Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Perano Gustiandi

i am a simply minded person. love to traveling, eating, reading and listening music..

Kuliner Bali

REP | 14 January 2013 | 13:14 Dibaca: 7283   Komentar: 0   1

Bali.. hmmm… emang gak ada bosennya kalau ngomongin Bali… Pergantian tahun baru kemarin, akhirnya saya dan beberapa teman memutuskan untuk menghabiskannya di Bali. Tidak banyak yang akan kami lakukan disana, tidak berkunjung ke tempat wisata, tidak ikut paket-paket petualangan, hanya leyeh-leyeh dan kuliner kesana kemari.

Kami tinggal di daerah Legian, di sebuah hotel kecil bernama Paradisso Beach Inn, sekitar 500 meter setelah Monumen Bom Bali. Kawasan yang tidak diragukan lagi kehidupan baik siang maupun malamnya.

Kali ini saya akan membagi tempat kuliner berdasarkan kawasannya. Kuta - Legian, Seminyak, Ubud, dan Sanur.

KUTA - LEGIAN


Warung Made - Br. Pande MasKuta, Bali 80361 Indonesia
Kalau katanya lagu Ikang Fauzy sih.. Siapa tak kenall diaa…. Warung yang terletak di jalan Pande Mas, atau jalan ke arah Pantai Kuta kalau kita dari Legian ini menawarkan banyak menu, namun yang terkenal adalah menu-menu tradisional khas Bali. Harganya sebenernya cukup mahal untuk ukuran masakan tradisional, namun yaa wajar lah karena biar kata namanya “warung” tapi tempat ini sudah terkenal seantero Bali.

Menu yang saya pesan saat itu adalah Nasi campur special dan sate babi. Nasi campur Warung Made ini sebenarnya cukup enak, namun untuk ukuran di Bali, rasanya masih kalah dibanding nasi campur Adi (di Sanur - nanti akan saya bahas) cuman memang yang ini lebih mewah saja :)

Sate Babinya lumayan enak, dagingnya empuk, cukup besar walalupun kalau boleh saran sih, bumbunya bisa lebih banyak agar rasanya lebih mantabh.

atas : Sate Babi bawah : Nasi Campur Special - Warung Made

Warung Fajar - Jalan Legian Poppies II Gang RontaKuta

Warung yang ini letaknya di gang Ronta yang berada di Jalan Poppies 2, gang kecil yang menghubungkan jalan Legian dengan pantai Kuta. Warung ini salah satu favorit saya kalau ke Bali, selain menunya banyak, harganya murah, rasanya sesuai, dan pelayanannya cepat. Warung Fajar menyediakan mulai dari chinese food, european food, tradisional food, and nasi campur buffet style.

Restoran ini tidak terlalu besar, namun selalu ramai oleh wisatawan lokal maupun wisatawan interlokal eh, mancanegara. Nah, kali itu saya pesen pork steak, harganya sekitar 35 ribuan deh untuk steak ukuran cukup besar yang dilengkapi oleh kentang dan sayuran. walaupun dagingnya agak tipis, namun rasanya tidak mengecewakan. Tipikal steak disini adalah steak tradisional, diatas hotplate berbentuk sapi, kemudian nanti disiram saus di depan pembelinya sehingga menimbulkan efek asap asap yang menempel ke baju :) hehe.

Pork Steak by Fajar Resto

Selain steak, favorit saya disini adalah nasi goreng, sebut saja nasi goreng pork, seafood, atau ikan teri, semuanya rasanya mantab. Rasanya semua menu ada disini kok, jadi jangan khawatir kehabisan pilihan. Mungkin saya cocok dengan restoran ini karena lidah saya yang ke cina-cina an, dan saya rasa pengaruh masakan di restoran ini adalah mengambil pengaruh chineese food.

Warung Pama - Gang Ronta, Poppies Lane 2

Warung pama ini letaknya kurang lebih 300 meter setelah Fajar, saya baru pertama kali ke tempat ini karena melihat review dari TripAdvisoryang cukup bagus ratingnya. Namun menurut saya, review di sana overating alias gak segitunya :)

Babi Kecapnya menurut saya rasanya oke, walaupun agak sedikit terlalu banyak merica. Namun dua pesanan saya yang lainnya yaitu Pork Cordon Bleau dan Beef Schnitzel rasanya seperti makan tepung goreng. tepungnya sangat tebal mengalahkan daging dan rasanya. agak mengecewakan.

Babi Kecap - Warung Pama
Pork Cordon Bleau - Wraung Pama
Beef schnitzel - Warung Pama

Bamboo Corner - Poppies Lane 1

Restoran yang satu ini juga merupakan favorit saya kalau ke Bali, letaknya di Poppies Lane 1, dan merupakan resto yang mementingkan rasa makanan dibandingkan penampilan luarnya. Sayang waktu itu saya tidak sempat mengambil foto makanan karena baterai kamera dan handphone yang habis :(

Yang saya suka dari resto ini adalah rasa yang cocok di lidah, harga yang bersahabat dan juga lokasi yang sering saya lewati.

Buat yang penasaran, mungkin bisa dibuka link dari trip advisor ini. klik disini!

Five Monkeys - Fresh Burgers & Cold Beers - Jalan Legian

Sesuai dengan namanya, resto yang terletak di jalan Legian ini menyediakan Burger dan Hotdog dan ditemani dengan berbagai merek beer mulai dari lokal beer sampai merek internasional. menurut saya, sebenarnya rasa dari burger ini cukup enak, dagingnya juga lebih tebal dibanding burger resto dengan “Brand” internasional. Harganya?  sama dengan burger branded. hehe..

Resto ini memiliki konsep yang cukup bagus sebenarnya, sayang sekali open kitchen dari resto ini malah merusan kesan keseluruhan dari temanya yang mengangkat tema industrial, bare dengan kayu kayu sebagai meja dan hiasan dinding.

Five Monkeys

Warung Subak #Outlet - Tuban

Kali kemarin, saya memutuskan untuk tidak makan seafood di pantai Jimbaran,  karena saya merasa makan disana tidak worth it dengan rasa dan hanya membeli suasana. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba salah satu restoran seafood yang menurut teman saya cukup enak dengan harga yang reasonable. Warung subak ini yang saya datangi di kawasan KRISNA food market daerah Tuban (arah Joger menuju ke Airport) bukan restoran besarnya, oleh karena itu mereka menyebutnya outlet.

Spesialisasi mereka adalah seafood grill, mulai dari Ikan, kerang, udang, cumi yang dibakar. Tidak terlalu banyak menu masakan lainnya, kecuali cumi goreng tepung atau cumi asam manis. Menurut pelayannya sih memang mereka “menjual” bumbu bakarannya yang enak. Marilah kita coba.

Warung Subak Outlet

Rasanya sesungguhnya tidak mengecewakan, boleh dikata enak sih, jauh lebih enak dari pada seafood di Jimbaran. Harganya pun cukup masuk akal, untuk semua makanan yang saya pesan diatas, kurang lebih seharga Rp. 350.000 an. Kalau saya ke Bali lagi, tentunya saya akan pilih Warung Subak dibanding seafood Jimabaran, kecualiiii… saya datang ke Balinya berdua bareng pacar dan pelu suasana romantis suap-suapan di pinggir pantai :)

Bali Bakery - Jalan Imam Bonjol

Sebenernya, kalau di Bali nyari tempat ngopi-ngopi itu banyak banget sepanjang  jalan legian - seminyak. beribu-ribu cafe dan coffee shop bertebaran. Namun Bali Bakery ini salah satu yang menggarap pastry dan cake secara serius.. katanya. Berdiri sendiri di Jalan Imam Bonjol Bali Bakery ini cukup besar, dan ternyata selai toko kue mereka juga menyediakan berbagai masakan yang cukup berat.

Karena kali itu saya bermaksud untuk ngopi dan nge-cake aja, makanya saya cuma pesan cafe latte dan 2 buah cake yaitu eclairs dan apple pie.

atas : Eclairs. bawah : Apple Pie

Eclairsnya enak sekali menurut saya, pastrynya pas, dan fla di dalamnya juga pas, tidak terlalu manis dan cukup. kalau boleh ditambahkan sih saya akan tambahkan lebih banyak rhum :) . Apple pienya juga enak, oleh menjadi rekomendasi kalau mau cari pastry di Bali.

SEMINYAK

Rumours - Jalan Kayu Aya, Seminyak

Daerah seminyak memang merupakan daerah yang hip dan diisi dengan berbagai resto menarik dan butik maupun toko yang menjual barang unik. Salah satunya adalah resto Rumours, yang terletak di Jalan Kayu Aya. Tidak sulit menemukan restoran ini, selain karena signage yang eye catching, juga biasanya terdapat ‘penumpukan’ customers yang waiting list di bagian depan resto.

Resto ini menyediakan menu european, lebih banyak steak, salad maupun pasta. didalamnya juga terdapat bar dan pool table untuk bersantai atau sambil menunggu table anda siap.

Rumours

Kalau dari rasa sih sebenernya biasa-biasa aja, tidak ada yang terlalu istimewa. yang istimewa mungkin rok mini berwarna putuh yang dipakai oleh para pelayannya.. mini bangetttt :) hehehe.. penampilan makananya memang sih eropa banget, beda dengan resto kecil seperti fajar atau warung pama yang tadi saya bahas. harganya pun memang lebih mahal. namun sevara rasa, saya bilang sih hanya oke saja. Bahkan pork steak saya disajikan dengan potongan kol yang di tumis. baru kali ini sih saya makan steak dengan kol tumis, biasanya kan kol goreng disajikan dengan ayam goreng khas sunda :)

Warung Italia- Jl Kunti 2Seminyak

Warung itu biasanya identik dengan masakan tradisional. namun warung yang ini lain, mereka menyajikan makanan italia. mungkin dinamakan Warung biar kesannya lebih affordable atau menggambarkan harga yang terjangkau. Letaknya di Jalan Kunti, kalau anda pake mobil sih rasanya harus masuk dari Jalan Sunset Road. Tapi kalau pake motor, anda bisa masuk dari Jalan raya Legian.

Disini, ada dua tipe makanan yang bias di order. yang satu order by menu seperti biasa. Ada pizza, pasta dan makanan italia lainnya. yang kedua adalah menu buffet. tinggal datang ke konter buffet, lalu anda pilih makanan itali yang anda mau.

atas : menu Buffet yang saya pilih. bawah : Pizza

Rasanya cukup enak, harganya juga lumayan masuk akal dengan kualitas dan rasa yang diberikan. Tempat ini tidak pernah saya lewatkan kalau lagi berkunjung ke Bali.

The Coffee House - Jalan Basangkasa 3ASeminyak

Tidak jauh dari Warung Italia, saya menemukan sebuah coffee shop kecil yang dinamakan The Coffee House, letaknya bersebrangan dengan Cafe Moka yang sudah cukup dikenal di Bali. Coffee shop ini kecil sekali, dengan pengaturan sofa dan kursi, cofee shop ini hanya biasa memuat 16 orang saja. Tapi biasanya tempat yang kecil itu menyajikan kejutan special yang tidak terduga.

Temptat ini sebenernya juga menyajikan makanan selain coffee dan cake, walaupu leih banyak makanan khas thailand seperti tom yam. katanya sih karena chef nya berasal dari sana. Karena saat itu saya baru saja makan di Warung Italia, akhirnya saya hanya memutuskan untuk memesan cake.

Red Velvet dan Cafe Latte

Red Velvet cakenya lumayan, cukup moist dan rasanya cukup enak. Cafe Latte nya sih biasa saja,seperti rasa Cafe Latte lainnya. Pelayanannya juga cepat dan ramah. Tempat yang cukup menyenangkan untuk disinggahi sambil melihat orang lalu lalang di sekitar jalan raya.

UBUD

Naughty Nuri’s - Jl. Raya SangginganUbud
Tidak banyak yang perlu diceritakan mengenai tempat ini, rasanya semua orang sudah mengenalnya dan men-cap tempat ini sebagai the Best Pork Ribs in this country. Harganya bisa dibilang murah untuk dibandingkan dengan rasa, ukuran dan kualitasnya.

Baru-baru ini mereka memang membuka cabangnya di daerah Batubelig - Petitenget seminyak. Namun yang di Ubud ini adalah yang pertama dan saya rasa masih yang terbaik.

Pork Ribs - Naughty Nuri’s

Ada dua resto Nuri’s yang bersebelahan, saya tidak tahu apakah sama atau tidak, namun pelayannya sih bilang sama, kalau begitu yang mana saja bisa anda kunjungi. Saya tidak pernah mencoba makanan lain kalau kesini, selalu Pork Ribs, walaupun mereka punya penawaran lain seperti Burger, Sirloin steak, chicken steak dan lain-lain, tetap saja pork ribs ini menjadi pilian utama saya. Tidak bisa kelain hati deh judulnya.

Babi Guling Ibu Oka - Jalan Suweta/Tegal Sari No. 2, Ubud.

Nasi campur dengan babi guling ini juga sangat terkenal di Bali, letaknya tidak jauh dari perempatan pasar Ubud. Saat saya kesana, tempat ini penuh jadi saya disarankan untuk pergi ke rumahnya Ibu Oka yang juga dibuka sebagai restoran. Letaknya tidak jauh kok, kurang lebih 100 meter dari tempat ini, memang masuk ke dalam gang, tapi mudah untuk ditemukan.

Nasi Campur Babi Guling - Ibu Oka

Spesialisasi dari tempat ini tentunya babi guling yang dimasak berjam-jam dengan rempah-rempah spesial, namun yang menjadi favorit pengunjung adalah kulit Babi yang renyah. Harga untuk satu porsi nasi campur ini sekitar Rp. 35.000, walaupun prosinya tidak terlalu banyak dan jenis sayurnya juga sedikit, namun tempat ini selalu menjadi pilihan ketika berkunjung ke Ubud.

Bebek Bengil - Jalan HanomanPadang TegalUbud

Sebenarnya ada beberapa restoran yang menyajikan makanan bebek di Ubud, sebut saja Bebek Tepi Sawah, Bebek Bengil, dan beberapa lagi yang lain. Namun entah kenapa setiap ke Ubud, saya selalu menjatuhkan pilihan kepada Bebek Bengil. Suasananya yang cocok untuk berleyeh-leyeh sambil menikmati pemandangan sawah, didukung dengan makanan dengan kualitas yang baik dan rasa yang enak.
Makanan favorit saya disini tentunya Bebek Goreng. Porsi bebekna cukup besar, rasanya setengah ekor bebek ukuran sedang ditambah satu porsi nasi putih dan sambal berbagai jenis… beuhhhhh… nikmatnya tak tertandingi :)
bebek bengil
Di Jakarta sebenarnya sudah ada restoran cabang dari bebek bengil, namun suasana Ubud memang tidak bisa tergantikan. Bukan begitu?
Cafe Wayan - Monkey Forest Rd.Ubud
Satu lagi tempat yang wajib dikunjungi di Ubud adalah Cafe Wayan. Letaknya di Jalan Monkey Forest tepat di tengah pusat Ubud. Tempat ini sangat luas dan beberapa spot mengambil konsep lesehan. Makanan yang ditawarkan beragam mulai dari internasional sampai ke masakan tradisional.

Saat kemarin, saya hanya memesan beberapa cake diantaranya Death by Chocolate dan Chocolate Kahlua Cake. Rasanya lumayan, the best is Death By Chocolate, coklatnya agak pahit segingga tidak bikin eneg, teksturnya padat namun lembut kemudian di siram dengan saus coklat kental yang rasanya lebih manis. hmm… passs…
atas : Death by Chocolate bawah : Chocolate Kahlua Cake
SANUR

Warung Adi - Jln. Buyan No.14. Sanur

Nah kalau yang ini hanya terdiri dari satu menu, nasi campur Bali. Seperti yang lainnya terdiri dari sayuran, dan lauk pauk. Yang membedakan nasi campur Adi ini menyisipkan kulit ayam goreng yang renyah dan enaaak banget selain dari teman nasi yang lainnya. Harganya juga sangat murah, mungkin karena letaknya yang bukan ditempat wisata, dan hanya merupakan warung makan kecil yang biasa didatangi orang lokal dan tidak banyak wisatawan. Tapi kalau anda sedang ke Sanur atau melewati Sanur, tidak ada salahnya dicoba. sangat direkomendasikan!

Nasi Campur Warung Adi - Sanur

Aduhh… sambil menulis ini,  saya flashback ke perjalanan saya ke Bali kemarin. Rasanya begitu menyenangkan dan ingin segera kembali ke Bali. Bali pulau Dewata, surga buat saya :) hehe
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: