Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Banyumas Maya

Anak desa yang bersahaja mencoba Belajar Menulis Menjadi Pewarta Warga [Citizen Journalism]

Dawet Ayu Banjarnegara Mendunia

REP | 04 April 2013 | 13:17 Dibaca: 2285   Komentar: 14   4

Banjarnegara - Visit Jateng 2013 di gaungkan seluruh masyarakat pariwisata di wilayah jawa tengah. Banyumas raya yang meliputi kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan kebumen juga ikut meramaika #visitjateng. Melalui berbagai promo paket wisata yang menarik baik wisata alam, budaya, sejarah, edukasi hingga wisata kuliner yang tersebar di dunia offline mupun online. Salah satu yang menjadi ikon kuliner banjarnegara adalah Dawet Ayu yang melegenda di penjuru nusantara.

13650301851287134557

(ES Dawet Ayu Banjarnegara mba Lusi / dok. pribadi)

Kuliner khas banjarnegara ini dapat anda temui di banyak titik di kabupaten banjarnegara, bahkan di berbagai kota besar indonesia anda akan mudah menemukan minuman segar khas asli banjarnegara. bukan hanya di indonesia melainkan ada juga orang asli banjarnegara yang menjual dawetnya hingga ke mancanegara.

Jika anda berwisata ke banjarnegara belum lengkap kalau belum menikmati sajian segarnya Dawet Ayu Asli Banjarnegara. Minuman yang digemari para wisatawan ini beraal dari perpaduan santan, air gula Jawa/ juruh dan isinya dawet yang terbuat dari tepung beras dan sedikit tepung pohon aren (tepung gelang).

Dalam pembuatanya dawet ayu menggunakan air perasan daun pandan/daun ssuji sehingga berwarna hijau. dengan aroma khas yang wangi alami membuat aroma semakin nikmat. seiring perkembangan zaman banyak yang mencoba inovasi dalam menyajikan racikan dawet ayu. sehingga ada beberapa penjual dawet ayu yang menambahkan buah nangka dan durian atau buah lain guna menambah kelezatan dan aroma dawet ayu.

Menurut saya dawet merupakan minuman tradisional yang sudah sangat tua, jauh dari sebelum zaman kemerdekaan minuman segar ini telah ada di tanah jawa. namun seiring dengan perkembangan zaman Dawet Ayu banjarnegara menjadi brand yang menarik dan terkenal di seluruh nusantara bahkan mendunia.

Sejarah asal-usul nama dawet ayu ada beberapa versi yang beredar di masyarakat. ada yang menyebutkan pemberian nama ayu oleh bapak Soeharto yang saat itu ada peresmian proyek nasional di kabupaten banjarnegara. beliau disajikan dawet banjarnegara oleh wantita cantik (ayu). terinspirasi dari kecantikan penjual dawet dan keindahan alam banjarnegara yang asri (ayu) maka bapak Soeharto menyarankan agar Dawet ini diberi nama Dawet Ayu.

Dari Versi yang berbeda dan menunjukan promosi atau pengenalan secara besar-besaran di zamannya melalui media lagu calung banyumasan yang berjudul Dawet Ayu Banjarnegara. dalam ceritanya ada group lawak yang sangat terkenal yaitu Peang Penjol manggung di Banjarnegara. mereka mampir ke warung dawet ibu Munarjo yang berlokasi sebelah utara terminal  bus di jalan Dipayuda. group lawak peang penjol begitu terkesan dengan segarnya dawet serta kecantikan penjualnya sehingga menginspirasi untuk membuat karya lagu Dawet Ayu.

“Kakang kakang pada plesir, maring ngendi ya yi
Tuku dawet dawete Banjarnegara
Seger, anyes, legi.. apa iya?
Daweet ayu… Dawete Banjarnegara.”

Seolah dalam event-event kesenian tradisional lagu ini menjadi lagu wajib dibawakan oleh group calung banyumasan. belum dianggap sinden banyumasan kalau tidak tahu lagu dawet ayu.

1365030869533287353

(Kedai Dawet Ayu, Pedagngnya malu2 & minta photonya di blurkan / dok. pribadi)

Jalan-jalan ke banjarnegara tentu tidak mantepz kalau belum ndawet. iya saat saya berkunjung menemui sahabat di pusat kota, saya sempatkan untuk mampir ke warung dawetnya mba Lusi. terletak di pinggir jalan dengan pemandangan sawah yang masih alami dan pedagangnya juga cantik loch.. ^_^

Memang cukup sederhana warung tersebut namun banyak yang berkunjung ke kedai ini. jika beruntung dan ramai dalam sehari omzetnya bisa mendekati angka satu juta rupiah. waw… tak disangka ternyata. memang Tuhan itu memberikan Rizki terbanyak melalui dagang.

Dalam gerobak penjualnya selalu ada ikon semar dan gareng yang merupakan 2 tokoh pewayangan yang melambangkan  merakyat. mereka berdua di jejerkan layaknya sedang berinteraksi ini melambangkan agar kira selalu berkomunikasi yang baik dengan orang tua. mereka menjadi contoh agar terjadi keseimbangan dalam menjalin persaudaraan, dengan komunikasi yang baik serta keterbukaan tentu akan berdampak kesehatan yang baik pada jiwa dan batin kita.

Jika kita cermati minuman dawet ayu berwarna merah gula jawa serta putih santen yang melambangkan bendera negara kesatuan Indonesia. bagaimanapun dan kondisi apapun kita harus ingat dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dawet ayu harus masuk kedalam tubuh kita sama halnya dengan filosofi kita harus benar-benar cinta terhadap merah putih sampai kedalam jiwa kita.

1365030450465205403

(Segarnya Dawet Ayu Banjarnegara / dok. Pribadi)

Perkembangan Dawet Ayu saat ini sudah sangat pesat, namun tentu sejarah tetap di lestarikan sebagai upaya penghargaan kita kepada pelaku sejarah. dalam #visitjateng 2013 banyak event kegiatan di banjarnegara. diantaranya ada Festival Serayu secara besar-besaran, arung jeram yang menantang, Festival kuliner banjarnegara yang begitu lezat serta banyak event menarik lainnya di banjarnegara di tahun 2013. ada juga pesta blogger banjarnegara loch… Sekali lagi saya ingatkan kalau anda lewat banjarnegara, sempatkanlah untuk menikmati sajian kuliner banjarnegara yang lezat. nikmati kesegaran alami dawet ayu asli banjarnegara.

Selamat beraktifitas, selamat berwisata di jawa tengah. mari kita sukseskan #visitjateng2013.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: