Back to Kompasiana
Artikel

Kuliner

Sari S Karim

Bekerja di Universitas Paramadina, Jakarta.

Cerita dari Bogor (3): Oleh-oleh Unik Khas Bogor

REP | 10 June 2013 | 07:43 Dibaca: 7899   Komentar: 7   0

13708243591488845884

Pecinta kuliner khas daerah-daerah tentunya paham bahwa Bogor adalah salah satu destinasi tepat untuk memenuhi keinginan selera makan dan membeli oleh-oleh. Sederet nama makanan dan minuman yang menjadi daftar perburuan para pecinta kuliner di Bogor antara lain soto kuning, soto mie, toge goreng, sop buntut, laksa, sate sum sum, es pala, roti unyil, combro jumbo, asinan, triple combo (klappertaart, pastel tutup, macaroni schotel), apple pie, macaroni panggang, lasagna gulung, dsb.

Iklim yang relatif sejuk, jarak yang dekat (hanya 45 menit dari pusat Kota Jakarta melalui tol Jagorawi) serta akses yang mudah membuat warga sekitar wilayah Jakarta, Depok, dan Bekasi memilih Bogor untuk menghabiskan waktu libur dan menikmati ragam kuliner lokal bersama teman, kerabat, atau keluarga. Beberapa spot di Bogor memiliki view sangat indah dan pastinya asyik untuk dinikmati.

Kreativitas pengusaha Bogor dalam mengembangkan bisnis kuliner berupa pemanfaatan bahan pangan lokal, seperti talas atau labu parang, kian berkembang serta bermutu baik sehingga patut diacungi jempol. Langkah ini dipandang sangat positif bukan hanya dalam konteks peningkatan subsektor wisata, melainkan juga upaya diversifikasi pangan subtitusi beras dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Pemanfaatan bahan pangan lokal pada bisnis makanan menyimpan banyak potensi yang menggiurkan. Pengusaha makanan piawai mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang sangat diminati. Teknik pengolahan, pemilihan packaging, dan cara pemasaran yang menarik dan unik menjadikan produk-produk berbahan baku pangan lokal dikenal dan diburu banyak pecinta kuliner sampai ke luar Bogor. Berikut ini beberapa di antaranya.

Bahan Baku Talas

Jenis umbi-umbian khas Bogor ini umumnya diolah dengan cara digoreng, direbus, dan dikukus serta disajikan dalam bentuk keripik, kolak, dll. Namun perkembangan saat ini, banyak pengusaha makanan memanfaatkan talas sebagai bahan utama atau tambahan pada pembuatan kue. Konon, selain bermanfaat menyeimbangkan pH di dalam tubuh, kandungan nutrisi pada talas berpotensi mengatasi eksim, asma, gangguan pencernaan dan bronkial.

Produk-produk olahan berbahan baku talas khas Bogor yang populer dan banyak dicari antara lain brownies, kue lapis, pie, bolu gulung, donat, bolu pelangi, dan bakpia. Ragam variasi olahan talas menambah daftar kudapan dan oleh-oleh khas Bogor yang patut dicoba karena tampilan yang menarik, kaya rasa, enak, dan dijamin membuat ketagihan. Outlets yang menyediakan ragam olahan talas antara lain :

1. Brownies, kue lapis, dan pie :

Lapis Bogor Sangkuriang di Komplek Ruko Bantar Kemang Jl. Pajajaran No. 20 0 (seberang gedung Bale Binarum) dan Jl. Raya Soleh Iskandar No. 100 (dekat Yogya baru). Lapis Talas di Jl. Pajajaran (samping Ngesti Swalayan Jl Pajajaran). Kue lapis tersedia dalam varian rasa original, blueberry, keju, stroberi, tiramisu capucino, dan cokelat.

2. Bolu gulung dan donat :

Rumah Talas Gurih 7 Jl. Pajajaran. Bolu gulung tersedia dalam varian rasa blueberry, mocca, cokelat, dan keju.

3. Bolu pelangi dan bakpia :

Brownies Bogor di Botani Square lantai dasar (dekat Electronic City), Ngesti Swalayan Jl. Pajajaran (dekat terminal Baranangsiang). Bakpia tersedia dalam varian rasa original, double choco, dan cheese cream.

Harga jual per kotak cukup terjangkau, yaitu berkisar antara Rp 17.500-42.000 dan mampu bertahan hingga 4 hari pada suhu ruangan (7 hari di kulkas). Khusus kue Lapis Bogor Sangkuriang, perlu strategi untuk mendapatkannya karena animo yang luar biasa, yaitu dengan memesan melalui telepon atau datang lebih awal pada pukul 7 pagi, 3 petang, dan 7 malam (waktu selesai produksi kue lapis). Untuk pemesanan melalui telepon dibatasi maksimal 5 kotak per pembeli, sedangkan maksimal 2 kotak per pembeli jika datang langsung ke lokasi. Karenanya, bukanlah pemandangan langka para pembeli berbaris panjang mengantre bahkan sebelum toko buka pada pukul 7 pagi.

13708239251803786217


Lapis Bogor Sangkuriang

Bahan Baku Labu Parang

Labu parang, buah yang identik dengan pesta Hallowen sangat digandrungi saat bulan Ramadhan karena dapat diolah menjadi salah satu menu andalan berbuka puasa yaitu kolak labu parang. Sekilas bentuknya serupa blewah namun berukuran lebih besar dan agar keras pada bagian kulitnya. Soal rasa tidak berbeda dengan ubi merah, manis dan legit namun bertekstur lebih lunak.

Beberapa artikel tentang kesehatan memaparkan khasiat labu parang bagi tubuh antara lain membantu menyembuhkan gangguan ginjal dan hati, kencing manis, memperlancar buang air besar, meningkatkan produksi ASI, membunuh cacing dalam usus, antiradang, antioksidan, dan antikanker.

Salah satu produk makanan terbaru dan booming saat ini di Bogor adalah kue labu. Kue labu disajikan serupa dengan kue lapis talas yaitu dalam packing dan varian rasa yang menarik yaitu green tea, cokelat, dan jeruk. Outlet kue labu Miss Pumpkin berlokasi di Ruko Pajajaran No. 84 H Jl. Pajajaran (samping Brownies Amanda atau seberang toko bakery Michelle).

Kue labu bertekstur lebih padat dan tahan lebih lama daripada kue lapis talas (5 hari pada suhu ruangan). Pembeli tidak perlu khawatir mengenai informasi masa kedaluarsa karena tertera pada bagian luar kemasan. Harga jual kue labu per kotak dipatok sebesar Rp 35.000 dan beberapa kerabat yang telah mencobanya langsung jatuh cinta. Disebabkan keterbatasan kapasitas produksi, kue labu ini belum melayani pembelian dalam jumlah besar. Mengatasi hal tersebut, pembelian dibatasi maksimal 3 kotak per orang.

13708244901392821828

Outlet Kue Labu Miss Pumpkin

Selain mengangkat olahan bahan pangan lokal sebagai produk unggulan khas Bogor, hal lain yang tak kalah menarik untuk dieksplorasi adalah manisan buah dan sayur.

Salah satu pelopor manisan Bogor yang pernah mendapat menghargaan UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) terbaik se-Provinsi Jawa Barat yaitu Manisan Mawar Sari yang berlokasi di Jl. R. Khanafiah No. 25 RT/RW 01/05 Kelurahan Cimahpar, Bogor Utara. Manisan ini unik, baik dari sisi bahan baku maupun bentuk. Berbahan baku buah dan sayur seperti pepaya, pala, ceremai, mangga, cabai merah besar, dan leunca, diolah menjadi beragam bentuk di antaranya bunga, belimbing, jambu, dan stroberi. Cita rasa yang dihasilkan manis, segar, dan crunchy – tanpa rasa pahit dan pedas pastinya.

Dari semua varian yang tersedia, manisan pepaya dan cabai merah besar adalah yang terlaris. Permintaan akan manisan buah dan sayur semakin “laris manis” saat memasuki bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Harga jual per kg Manisan Mawar Sari berkisar Rp 45.000-50.000, harga tersebut sepadan dengan kualitas rasa dan tampilan yang dijamin memikat hati. Simpanlah manisan di kulkas untuk penyajian lebih optimal (lebih enak) dan tahan lama.

13709116751989251701

Manisan Cabai Merah Besar

Kehadiran ragam kuliner unik khas Bogor di atas diharapkan dapat mengangkat pamor bahan pangan lokal dan wisata di Bogor. Pastikan saat Anda mengunjungi Bogor, mencicipi kuliner tersebut sehingga tidak merasa menyesal di kemudian hari.



 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 9 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 10 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: