Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Singgih Swasono

saya usaha di bidang Kuliner, dan pendiri sanggar Seni Kriya 3D Banyumas 'SEKAR'. 08562616989 - selengkapnya

Ngrowot?

REP | 10 January 2013 | 20:24 Dibaca: 558   Komentar: 18   5


Ngrowot? Kata-kata ‘ngrowot’ terlontar dari mulut temanku ketika melihat sajian di meja, ada ubi singkong ungu, welok, bisono, dan kentang. Waktu siang jelang sore menyambangi warungku  ‘ngiras ngirus’ dalam perjalan pulang dari Purbalingga ke Patikraja.

13578235151597137386

“Pak lagi laku ngrowot yaa? Sejak kapan pak?” tanyanya sambil mengambil, satu biji singkong ungu.

1357823338490238675

Dan kata-kata itu mengingatkan laku prihatin memakan hanya umbi-umbian, seperti kentang, umbi jalar, jagung, kacang tanah, singkong dan seterusnya. Minumnya air putih.

“Hahaa ngrowot? Tidak aku tidak ngrowot. Pengin saja makan umbi-umbian?” Jawabku tertawa sambil aku jepret aksinya.

“Silahkan ambil, itu bukan untuk di jual?,” aku menawarkan panganan yang di depanya.

13578233921049926768

Lantas aku cerita awal mula konsumsi umbi-umbian, bermula dari awal tahun baru, ketika di pasar aku melihat di salah satu lapak khusus umbi-umbian, terlihat umbi jalar berwarna ungu. Aku tertarik, lalu membeli satu kilo. Separo di kukus, setelah di kupas warnanya unik mirip roti blackforest. Hari berikutnya aku beli umbi-umbian yang lain, seperti bisono, kentang dan welok lihat sendiri gambar di bawah ini.

“Sudah lama konsumsi ini Pak, apa tidak bosan?,” tanya temanku.

“Sudah sebelas hari ini. Tidak bosan, wong aku tidak laku ngrowot jadi saat konsumsi beri topping tergantung mood terkadang di beri serutan keju, susu coklat kental manis, mayones, selai kacang/nanas, suwiran daging ayam/sapi, jamur merang tentu di beri garam sedikit. Dan sudah seminggu ini nasi aku ganti dengan nasi Sorgum, ini gambarnya:

13578234491656679320

“Tentu tidak serta merta berhenti total makan nasi, awalnya dua tiga hari satu kali makan nasi dengan porsi setengah piring, setelah itu berhenti total. Sekarang setiap hari makan nasi Sorgum, terkadang di beri serutan keju, susu coklat kental, tergantung selera” Jelasku, sambil ikut nyemil.

“Enak Pak?”

“Tentu enak, taste alami aku suka. Paling enak bila pakai keju, sayang mahal jadi hanya untuk selingan”

“Teman sudah pada ikut mencoba belum Pak?”

“Sudah ada empat teman yang sekarang lagi nyoba, mau coba?”

“Mau coba juga nih, nanti istri bila ke pasar beli umbi ini?” Jawabnya sambil mengambil satu potong ubi jalar ungu.

“Apa yang dirasakan Pak, setelah konsumsi ini?,” tanyanya, lagi-lagi sambil ambil satu potong bisono.

“Ada, walau baru sepuluh hari konsumsi ini, badan serasa lebih ringan, tidak seperti habis makan nasi. Entah nanti kalau sudah berjalan satu-dua bulan ke depan?” Jawabku sambil nyruput kopi sesaat kemudian Hpku bunyi….

‘Kang, singkong ungu diberi olesan mentega taburi serutan keju atau mayones rasanya maknjuss anakku pada suka, kapan main ke sini. Trims’ SMS masuk dari Budi salah satu temanku yang tinggal di daerah Purwokerto Utara.

“Nih ada SMS dari Budi, baca saja” kataku sambil nyodorkan Hp ku, temanku bernama Lili dari Patikraja juga teman Budi, membaca sambil manggut-manggut.

“Nah ngrowot abad modern ya.. pakai mentega, keju, mayones hahaha!” kataku sambil tertawa…..Up Sssttt ada tamu mau beli sate jamur, pareng.

Purwokerto, 10 January 2013.

.

Keterangan.

Ngrowot : makan umbi-umbian, selain nasi.

Ngalong : makan buah-buahan.

Ngiras ngirus : Menyempatkan waktu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Tips Ibu Jepang Menyiasati Anak yang Susah …

Weedy Koshino | | 22 October 2014 | 08:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 2 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 2 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 3 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 4 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Inaq Marhaeni, Cerita Lain dari Pulau Seribu …

Maya Rahmayati | 7 jam lalu

Mungkinkah Takdir Itu Bisa Dirubah? …

Jejen Al Cireboni | 7 jam lalu

4 Keunikan Krisna Pusat Oleh-oleh Khas Bali …

Rizky Febriana | 7 jam lalu

Menyambut Harapan Baru dengan Kerja Nyata …

Saikhunal Azhar | 7 jam lalu

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: