, kecuali susu segar, cuma Rp 7.500,- ,coy..hehheJ

Setelah makan sosis yang panjangnya 2 jengkal  itu, saya bergeser ke sisi kanan bangunan. Disana saya belanja beberapa botol susu utk persediaan di rumah dan iseng memasuki bagian penjualan coklat yang diberi nama Chocomory….CMIIW ya…

Hal yang unik dari sisi ini adalah keberadaan beberapa display dari berbagai jenis biji kakao yang merupakan bahan dasar coklat tersebut, berbagai produk coklat di luar kemasannya (biar gak salah beli kali ya???),dan berbagai quote ttg coklat (biar makin doyan coklat??) selain  penjualan coklat dan wafer. Satu lagi, seluruh produk coklat di dalam bag harganya hanya Rp.30.000…

13566977971849901643

Peta Cimory

I think that’s all, guys…Selepas dari sana, saya masih menyempatkan diri utk berfoto dengan patung sapi yang merupakan icon dari Cimory…wakakakakakakak… gak ada niatan promosi kok…just share the wiskul experience saja….saya yakin banyak diantara pembaca kompasiana yang juga merupakan wiskul hunter akut khan???

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Dilema Sekolah Swasta …

Ramdhan Hamdani | | 19 December 2014 | 18:42

Pérouges, Kota Abad Pertengahan nan Cantik …

Angganabila | | 19 December 2014 | 19:54

Bintang dan Tumor …

Iyungkasa | | 19 December 2014 | 21:29

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 5 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 5 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 7 jam lalu

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 8 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: