Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Marina Isdianti

menyukai travelling, art , humaniora and all about food

Ngopi……..Yuk!!!!

OPINI | 11 May 2013 | 17:30 Dibaca: 264   Komentar: 1   0

Seakan tidak pernah habis, apabila kita membahas tentang kopi. Kopi sebagai salah satu minuman yang banyak disuka, kopi sebagai komoditi pertanian yang menjanjikan, kopi dan segala khasiat dan efek negatifnya, dan masih banyak lagi yang bisa diulas dari kopi.

kali ini saya ingin bercerita tentang kopi dan gaya hidup/ life style. Sering kita mendengar adanya istilah keren seperti “Coffe Break” untuk menjelaskan saat rehat, “Coffe morning” untuk menjelaskan saat briefing atau meeting pagi di kantor, Coffe time, untuk menjelaskan waktu atau saatnya untuk minum kopi atau ngopi.

Sebenarnya budaya “ngopi” sudah lama ada dalam kehidupan masyarakat kita sejak lama. Dari jaman dulu para bapak suka ngumpul di suatu tempat seperti pos ronda, warung kopi untuk minum kopi sambil ngobrol membicarakan banyak hal. tentang politik, masalah sehari hari ataupun sekedar ngobrol ngalor ngidul, obrolan santai dengan diselingi minum kopi. kenapa kopi yang dipilih? karena dengan minum kopi , energi untuk ngobrol menjadi seakan tak pernah habis, menjadi lebih bersemangat, yang ini tentunya tak lepas dari pengaruh cafein yang ada di dalam minuman kopi. Sambil ngopi, pembicaraan menjadi lebih relaks dan suasana menjadi lebih santai. Kopi yang diminumnya pun kebanyakan kopi tubruk, karena yang banyak dijumpai pada waktu ituya hanya kopi tubruk.

Akhir akhir ini acara minum kopi sudah tidak dimonopoli oleh orang dewasa saja, saya melihat adanya pergeseran usia para peminum kopi ke usia yang lebih muda. kalau kita jalan di kota besar, di cafe ,direstaurant cepat saji, di tempat nongkrong anak muda, mereka pun mulai menyukai dan memilih kopi sebagai minuman mereka. Acara ngobrol dengan teman, sambil buka laptop, atau Ipad, seraya minum kopi seolah sudah menjadi life style anak anak muda jaman sekarang. Apapun obrolan mereka seolah jadi lebih trendy apabila dilakukan sambil ngopi.

Untuk yang berkantong tebal, mereka bisa memilih tempat ngopi seperti di Cafe , Starbuck, Cafe Excelso,Coffe bean, Black Canyon dan tempat tempat ngopi trendy lainnya. untuk yang pengen trendy tapi tidak mau mengeluarkan uang banyak, dan memilih tempat berdasarkan segi kepraktisan, mereka bisa ngopi di minimarket,minimarket yang sekarang bertebaran dimana-mana. dengan merogoh kocek sekitar Rp. 4.500 sampai dengan Rp.8.500 , sudah bisa mendapatkan segelas kopi dengan bermacam varian rasa. Apalagi sekarang para produsen kopi berlomba-lomba memanjakan konsumen mereka dengan menyediakan “vending Machine” untuk langkah praktis minum kopi. tinggal pencet tombol, pilih varian rasa yang disukai, kopi akan langsung mengalir sendiri ke gelas. Serba praktis dan cepat.

13682660361507089745

vending machine Good day

1368266227839395201

vending machine Nescafe

Diatas, adalah gambar contoh vending machine yang disediakan oleh para produsen kopi untuk memanjakan konsumen mereka, cepat dan praktis , dan tentunya cocok untuk para penikmat kopi yang ingin serba cepat dan praktis. Untuk “Cup”nya pun disediakan dengan kemasan yang cukup menarik.

13682668721913302683

contoh cup praktis

dengan segala kemudahan dan kepraktisan itu tak ayal membuat jumlah para penikmat kopi semakin bertambah dari berbagai lapisan usia. Orang tua ,muda, dewasa dan usia yang masih tergolong anak remaja.

Sementara, di tempat lain, para peminat kopi tubruk, juga masih setia dengan kopi pilihannya, sambil nongkrong di warung kopi, banjar, ataupun pos ronda takkan mengurangi kenikmatan ngopi   yang direguknya. Tinggal pilih suasana apa yang dicari, bersahaja, atau bergaya trendy. Yang penting tetap mengukur diri untuk meminum kopi tidak lebih dari 3 gelas sehari kata para pakar kesehatan, agarkondisi badan tetap sehat .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tarian Malinau yang Eksotis Memukau Ribuan …

Tjiptadinata Effend... | | 24 November 2014 | 11:47

Ini Sumber Dana Rp 700 T untuk Membeli Mimpi …

Eddy Mesakh | | 24 November 2014 | 09:46

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Nyicipi Rujak Uleg sampai Coklat Hungary di …

Mas Lahab | | 24 November 2014 | 16:16

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 6 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 7 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 10 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: