Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Diella Dachlan

"When the message gets across, it can change the world"

Yuk Minum Kopi Luwak di Pengalengan

REP | 16 January 2013 | 17:33 Dibaca: 496   Komentar: 0   5

1358331971277765541

Biji kopi yang hampir panen, foto: Veronica Wijaya

Jika Anda adalah penikmat kopi, maka tentunya tidak asing lagi dengan bekennya Kopi Luwak.  Kopi Luwak ini secangkirnya bisa diatas Rp 200 ribu lho di café-café besar di Jakarta.

Meskipun sudah cukup beken dan mahal, namun bagi sebagian orang yang baru mendengar bagaimana Kopi Luwak dihasilkan, tak urung bikin gentar juga.

Di perkebunan kopi, biasanya ada Luwak (Paradoxurus hermphrodirus) atau musang yang memakan biji kopi. Pilihan biji kopi si luwak ini adalah buah kopi merah yang sudah matang untuk dimakan dan biasanya juga yang kualitasnya sangat baik. Buah kopi hasil cerna Luwak ini lah yang akan diambil untuk diolah menjadi kopi lezat tiada tara.

13583321071242425901

Lho, berarti minum kopi hasil kotoran dong? Betul. Tetapi buah kopi yang dicerna Luwak biasanya tidak tercerna karena berkulit keras. Tetapi karena sudah melewati proses cerna, jadi biji kopi sudah mengalami proses fermentasi. Hasil produksinya adalah biji kopi utuh yang kemudian diproduksi seperti kopi biasanya dengan hiegienis.

Di  tanah Priangan ini sebenarnya kopi baru dibudidayakan pada akhir tahun 1999, dengan panen perdana tahun 2003. Lahannya ditanam di lahan-lahan perkebunan dan Perhutani bekerjasama dengan masyarakat. Sekarang pabrik kopi tumbuh di Pengalengan. Dari tidak adanya pabrik pengolahan kopi, kini ada 5 pabrik kopi. Tanaman kopi pun tidak hanya ditanam di kawasan perhutani, tapi juga di lahan masyarakat dan PLN.

Salah satu pabrik kopi di Pengalengan dimana Anda dapat menikmati secangkir (atau bercangkir-cangkir) Kopi Luwak adalah Kopi Malabar Arabica. Lokasinya terletak di Kampung Pasirmulya, Desa Margamulya, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung. Dari Jalan Raya Pengalengan akan ada papan petunjuk arah. Jarak tempuh dari jalan raya ke lokasi pabrik kopi adalah sekitar 2 kilometer.

Jenis kopi di Pengalengan ini adalah kopi Arabica. Ketinggian daerah Pengalengan yaitu lebih dari 1800 meter di atas permukaan laut dengan suhu sejuk berkisar antara 15-21 derajat Celcius ternyata cocok untuk budidaya tanam kopi jenis Arabica.

Di Kopi Malabar Arabica, Anda juga bisa melihat peternakan Luwak yang terletak sekitar 300 meter dari lokasi pabrik. Di tempat ini Luwak memang diternakkan. Karena peternakan, maka pakan Luwak ini pun dijaga kualitasnya. Luwak itu tidak hanya diberi makan buah kopi, tetapi juga buah-buahan seperti pisang, papaya dan juga belut.

Meskipun lucu dan tampak jinak, Luwak ini ternyata sangat berpotensi menggigit. Jadi jangan coba-coba memasukkan jari Anda ke dalam jeruji.

13583322691982773878

Di tempat ini Anda dapat membeli kopi bubuk produksi kelompok Petani Kopi Rahayu Tani. Harga untuk bubuk berkisar antara Rp 27,500 hingga Rp 40,000 untuk 100 gram kopi. Tetapi untuk bubuk Kopi Luwak, harganya mulai dari Rp 190,000 per 100 gramnya.

Mencicipi secangkir Kopi Luwak juga bisa dilakukan disini. Harganya sekitar Rp 25,000 per cangkirnya. Cocok diminum panas-panas berpadu dengan sejuknya udara Pengalengan. Bisa diminum tanpa gula, atau kalau ingin pakai gula, rekomendasinya adalah gula merah.

Selamat mencicipi Kopi Luwak!

Foto: Veronica Wijaya, Diella Dachlan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: